Gayatri Putri News – 27 September 2026 | Semangat kepedulian dan kebersamaan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI) sekaligus Hari Lahir (Harlah) ke-21 Unit Kegiatan Mahasiswa Korps Sukarela (UKM KSR) PMI Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon. Acara yang digelar pada Jumat malam, 25 September 2026, di Coffee Ujung JMP Poka ini mengusung tema “Peduli, Bergerak, Bersama, 21 Tahun Voor Unpatti Pung Bae”.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh pengurus, anggota muda, para alumni, serta pendiri organisasi. Suasana penuh nostalgia terasa sejak awal acara yang diawali dengan ramah tamah antar generasi. Tampak hadir sosok perintis KSR PMI Unpatti, Ahmad Ilham Sipahutar, yang merupakan Ketua Umum periode 2005-2006, bersama Krislin Taberima dan Nike N. Ohoiwutun. Mereka adalah para pionir yang berbekal pengalaman Diklatsar PMI Cabang Yogyakarta, merintis kehadiran organisasi kemanusiaan ini di Unpatti sejak tahun 2003.
Menjaga Jiwa Korsa dan Prinsip Kemanusiaan
Dalam sambutannya, Ahmad Ilham Sipahutar mengucapkan selamat atas Harlah ke-21. Ia menekankan pentingnya menjaga jiwa korsa atau esprit de corps, Sapta Prasetya UKM PMI Unpatti Ambon, serta tujuh prinsip dasar gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Prinsip-prinsip tersebut meliputi kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan.
“Sebagai alumni, kami bangga melihat dedikasi dan gerak kemanusiaan yang terus kalian rawat hingga saat ini. Pesan kami, tetaplah menjadi relawan yang tulus, jaga soliditas internal, dan jangan pernah lelah menebar kebaikan. Rumah ini dibentuk dengan keringat dan kasih sayang, maka rawatlah ia dengan semangat kesukarelaan yang tinggi,” ujar Annas Marwing, alumni yang kini berprofesi sebagai notaris di Kota Ambon.
Peran Vital di Kampus dan Masyarakat
Wakil Rektor IV Universitas Pattimura, Dr. Ruslan HS Tawari, yang juga merupakan anggota kehormatan, menyampaikan apresiasi atas peran KSR PMI Unpatti dalam mengharumkan nama almamater melalui berbagai misi kemanusiaan. Ia berharap organisasi ini terus berkembang seiring dengan status akreditasi universitas yang tengah menuju unggul.
“Saya yang terlibat di awal, menyaksikan hingga usia 21 tahun ini, pastinya cukup banyak suka duka bersama. Semoga bekal pengalaman itu bisa digunakan sebagai pelajaran untuk ke depannya, khususnya membantu Unpatti merawat sebagai Kampus Orang Basudara,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum UKM KSR PMI Unpatti, Syarifa Khoria, menegaskan bahwa keikutsertaan dalam KSR bukan sekadar menjadi aktivis biasa. Menurutnya, organisasi ini melatih jiwa sosial dan kerelawanan yang membentuk karakter serta mental mahasiswa.
- Empati terhadap sesama
- Kepedulian terhadap lingkungan sekitar
- Kesadaran sosial yang tinggi
“Softskill ini akan menentukan kesuksesan saat mahasiswa lulus dari universitas. Jadi mengikuti KSR ini tidak hanya sekadar aktifis, tetapi aktifis yang tentu bermanfaat untuk karakter dan mental mahasiswa,” jelas Syarifa.
Kiprah Nyata di Dunia Kemanusiaan
Semangat yang tertanam di KSR PMI Unpatti bukanlah retorika semata. Organisasi ini telah membuktikan dedikasinya dalam berbagai operasi kemanusiaan. Salah satunya terlihat saat insiden tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 di perairan Banjarmasin. KSR PMI Unit Universitas Lambung Mangkurat (ULM) turut ambil bagian dalam operasi SAR yang berlangsung selama sembilan hari di Pelabuhan Trisakti.
Dalam operasi tersebut, anggota KSR terlibat dalam pertolongan pertama, evakuasi korban, hingga pendataan. Mereka berkoordinasi dengan Basarnas, BPBD, TNI, Polri, PMI, RSUD, dan relawan gabungan lainnya. Hafiz Abdillah, anggota KSR PMI ULM, menjelaskan bahwa keterlibatan mereka adalah bagian dari komitmen organisasi di bidang kemanusiaan, terutama untuk bencana alam dan non-alam.
“Kami mengikuti arahan dari ketua operasi SAR terkait alur pengevakuasian korban. Setelah itu kami membantu menurunkan korban dari kapal ke ruang kesehatan sementara sebelum nantinya dirujuk ke rumah sakit,” ujar Hafiz.
Tantangan dan Evaluasi Internal
Di sisi lain, perjalanan KSR PMI di berbagai daerah tidak selalu mulus. Dunia pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) sempat menjadi sorotan publik. Di Kabupaten Bandung, beredar dugaan praktik perpeloncoan dan kekerasan fisik dalam Diklatsar KSR PMI Angkatan XV. Seorang orang tua peserta, Yn, mengungkapkan bahwa anaknya mengalami trauma dan luka memar pada dada kiri setelah mengikuti kegiatan tersebut.
Kasus ini menjadi catatan penting bagi seluruh unit KSR PMI di Indonesia untuk terus mengevaluasi metode pelatihan. Pendidikan dasar seharusnya menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, disiplin, dan kesukarelaan, bukan tindakan kekerasan yang bertentangan dengan prinsip dasar gerakan Palang Merah.
Refleksi 21 Tahun Pengabdian
Peringatan HUT ke-81 PMI dan Harlah ke-21 UKM KSR PMI Unpatti menjadi momen refleksi yang mendalam. Selama 21 tahun, organisasi ini telah melahirkan ribuan relawan yang tersebar di berbagai profesi. Mereka tidak hanya dibekali keterampilan teknis pertolongan pertama, tetapi juga nilai-nilai kemanusiaan yang universal.
Dari Ambon, semangat “Voor Unpatti Pung Bae” terus digaungkan. Semangat ini bukan hanya milik mahasiswa Universitas Pattimura, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan yang lebih luas di Indonesia. Ke depan, tantangan semakin kompleks, mulai dari bencana alam hingga krisis kemanusiaan lainnya. Namun, dengan fondasi jiwa korsa dan prinsip kesukarelaan yang kuat, KSR PMI diharapkan terus hadir sebagai garda terdepan dalam membantu sesama, menjunjung tinggi netralitas, dan mengedepankan kemanusiaan di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan





