Gayatri Putri News – 28 September 2026 | Kingston, Jamaika — Kosta Rika semakin terpuruk di Liga Nations CONCACAF. Dalam laga yang digelar di Sabina Park, Kingston, Jamaika, Minggu malam waktu setempat, tim berjuluk La Sele itu menyerah 0-2 dari Haiti, memperpanjang rentetan hasil buruk yang membuat mereka berada di ambang eliminasi sekaligus ancaman degradasi ke Liga B.
Haiti, yang berstatus tuan rumah namun harus memainkan laga di Jamaika akibat krisis keamanan di negaranya, tampil lebih agresif sejak awal. Dua gol kemenangan Grenadiers lahir dari kaki Jean-Ricner Bellegarde pada menit ke-9 dan gol bunuh diri Francisco Calvo pada menit ke-39. Hasil ini menjadi kemenangan kedua Haiti dari dua pertandingan di Grup A, memperkuat posisi mereka di papan atas grup.
Jalannya Pertandingan
Kosta Rika sebenarnya mengawali laga dengan tekanan. Carlos Barahona menusuk ke garis belakang dan mengirim umpan silang yang disambut tendangan gunting Josimar Méndez, namun kiper Alexandre Pierre masih mampu mengamankan bola tanpa kesulitan berarti.
Setelah momen itu, Haiti perlahan mengambil kendali permainan. Serangan demi serangan dibangun dari sektor sayap, dengan Martin Expérience dan Ruben Providence mengancam dari kiri, sementara Carlens Arcus dan Louicius Don Deedson menekan dari kanan. Pola inilah yang akhirnya membuahkan gol pembuka.
Pada menit ke-9, Ruben Providence melewati Barahona, masuk ke kotak penalti, dan melepaskan umpan ke belakang yang diterima Danley Jean Jacques. Karena tidak menemukan ruang untuk menembak, Jean Jacques mengoper bola kepada Bellegarde. Penyerang Wolverhampton itu menyeimbangkan diri dan melepaskan tendangan kaki kanan mendatar yang tidak mampu dijangkau kiper Abraham Madriz. Skor 1-0 untuk Haiti.
Kosta Rika tampak sulit bangkit setelah gol tersebut. Haiti terus mengendalikan tempo, sementara La Sele kesulitan menyambungkan lini. Beberapa peluang didapat Kosta Rika, seperti tembakan menyamping Méndez dan sepakan Orlando Sinclair yang masih bisa ditepis Pierre, tetapi tidak ada yang berbuah gol. Malah pada menit ke-39, Calvo mencetak gol bunuh diri yang membuat Haiti unggul dua gol hingga turun minum.
Tekanan di Kursi Pelatih
Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi pelatih Kosta Rika, Fernando Batista. Sejak mengambil alih kursi pelatih pada Maret lalu, pria asal Argentina itu baru mencatat satu hasil imbang dan lima kekalahan, termasuk dari Iran, Inggris, Kolombia, Curazao, dan kini Haiti. Kosta Rika pun terpuruk di posisi kelima dari enam tim di klasemen Grup A.
Meski demikian, Batista menegaskan tidak akan mundur dari jabatannya. Ia menyatakan masih memiliki kekuatan penuh dan kepercayaan terhadap para pemain serta proses yang sedang dijalankannya.
“Saya punya seluruh kekuatan karena saya percaya pada kelompok ini, saya percaya pada pekerjaan ini, dan saya tidak akan mengumumkan apa pun selain bahwa besok kami harus berlatih dan bekerja,” ujarnya dalam konferensi pers usai laga.
Ketika ditanya bagaimana cara membalikkan nasib tim, Batista menjawab singkat: “Dengan bekerja keras. Saya bukan satu-satunya pelatih yang mengalami hal ini.” Ia menambahkan bahwa banyak pelatih besar yang pernah menangani tim di Piala Dunia juga memulai dengan rentetan hasil buruk sebelum akhirnya sukses.
Batista mengakui ada hal-hal positif dalam pertandingan melawan Haiti, terutama dari sisi permainan. Namun ia memahami bahwa kekalahan membuat semuanya terlihat negatif. Ia juga menepis anggapan bahwa laga persahabatan melawan Iran dan Yordania pada Maret lalu serta Inggris dan Kolombia pada Juni lalu bisa dijadikan patokan, karena saat itu ia baru mengenal para pemain dan tim belum siap menghadapi lawan sekelas itu.
Statistik dan Jadwal Selanjutnya
Berikut gambaran singkat situasi Kosta Rika di bawah asuhan Batista:
- Total laga: 6 pertandingan
- Kemenangan: 0
- Hasil imbang: 1 (melawan Yordania)
- Kekalahan: 5 (Iran, Inggris, Kolombia, Curazao, Haiti)
- Posisi di Grup A Liga Nations CONCACAF: Peringkat 5 dari 6 tim
Sementara itu, Haiti yang dilatih David Badia tampil solid dengan formasi 4-2-3-1. Badia melakukan beberapa perubahan di starting eleven, mengembalikan Ruben Providence dan Jean Ricner Bellegarde, meski harus kehilangan Hannes Delcroix karena cedera. Kepercayaan pada Alexandre Pierre di bawah mistar, serta duet Carlens Arcus dan Duke Lacroix di lini belakang, terbukti mampu meredam tekanan Kosta Rika.
Kosta Rika akan kembali berlaga pada Kamis, 1 Oktober, dengan bertandang ke markas Nikaragua di Stadion Nasional Managua. Laga ini menjadi kesempatan terakhir bagi Batista dan pasukannya untuk menjaga asa bertahan di Liga A sekaligus menghindari degradasi ke Liga B.
Bagi Haiti, kemenangan ini mempertegas ambisi mereka untuk melaju jauh di turnamen. Meski harus bermain di luar negeri akibat situasi dalam negeri, Grenadiers menunjukkan kualitas dan konsistensi yang membuat mereka kini menjadi salah satu tim yang diperhitungkan di Grup A.
Dengan tekanan yang semakin besar, pertandingan melawan Nikaragua akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Batista. Publik Kosta Rika menuntut perubahan, sementara sang pelatih tetap bersikukuh pada keyakinannya. Apakah kepercayaan itu berbuah hasil, atau justru mempercepat akhir perjalanannya bersama La Sele, waktu yang akan menjawab.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan





