Gayatri Putri News – 27 September 2026 | Bintang Real Madrid dan kapten Timnas Prancis, Kylian Mbappé, harus menelan pil pahit setelah mengalami cedera lutut saat membela negaranya dalam laga Liga Nations melawan Turki. Cedera tersebut memaksa Mbappé meninggalkan lapangan lebih cepat dan dipastikan menepi selama kurang lebih dua pekan, meski harapan untuk tampil di laga akbar El Clasico melawan Barcelona masih terbuka lebar.
Diagnosis Cedera dan Kronologi di Lapangan
Insiden nahas itu terjadi pada Jumat malam waktu setempat di Stadion Kocaeli, Izmit, sekitar 100 kilometer dari Istanbul. Mbappé sebenarnya berhasil membuka keunggulan Prancis melalui golnya pada menit ke-54, sebuah gol yang menjadi lesakan ke-67 bagi sang kapten bersama tim nasional. Namun, tidak lama setelah merayakan gol tersebut, Mbappé terlihat meringis kesakitan sambil memegang bagian luar lutut kirinya.
Sempat menerima perawatan di pinggir lapangan dan mencoba melanjutkan pertandingan, penyerang berusia 27 tahun itu akhirnya tidak mampu menahan rasa nyeri. Ia tumbang dan digantikan oleh Désiré Doué pada menit ke-59. Kemenangan tipis 1-0 Prancis atas Turki pun menjadi momen yang pahit bagi Les Bleus.
Setelah menjalani pemeriksaan intensif oleh tim medis Real Madrid pada Sabtu, klub ibu kota Spanyol itu merilis pernyataan resmi. Hasil tes mengonfirmasi bahwa Mbappé mengalami hiperekstensi pada kapsul posterior lutut kirinya. Meskipun cedera ini tergolong tidak terlalu serius, pihak klub menyatakan bahwa kondisi pemain masih dalam pemantauan dan belum ada estimasi pasti mengenai berapa lama ia akan absen.
Dampak bagi Real Madrid dan Peluang Tampil di El Clasico
Meskipun belum ada pernyataan resmi mengenai durasi pemulihan, media Spanyol melaporkan bahwa Mbappé diprediksi akan absen antara sepuluh hingga lima belas hari. Laga pertama Real Madrid setelah jeda internasional adalah melawan Villarreal pada 10 Oktober, yang kemungkinan besar akan ia lewatkan. Namun, laporan dari harian AS menyebutkan bahwa Mbappé dipastikan siap untuk tampil dalam laga El Clasico melawan Barcelona pada 25 Oktober mendatang.
Absennya Mbappé tentu menjadi pukulan telak bagi Real Madrid yang tengah bersaing ketat di papan atas La Liga. Kehadirannya di lini depan selalu menjadi ancaman utama bagi pertahanan lawan, dan pertandingan melawan Barcelona adalah salah satu laga paling krusial dalam kalender sepak bola Spanyol.
Keputusan Zinedine Zidane dan Rotasi di Timnas Prancis
Cedera ini juga menjadi mimpi buruk bagi pelatih anyar Timnas Prancis, Zinedine Zidane. Dalam debutnya sebagai pelatih, Zidane berhasil membawa Prancis meraih kemenangan tipis, tetapi harus kehilangan pemain terbaiknya. Zidane secara tegas menyatakan bahwa pihaknya tidak akan mengambil risiko apa pun dengan kondisi Mbappé.
Ia memastikan bahwa Mbappé tidak akan dibawa dalam tiga pertandingan Nations League berikutnya. Prancis dijadwalkan bertandang ke Belgia pada Senin, kemudian menjamu Italia dan Belgia di Stade de France pada 2 dan 5 Oktober.
Menariknya, dalam laga melawan Turki, Zidane menerapkan taktik baru dengan menempatkan Mbappé di sisi kiri serangan, sementara Ousmane Dembélé mengisi posisi tengah. Keputusan ini mendapat pujian dari mantan pemain internasional Prancis, Léo Dubois, yang menilai bahwa posisi sayap kiri adalah posisi terbaik bagi Mbappé.
“Saya selalu berpendapat bahwa Kylian memiliki kualitas untuk bermain di kiri. Saya pikir itu adalah posisi terbaiknya. Ini juga pengaruh Zinedine Zidane yang memberikan kepercayaan kepada para pemainnya,” ujar Dubois kepada Le Parisien.
Ketegangan di Ruang Ganti: Mbappé vs Dembélé
Di tengah badai cedera, muncul pula kabar kurang sedap mengenai hubungan antara Mbappé dan Ousmane Dembélé. Persaingan menuju Ballon d’Or 2026 disebut-sebut telah merenggangkan hubungan keduanya. Sumber internal dari delegasi Prancis mengungkapkan bahwa telah terjadi “perang dingin” di antara kedua bintang tersebut.
“Jika Anda melihat tanpa memperhatikan, Anda akan melihat mereka selalu duduk bersebelahan di meja, berbicara satu sama lain. Tetapi jika Anda melihat secara detail, Anda akan melihat ada hawa dingin,” ungkap seorang anggota delegasi Prancis kepada RMC Sport.
Isu ini pun membuat para awak media menanyakan langsung kepada Jules Koundé, wakil kapten tim, setelah pertandingan melawan Turki. Koundé menanggapi dengan bijak, menyatakan bahwa masalah pribadi adalah hal yang wajar dalam kehidupan.
“Saya pikir mereka berdua cukup dewasa untuk menyelesaikan masalah jika memang ada. Namun, kelompok ini berjalan dengan baik. Secara pribadi, saya tidak melihat ketegangan di dalam tim,” ujar Koundé kepada TF1.
Kesimpulan
Cedera yang dialami Kylian Mbappé menjadi pukulan berat bagi Timnas Prancis dan Real Madrid. Meskipun demikian, diagnosis hiperekstensi lutut yang tidak terlalu serius memberikan harapan bahwa ia dapat segera kembali merumput, dengan target utama laga El Clasico melawan Barcelona. Di sisi lain, dinamika di dalam skuad Prancis, terutama hubungan antara Mbappé dan Dembélé, menjadi sorotan tersendiri yang patut dicermati. Kini, semua mata akan tertuju pada bagaimana Zidane mengelola timnya tanpa sosok kapten andalan, serta bagaimana Mbappé meniti proses pemulihannya menuju panggung terbesar sepak bola Spanyol.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






