Menuju Babak Akhir Pilrek ULM, Tokoh Masyarakat Serukan Solidaritas Demi Keberlanjutan Prestasi Banua

Avatar Rizky

by

Published

Last update

1 menit

Read Time

Menuju Babak Akhir Pilrek ULM, Tokoh Masyarakat Serukan Solidaritas Demi Keberlanjutan Prestasi Banua

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 09 September 2026 | Proses pemilihan rektor (Pilrek) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) periode 2026-2030 kini telah memasuki fase krusial. Setelah melewati serangkaian tahapan administrasi dan pemungutan suara ulang oleh senat pada Agustus lalu, perhatian publik kini beralih ke tahap wawancara mendalam di tingkat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Terdapat tiga kandidat yang berhasil melaju ke tahap akhir ini, yaitu:

  • Nomor Urut 1: Dr. Rusmansyah, Drs, M.Pd.
  • Nomor Urut 2: Prof. Dr. Ahmad, SE, M.Si.
  • Nomor Urut 3: Dr. Iwan Aflanie, dr, M.Kes, Sp.F, SH.

Penentuan rektor terpilih nantinya akan didasarkan pada proporsi suara yang terdiri dari 65 persen hak suara anggota senat dan 35 persen hak suara menteri. Berbagai pihak menilai dinamika yang terjadi selama proses pemilihan ini merupakan cerminan dari praktik demokrasi kampus yang sehat dan konstitusional.

Menjaga Solidaritas Demi Prestasi

Tokoh masyarakat dari Forum Kerukunan dan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK), H. Junaidi, menyatakan bahwa perbedaan pandangan dalam suksesi kepemimpinan adalah hal wajar. Ia memandang dinamika tersebut sebagai bagian dari mekanisme kontrol untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas universitas.

Senada dengan hal tersebut, Adv. H. Rachmad Fadillah, SH, menekankan pentingnya menjaga persatuan pasca penetapan rektor terpilih. Mengingat ULM adalah perguruan tinggi terbesar di Banua, keberhasilannya sangat memengaruhi reputasi daerah di tingkat nasional. Oleh karena itu, siapapun yang terpilih nantinya harus mendapatkan dukungan penuh dari seluruh civitas akademika, mulai dari dosen hingga mahasiswa.

Keberhasilan di era kompetisi global saat ini membutuhkan sinergi yang kuat. Tanpa iklim akademik yang kondusif dan kerja sama tim yang harmonis, sulit bagi ULM untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang telah diraih di panggung dunia.