Mayssa Baha Cetak Sejarah di Logroño, Barcelona Femení Menang 0-2

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 28 September 2026 | Barcelona Femení kembali menunjukkan dominasinya di Liga F setelah menaklukkan tuan rumah Logroño United dengan skor 0-2 di Estadio Municipal Las Gaunas. Kemenangan ini tidak hanya mempertegas posisi puncak klasemen, tetapi juga melahirkan sebuah rekor bersejarah yang diukir oleh seorang remaja berusia 15 tahun, Mayssa Baha.

Pertandingan yang berlangsung pada 26 September 2026 tersebut menjadi momen istimewa bagi Mayssa. Penyerang muda yang baru pertama kali menjadi starter bersama tim utama ini membuka keunggulan Barcelona melalui sundulan kepala memanfaatkan umpan sepak pojok dari Graham Hansen. Gol tersebut tidak hanya menjadi gol pertamanya secara resmi, tetapi juga mencatatkan namanya dalam buku sejarah klub sebagai pencetak gol termuda Barcelona Femení.

Rekor Prekositas yang Melampaui Lamine Yamal

Mayssa Baha mencetak gol tersebut pada usia 15 tahun, 8 bulan, dan 10 hari. Catatan ini melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Vicky López, yang mencetak gol pada usia 16 tahun, 5 bulan, dan 27 hari pada Januari 2023. Lebih dari itu, torehan Mayssa juga melampaui rekor Lamine Yamal di tim putra yang mencetak gol pada usia 16 tahun, 2 bulan, dan 25 hari.

Bahkan, jika dibandingkan dengan sejarah panjang Barcelona, termasuk era Paulino Alcántara, Mayssa kini tercatat sebagai pencetak gol termuda di tim utama, baik putra maupun putri, sejak klub tersebut resmi memiliki seksi sepak bola putri pada tahun 2002. Sebelumnya, ia juga telah memecahkan rekor sebagai pemain debutan termuda di tim utama saat melawan Costa Adeje Tenerife pada awal musim, dengan usia 15 tahun, 7 bulan, dan 14 hari.

  • Usia saat mencetak gol: 15 tahun, 8 bulan, 10 hari
  • Rekor sebelumnya (Vicky López): 16 tahun, 5 bulan, 27 hari
  • Rekor Lamine Yamal (putra): 16 tahun, 2 bulan, 25 hari
  • Debut pertama: 15 tahun, 7 bulan, 14 hari

Jalannya Pertandingan di Las Gaunas

Pelatih Pere Romeu melakukan banyak rotasi untuk mendistribusikan menit bermain dan memberi istirahat kepada pemain yang kelelahan. Laga ini juga menjadi momen kembalinya Aitana Bonmatí setelah hampir empat bulan absen karena cedera. Selain Mayssa, Martina González juga menjalani debut sebagai starter, sementara Carolina Ferrera kembali dipercaya untuk kedua kalinya secara berturut-turut.

Meskipun mendominasi penguasaan bola, Barcelona kesulitan menembus pertahanan rapat yang dibangun Logroño. Tuan rumah beberapa kali mengancam melalui serangan balik, bahkan Morcillo sempat membentur mistar gawang dan Isina memaksa kiper Gemma Font melakukan penyelamatan penting. Logroño juga sempat meminta penalti setelah Velazco jatuh di kotak penalti akibat tarikan kaus Carolina Ferrera, namun wasit menolak memberikan hadiah penalti.

Ketegangan akhirnya terpecah pada babak kedua ketika Patri Guijarro mencetak gol indah melalui chip dari luar kotak penalti, menaklukkan kiper Miralles. Gol tersebut memastikan tiga poin bagi Barcelona dan mengamankan tren positif mereka di musim ini.

Masa Depan Cerah di La Masia

Mayssa Baha merupakan putri dari mantan penyerang Timnas Maroko, Nabil Baha, yang pernah memperkuat Racing Ferrol, Ponferradina, Málaga, dan Sabadell. Ia bergabung dengan La Masia pada tahun 2024 saat berusia 13 tahun dan sejak itu terus menunjukkan perkembangan pesat. Sebelum bergabung dengan Barcelona, ia sudah memperkuat Timnas Maroko U-17 pada usia 12 tahun.

Rekan setimnya, Ewa Pajor, bahkan tidak ragu menyebut Mayssa sebagai calon penyerang nomor sembilan terbaik di dunia. “Dia bisa menjadi penyerang nomor sembilan terbaik di dunia, tetapi usianya masih sangat muda. Saya melihat sesuatu yang istimewa dalam dirinya dan saya akan membantunya tumbuh,” ujar Pajor.

Namun, ada satu kendala yang harus dihadapi Mayssa. Regulasi UEFA tidak mengizinkannya bermain di kompetisi Eropa hingga ia genap berusia 16 tahun pada 16 Januari 2027. Karena itu, ia harus menyaksikan laga debut Liga Champions melawan Paris FC dari bangku penonton. Meski demikian, Barcelona tetap tenang dan memberikan ruang bagi Mayssa untuk berkembang secara bertahap.

Kemenangan atas Logroño menjadi bukti bahwa Barcelona Femení tidak hanya kuat di level senior, tetapi juga memiliki fondasi akademi yang solid. Dengan rotasi pemain muda seperti Mayssa dan Martina, serta kembalinya Aitana Bonmatí, tim asuhan Pere Romeu siap menghadapi jadwal padat berikutnya, termasuk pertandingan melawan Roma di Liga Champions dan El Clásico kontra Real Madrid di Camp Nou.

Bagi Mayssa Baha, laga di Las Gaunas akan selalu menjadi kenangan tak terlupakan. Sebuah malam ketika seorang remaja berusia 15 tahun menuliskan namanya dalam sejarah Barcelona, sekaligus mengirim sinyal bahwa masa depan sepak bola putri Spanyol akan semakin bersinar.