Gayatri Putri News – 06 September 2026 | Turnamen US Open 2026 diwarnai oleh insiden unik yang melibatkan petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka. Saat tengah berjuang di babak ketiga melawan Kamilla Rakhimova, Sabalenka terpaksa menghentikan pertandingan sejenak untuk melaporkan gangguan aroma yang tidak biasa kepada wasit di kursi kepemimpinan.
Peristiwa ini bermula ketika Sabalenka, yang merupakan juara bertahan dua kali, merasa terganggu oleh aroma tajam ganja yang menyengat di area lapangan. Ia mendatangi kursi wasit dan dengan tegas menyampaikan keluhannya. “Seseorang sedang merokok ganja. Apakah Anda keberatan? Karena baunya sangat kuat,” ujar Sabalenka di tengah jalannya pertandingan. Ia berharap pihak penyelenggara dapat lebih waspada terhadap aktivitas penonton di sekitar area pertandingan agar tidak mengganggu konsentrasi para atlet yang sedang bertanding di level tertinggi.
Ketangguhan Mental di Tengah Gangguan
Meskipun insiden tersebut sempat memecah konsentrasi, Sabalenka menunjukkan mentalitas juara yang sesungguhnya. Setelah menyampaikan keluhannya, ia kembali ke lapangan dan melanjutkan dominasinya atas Rakhimova. Petenis asal Belarusia ini berhasil mengamankan kemenangan meyakinkan dengan skor 6-3, 6-4. Dalam statistik pertandingan, Sabalenka tampil sangat impresif dengan mencatatkan 29 winners dan 10 aces, tanpa sekalipun menghadapi break point sepanjang laga.
Pihak penyelenggara US Open sendiri sering kali menghadapi tantangan serupa terkait lokasi turnamen yang berdekatan dengan area taman publik. Sebelumnya, beberapa petenis lain seperti Nick Kyrgios dan Maria Sakkari juga pernah melaporkan masalah serupa terkait aroma ganja yang terbawa angin ke dalam stadion. Sabalenka menegaskan bahwa meskipun penonton memiliki kebebasan untuk bersantai, tindakan tersebut seharusnya tidak dilakukan di area yang dapat mengganggu jalannya kompetisi olahraga profesional.
Perjalanan Menuju Puncak
Keberhasilan Aryna Sabalenka melaju ke babak 16 besar menegaskan posisinya sebagai salah satu favorit juara tahun ini. Di tengah ancaman hilangnya status peringkat satu dunia, Sabalenka membuktikan bahwa ia mampu mengatasi tekanan, baik dari sisi teknis maupun gangguan eksternal. Perjalanannya di New York kali ini bukan sekadar tentang mempertahankan gelar, melainkan juga cerminan dari ketangguhan pribadinya. Banyak pengamat mencatat bahwa ketabahan yang ia tunjukkan saat ini merupakan hasil dari motivasi mendalam pasca berbagai tantangan emosional yang ia lalui sepanjang kariernya.
Di sisi lain, turnamen ini juga menyoroti kembalinya performa gemilang dari petenis putra Carlos Alcaraz yang juga berhasil menembus babak 16 besar setelah mengalahkan Wu Yibing. Bagi Sabalenka, fokus utamanya kini adalah menjaga ritme permainan di babak-babak krusial selanjutnya. Dengan tingkat konsentrasi yang tetap terjaga meski sempat terganggu oleh aroma ganja, ia kini bersiap menghadapi tantangan berikutnya dengan tekad yang lebih kuat untuk mempertahankan trofi US Open miliknya.
Kejadian di lapangan ini menjadi pengingat bagi pihak penyelenggara ajang tenis besar untuk terus meningkatkan pengawasan di area stadion demi kenyamanan dan integritas pertandingan. Bagi Sabalenka, kemenangan atas Rakhimova bukan sekadar angka di papan skor, melainkan bukti bahwa ia tetap mampu mempertahankan fokus di tengah situasi yang tidak terduga.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






