Gayatri Putri News – 14 September 2026 | Klub Eredivisie, NEC Nijmegen, tengah berada dalam sorotan tajam setelah mengawali musim kompetisi baru dengan hasil yang jauh dari harapan. Setelah kejutan manis musim lalu di mana mereka berhasil finis di posisi ketiga, tim asuhan Dick Schreuder kini justru tampak kehilangan taji. Puncak dari keterpurukan ini terlihat saat mereka dipermalukan 3-0 oleh SC Cambuur pada laga Sabtu lalu, sebuah kekalahan yang menegaskan adanya masalah mendalam dalam skuad.
Penurunan Tajam Performa Tjaronn Chery
Salah satu poin krusial yang menjadi perhatian para pengamat sepak bola adalah merosotnya performa bintang mereka, Tjaronn Chery. Mantan gelandang yang kini menjadi analis, Marciano Vink, secara terbuka mengkritik kontribusi Chery yang dianggap jauh dari standar musim lalu. Vink menilai bahwa sosok Chery saat ini hanya merepresentasikan setengah dari pemain yang dulu sangat lincah dan mampu menjadi pembeda di lapangan.
Tidak hanya Chery, masalah NEC Nijmegen dianggap lebih sistemik. Analis Kenneth Perez menyoroti krisis di lini pertahanan. Philippe Sandler, yang sebenarnya memiliki kualitas mumpuni, seringkali tidak tersedia karena masalah kebugaran yang berulang. Hal ini membuat pelatih sulit membangun fondasi tim yang konsisten. Selain itu, manajemen NEC juga dikritik karena dianggap gagal mendatangkan pemain dengan kualitas yang mampu menggantikan peran sosok kunci yang hengkang seperti Başar Önal dan Sami Ouaissa.
Dinamika Tim yang Memudar
Secara taktis, NEC Nijmegen dinilai kehilangan fleksibilitas dan dinamika permainan yang menjadi ciri khas mereka musim lalu. Perez mengamati adanya sikap kepasrahan di lapangan, yang tercermin dari frustrasi para pemain saat rencana permainan tidak berjalan sesuai kesepakatan. Kurangnya intensitas dan sikap yang cenderung pasif membuat tim ini kesulitan untuk bangkit setelah tertinggal.
Berikut adalah ringkasan situasi terkini NEC Nijmegen:
- Posisi di klasemen: Mengalami penurunan performa yang signifikan di awal musim.
- Masalah utama: Kedalaman skuad yang kurang memadai dan ketergantungan pada pemain yang rentan cedera.
- Kritik analis: Hilangnya ritme permainan dan berkurangnya intensitas kerja keras pemain di lapangan.
Ujian Berat di Liga Europa
Di tengah situasi yang tidak menentu, tantangan berat justru sudah menanti di depan mata. NEC Nijmegen dijadwalkan akan melakoni laga penting di kompetisi Eropa dengan bertandang ke markas Juventus. Pertandingan ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Dick Schreuder untuk membuktikan apakah timnya mampu bangkit dari keterpurukan atau justru semakin tenggelam di bawah tekanan lawan yang jauh lebih tangguh.
Di sisi lain, Juventus sendiri tengah bersiap menghadapi laga tersebut dengan fokus tinggi. Setelah hasil imbang melawan Milan di Serie A, skuad asuhan Luciano Spalletti bertekad untuk memperbaiki ketajaman lini depan mereka. Dengan kehadiran pemain baru seperti Nick Woltemade, Juventus dipastikan akan menjadi lawan yang sangat sulit bagi NEC Nijmegen yang saat ini masih berjuang mencari identitas permainan terbaiknya.
Secara keseluruhan, NEC Nijmegen berada di persimpangan jalan. Kegagalan untuk segera membenahi lini pertahanan dan mengembalikan motivasi serta kreativitas pemain kunci seperti Tjaronn Chery dapat berakibat fatal bagi ambisi mereka di musim ini. Pertandingan mendatang di kancah Eropa akan menjadi tolok ukur apakah tim ini mampu keluar dari krisis atau harus menerima kenyataan pahit bahwa kesuksesan musim lalu hanyalah sebuah anomali yang sulit diulangi.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan





