Klasemen Timnas Turki vs Italia: Gli Azzurri Pesta 4-1 di Kandang Turki, Kayode Debut Manis

Avatar Rizky

by

Published

Last update

4 menit

Read Time

Klasemen Timnas Turki vs Italia: Gli Azzurri Pesta 4-1 di Kandang Turki, Kayode Debut Manis

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 30 September 2026 | Tim nasional Italia menunjukkan kelasnya saat bertandang ke markas Turki dalam lanjutan UEFA Nations League 2026/2027. Gli Azzurri menghancurkan tuan rumah dengan skor telak 4-1, sebuah kemenangan pertama yang sekaligus mengubah peta klasemen Grup A dan menghidupkan kembali asa mereka di kompetisi antarnegara Eropa tersebut.

Jalannya Pertandingan: Italia Mengamuk Sejak Menit Awal

Sejak peluit kick-off dibunyikan, Italia langsung mengambil inisiatif serangan. Tekanan demi tekanan dilancarkan pasukan Roberto Mancini ke jantung pertahanan Turki. Ancaman pertama datang lewat Francesco Pio Esposito yang memaksa kiper Altay Bayindir bekerja keras mengamankan gawangnya.

Gol pembuka akhirnya lahir pada menit kesembilan melalui Alessandro Bastoni. Bek tengah berusia 27 tahun itu memanfaatkan kemelut yang terjadi setelah situasi sepak pojok. Bola liar di dalam kotak penalti berhasil disambarnya dengan penyelesaian tenang yang membuat Italia unggul 1-0. Gol tersebut menjadi sinyal bahwa tuan rumah akan menghadapi malam yang panjang.

Turki kian dipaksa bertahan. Pada menit ke-22, Italia menggandakan keunggulan lewat Davide Frattesi. Berawal dari tembakan Kayode yang membentur pertahanan Turki, bola muntah langsung disambar Frattesi menjadi gol kedua. Hanya lima menit berselang, giliran Kayode yang mencatatkan namanya di papan skor usai menerima umpan matang dari Esposito. Italia sudah unggul 3-0 sebelum jeda turun minum.

Debut Manis Michael Kayode

Laga ini menjadi panggung pembuktian bagi Michael Kayode. Bek berusia 22 tahun yang kini memperkuat Brentford itu menjalani debutnya bersama Timnas Italia dan langsung tampil sebagai starter. Bukan hanya disiplin di lini belakang, ia juga menyumbang satu gol penting pada menit ke-27.

Statistik mencatat penampilan impresif Kayode sepanjang pertandingan. Ia melakukan tiga sapuan, memenangkan empat dari tujuh duel udara, serta melepaskan tiga tembakan yang semuanya mengarah ke gawang. Pergerakannya di sisi sayap juga membuka ruang bagi gol Frattesi, menjadikannya salah satu pemain paling berpengaruh dalam kemenangan ini. Pemain keturunan Nigeria tersebut mengaku tak menyangka bisa langsung mencetak gol pada laga pertamanya bersama La Nazionale.

Turki Berusaha Bangkit di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Turki mencoba keluar dari tekanan. Tuan rumah akhirnya memperkecil ketertinggalan melalui gol Baris Yilmaz. Gol tersebut sempat meniupkan harapan bagi para pendukung di stadion, namun tidak berlangsung lama. Pio Esposito kembali menambah gol keempat Italia dan memastikan kemenangan 4-1 bagi tim tamu.

Kemenangan ini terasa istimewa bagi Italia karena menjadi raihan tiga poin pertama mereka di Grup A. Sebelumnya, Gli Azzurri mengawali kiprah dengan kekalahan 0-2 dari Belgia pada matchday pertama. Hasil tersebut sempat membuat posisi mereka terpuruk, namun kini mereka bangkit dengan cara yang meyakinkan.

Peta Klasemen Grup A Usai Matchday Kedua

Berkat hasil ini, posisi Italia di klasemen sementara Grup A mengalami perbaikan signifikan. Berikut gambaran klasemen terbaru berdasarkan hasil pertandingan matchday kedua:

Posisi Tim Poin Keterangan
1 Prancis 6 Dua kemenangan beruntun
2 Italia 3 Unggul selisih gol
3 Belgia 3 Kalah dramatis dari Prancis
4 Turki 0 Belum meraih poin

Prancis kokoh di puncak klasemen dengan enam poin sempurna setelah mencuri kemenangan dramatis 1-0 atas Belgia di Stadion Raja Baudouin. Gol tunggal Michael Olise memastikan Les Bleus tetap sempurna, sementara Belgia tertahan di posisi ketiga dengan tiga poin. Turki kini menghuni dasar klasemen tanpa raihan poin sama sekali.

Mancini Tetap Rendah Hati

Meski puas dengan performa anak asuhnya, Roberto Mancini menegaskan perjalanan Italia masih panjang. Menurutnya, kemenangan ini tidak berarti apa-apa jika para pemain tidak menyadari kemampuan terbaik mereka. Ia menekankan bahwa nilai kemenangan ini sama dengan kekalahan dari Belgia, dan yang terpenting adalah kesadaran pemain akan potensi yang mereka miliki.

Alessandro Bastoni juga menyampaikan hal senada. Ia menilai Italia saat ini masih merupakan tim muda yang memiliki kualitas dan ingin membuktikan kemampuan mereka. Namun, Bastoni berpesan agar rekan-rekannya tidak terlalu cepat berpuas diri, mengingat pengalaman pahit yang pernah dialami tim pada tahun sebelumnya.

Ujian Berat Menanti

Italia tidak punya waktu lama untuk bersantai. Pada laga berikutnya, mereka akan menghadapi pemuncak klasemen Grup A, Prancis, di Stade de France pada 3 Oktober. Laga ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kualitas pemain muda Italia. Sementara itu, Turki harus segera bangkit jika tidak ingin semakin terpuruk di dasar klasemen.

Kemenangan telak atas Turki menjadi modal berharga bagi Italia sebelum menghadapi Prancis. Namun, tantangan yang menanti jauh lebih berat. Jika mampu mengalahkan Prancis, posisi Italia di klasemen Grup A bisa berubah drastis dan membuka peluang mereka untuk melaju lebih jauh di UEFA Nations League 2026/2027.