Gayatri Putri News – 18 September 2026 | Stadion Rodrigo Paz Delgado di Quito menjadi saksi bisu salah satu malam paling dramatis dalam sejarah Copa Libertadores 2026. LDU Quito harus mengakhiri perjalanan mereka di kompetisi paling bergengsi di Amerika Selatan ini setelah kalah adu penalti melawan raksasa Brasil, Palmeiras. Pertandingan perempat final tersebut menyuguhkan intensitas tinggi yang menguji saraf para pemain dan staf pelatih dari kedua kubu.
Jalannya Pertandingan yang Penuh Ketegangan
Palmeiras memulai laga dengan sangat percaya diri. Mereka berhasil unggul cepat melalui gol Marlon Freitas pada menit ke-10. Situasi bagi tuan rumah semakin sulit ketika Vitor Roque menggandakan keunggulan tim tamu lewat titik penalti pada menit ke-72, menyusul pelanggaran handball yang dilakukan Richard Mina. Namun, LDU Quito menunjukkan mentalitas pantang menyerah yang menjadi ciri khas mereka di hadapan pendukung sendiri. Dalam rentang waktu singkat di akhir babak kedua, Estrada mencetak dua gol krusial yang menyamakan kedudukan menjadi 2-2, memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti.
Dalam drama adu penalti, kiper Palmeiras, Carlos Miguel, tampil sebagai pahlawan dengan melakukan dua penyelamatan krusial yang mengunci kemenangan timnya dengan skor 4-2. Hasil ini memastikan langkah Palmeiras ke semifinal, sementara LDU Quito harus menerima kenyataan pahit meski telah berjuang habis-habisan hingga detik terakhir.
Kontroversi Kartu Merah dan Nasib Abel Ferreira
Pertandingan ini tidak hanya menyajikan drama di lapangan, tetapi juga insiden di pinggir lapangan yang melibatkan pelatih Palmeiras, Abel Ferreira. Pada menit ke-65, Ferreira diganjar kartu merah langsung oleh wasit Wilmar Roldán akibat protes keras terhadap keputusan yang tidak memberikan pelanggaran bagi timnya. Insiden ini berpotensi memberikan dampak besar bagi Palmeiras di babak selanjutnya.
Sesuai dengan regulasi Conmebol, Ferreira dipastikan absen pada leg pertama semifinal melawan Fluminense akibat sanksi otomatis. Pihak otoritas disiplin saat ini tengah meninjau laporan wasit untuk menentukan apakah ada sanksi tambahan yang perlu dijatuhkan. Jika terbukti melakukan tindakan yang lebih serius, pelatih asal Portugal tersebut bisa absen lebih lama, yang tentu menjadi kerugian besar bagi ambisi Palmeiras meraih gelar juara.
Sorotan terhadap Performa Individu
Di kubu LDU Quito, gelandang Sebastián González menjadi pusat perhatian negatif setelah pertandingan. Ia ditarik keluar oleh pelatih Gustavo Álvarez pada menit ke-56 setelah dianggap kurang memberikan kontribusi maksimal. Kesalahan antisipasinya dalam proses gol pertama Palmeiras menjadi sorotan tajam, yang menambah tekanan bagi sang pemain di tengah ekspektasi tinggi para pendukung tuan rumah.
Menuju Semifinal Copa Libertadores
Kemenangan ini membawa Palmeiras melaju ke babak semifinal untuk menghadapi sesama klub Brasil, Fluminense. Pertandingan semifinal dijadwalkan berlangsung antara tanggal 13 hingga 21 Oktober 2026. Leg pertama akan digelar di Stadion Maracanã, sementara leg kedua akan berlangsung di Nubank Parque. Meskipun LDU Quito tersingkir, mereka tetap mempertahankan catatan impresif di kandang, mengingat Palmeiras belum pernah meraih kemenangan dalam waktu normal di Quito sejak tahun 2009. Kompetisi ini sekali lagi membuktikan statusnya sebagai panggung paling kompetitif di Amerika Selatan, di mana tradisi dan kejutan selalu berjalan beriringan.
Secara keseluruhan, keberhasilan Palmeiras melaju ke semifinal merupakan bukti kedalaman skuad dan mentalitas juara yang mereka miliki, meski harus melalui jalan yang sangat terjal. Absennya Abel Ferreira di laga berikutnya akan menjadi ujian berat bagi tim kepelatihan untuk menjaga performa tim tetap stabil dalam mengejar trofi Libertadores musim ini.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan





