Gayatri Putri News – 28 September 2026 | Harga emas batangan yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menunjukkan pergerakan yang stabil pada perdagangan akhir pekan ini, Minggu (27/9/2026). Berdasarkan pantauan di laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam ditetapkan sebesar Rp 2.613.000 per gram, tidak mengalami perubahan dibandingkan posisi sehari sebelumnya.
Stabilitas tersebut juga tercermin pada harga buyback atau harga beli kembali yang berlaku hari ini. Antam menetapkan harga buyback di level Rp 2.438.000 per gram, sama dengan nominal yang berlaku pada perdagangan sebelumnya. Perlu dipahami bahwa harga buyback merupakan nominal yang diterima pemilik emas ketika menjual kembali emas batangannya kepada Antam, sedangkan harga yang tercantum pada awal perdagangan adalah harga jual Antam kepada konsumen.
Rincian Harga Emas Antam Berbagai Ukuran
Bagi masyarakat yang ingin bertransaksi, Antam menyediakan emas batangan dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Berikut rincian harga emas Antam yang berlaku hari ini, Minggu (27/9/2026), termasuk perhitungan pajak PPh 0,25 persen untuk transaksi jual kembali:
- Emas 0,5 gram: Rp 1.359.891 (termasuk pajak PPh 0,25 persen)
- Emas 1 gram: Rp 2.619.533 (termasuk pajak PPh 0,25 persen)
- Emas 2 gram: Rp 5.178.915 (termasuk pajak PPh 0,25 persen)
- Emas 3 gram: Rp 7.743.310 (termasuk pajak PPh 0,25 persen)
- Emas 5 gram: Rp 12.872.100 (termasuk pajak PPh 0,25 persen)
- Emas 10 gram: Rp 25.689.063 (termasuk pajak PPh 0,25 persen)
- Emas 25 gram: Rp 64.096.843 (termasuk pajak PPh 0,25 persen)
Sementara itu, untuk ukuran besar seperti 250 gram, 500 gram, dan 1.000 gram, status pre order masih berlaku dengan harga masing-masing Rp 643.090.000, Rp 1.285.900.000, dan Rp 2.570.600.000. Harga emas Antam sendiri bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan harga emas dunia serta kondisi pasar global.
Perjalanan Harga Emas Antam Sepekan Terakhir
Jika ditelusuri, harga emas Antam bergerak cukup bervariasi sepanjang pekan ini, 21-26 September 2026. Pada awal pekan, harga emas Antam merosot dalam dua hari berturut-turut. Senin (21/9/2026), harga emas Antam dibuka turun Rp 10.000 menjadi Rp 2.628.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp 2.638.000 per gram. Koreksi berlanjut pada Selasa (22/9/2026), meski hanya tipis, yakni turun Rp 1.000 menjadi Rp 2.627.000 per gram.
Harga emas Antam kemudian melesat pada Rabu (23/9/2026) dengan kenaikan Rp 3.000 menjadi Rp 2.630.000 per gram. Kenaikan juga dialami harga buyback yang naik Rp 3.000 menjadi Rp 2.465.000 per gram. Namun, tren positif itu hanya bertahan sehari. Pada Kamis (24/9/2026), harga emas Antam terpangkas Rp 25.000 menjadi Rp 2.605.000 per gram, dan harga buyback merosot lebih dalam, yakni Rp 30.000 menjadi Rp 2.435.000 per gram.
Tekanan jual kembali terjadi pada Jumat (25/9/2026), sehingga dalam dua hari harga emas Antam turun total Rp 40.000. Akan tetapi, harga emas Antam berbalik arah menguat Rp 23.000 pada Sabtu (26/9/2026) dan akhirnya bertahan stabil di level Rp 2.613.000 per gram hingga hari ini.
Rekor Tertinggi dan Dinamika Pasar Global
Sebagai catatan, harga emas Antam pernah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah (all-time high) pada Kamis (29/1/2026) di level Rp 3.168.000 per gram, dengan harga buyback mencapai Rp 2.989.000 per gram. Level tersebut masih jauh di atas harga yang berlaku saat ini, menunjukkan bahwa emas masih berada dalam fase konsolidasi jangka panjang.
Dari sisi pasar global, harga emas kembali mengakhiri pekan di zona merah. Pasar terus berupaya mempertahankan level US$ 4.300 per ons di tengah berbagai risiko penurunan. Meski demikian, sejumlah analis menilai harga emas masih cukup tangguh. Tekanan jual sepanjang pekan ini relatif terbatas, meski imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun melonjak ke level tertinggi dalam dua dekade, yakni 5,20 persen. Harga emas spot terakhir diperdagangkan di kisaran US$ 4.292 per ons, turun lebih dari 2 persen dibandingkan posisi Jumat pekan sebelumnya.
Dinamika inilah yang membuat harga emas Antam cenderung bergerak stabil dalam beberapa hari terakhir. Investor ritel maupun institusi tampaknya masih mencermati arah kebijakan moneter global dan pergerakan imbal hasil obligasi sebelum mengambil posisi lebih agresif.
Prospek dan Pertimbangan Bagi Investor
Bagi masyarakat yang hendak berinvestasi emas, stabilitas harga seperti saat ini bisa menjadi momentum untuk mencermati peluang masuk secara bertahap. Emas masih dipandang sebagai aset lindung nilai yang relevan di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. Namun, calon investor tetap perlu memperhatikan beberapa hal, antara lain:
- Selisih antara harga jual dan harga buyback, yang saat ini mencapai Rp 175.000 per gram, sehingga keuntungan baru terasa jika harga naik signifikan.
- Kewajiban pajak PPh 0,25 persen bagi penjualan kembali emas batangan.
- Fluktuasi harga emas dunia yang dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga, inflasi, dan nilai tukar dolar AS.
- Pilihan ukuran emas yang sesuai dengan kemampuan dan tujuan investasi jangka panjang.
Secara keseluruhan, harga emas Antam hari ini yang bertahan di Rp 2.613.000 per gram mencerminkan keseimbangan antara tekanan eksternal dan permintaan domestik yang masih terjaga. Meski pasar global masih diliputi ketidakpastian, emas tetap menjadi instrumen yang layak dipertimbangkan dalam portofolio investasi, terutama bagi mereka yang mengutamakan stabilitas nilai aset dalam jangka panjang.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






