Gayatri Putri News – 14 September 2026 | Liverpool tengah menghadapi tantangan serius di awal musim 2026/27. Di bawah arahan pelatih baru, Andoni Iraola, The Reds menunjukkan performa yang fluktuatif, terutama saat tampil di Anfield. Setelah sempat mencuri perhatian dengan kemenangan 2-1 atas Atletico Madrid di ajang Liga Champions, tim tampak kesulitan mempertahankan ritme permainan mereka di kancah domestik.
Hasil imbang tanpa gol melawan Fulham pada akhir pekan lalu menjadi sorotan tajam bagi para pendukung. Ini merupakan kali ketiga dalam 63 tahun terakhir Liverpool gagal memenangkan dua laga kandang pembuka mereka. Secara statistik, performa lini depan yang dihuni oleh Alexander Isak, Bradley Barcola, dan Florian Wirtz belum menunjukkan sinergi yang maksimal. Isak, misalnya, tercatat minim keterlibatan dalam permainan, yang mengindikasikan adanya kendala dalam adaptasi taktik di bawah asuhan Iraola.
Upaya Memperkuat Lini Tengah
Menyadari kurangnya kedalaman skuad setelah kepergian Curtis Jones dan Stefan Bajcetic, manajemen Liverpool kini bergerak cepat di bursa transfer. Klub dilaporkan telah meluncurkan penyelidikan resmi untuk memboyong gelandang AS Roma, Manu Kone. Pemain berusia 25 tahun tersebut sebelumnya menjadi target utama Chelsea yang sempat mengajukan tawaran senilai 51,5 juta poundsterling namun ditolak oleh pihak Roma.
Selain Kone, Liverpool juga masih memantau perkembangan Lamine Camara dari AS Monaco. Upaya perburuan gelandang baru ini menjadi prioritas Iraola agar timnya mampu bersaing secara fisik dan mental saat menghadapi jadwal padat dua pertandingan dalam sepekan. Berikut adalah ringkasan situasi bursa transfer Liverpool:
- Target Utama: Manu Kone (AS Roma) sebagai pengisi pos gelandang.
- Opsi Alternatif: Lamine Camara (AS Monaco).
- Kebutuhan Mendesak: Menambah kedalaman lini tengah untuk mendukung skema rotasi Iraola.
Persaingan Individu di Puncak Dunia
Di sisi lain Eropa, bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, mulai menyuarakan keyakinannya untuk meraih penghargaan Ballon d’Or 2026. Dengan gelar La Liga dan status sebagai juara dunia bersama Spanyol, Yamal merasa dirinya layak disandingkan dengan Kylian Mbappe sebagai dua pemain terbaik dunia saat ini.
Yamal menyatakan bahwa kesuksesan kolektifnya tahun ini menjadi landasan kuat bagi pencalonan dirinya. Meski Mbappe tampil tajam sebagai pencetak gol terbanyak di berbagai kompetisi, kegagalan Real Madrid meraih trofi mayor musim lalu membuat posisi Yamal menjadi semakin kompetitif di mata para pemilih. Penghargaan prestisius ini dijadwalkan akan diumumkan di London pada 26 Oktober mendatang, dengan nama-nama besar lain seperti Harry Kane juga masuk dalam daftar kandidat unggulan.
Secara keseluruhan, baik Liverpool maupun para kandidat Ballon d’Or saat ini berada dalam periode krusial. Bagi Liverpool, adaptasi cepat terhadap filosofi baru Iraola menjadi kunci untuk memperbaiki posisi di klasemen Premier League. Sementara itu, bagi pemain seperti Lamine Yamal, pengakuan individu menjadi puncak dari kerja keras kolektif yang mereka bangun di level klub maupun internasional sepanjang tahun ini.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






