Dominasi Sempurna Celtic: Menghancurkan Aberdeen di Tengah Revolusi Skuad Parkhead

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Dominasi Sempurna Celtic: Menghancurkan Aberdeen di Tengah Revolusi Skuad Parkhead

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 03 September 2026 | Celtic Park kembali menjadi saksi kedigdayaan tuan rumah saat menjamu Aberdeen dalam laga lanjutan Scottish Premiership pada Rabu malam. Di bawah asuhan Martin O’Neill, The Hoops tampil dominan sejak menit awal, memastikan dominasi mereka di papan atas klasemen liga dengan kemenangan telak 3-0 di babak pertama. Pertandingan ini menjadi bukti ketangguhan mental Celtic yang baru saja bangkit dari kekecewaan tersingkir dari Liga Champions.

Dominasi Total di Lapangan

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Celtic langsung menekan pertahanan Aberdeen. Serangan demi serangan yang dilancarkan oleh Camilo Duran dan kolega terbukti terlalu sulit diredam oleh lini belakang The Dons yang dikawal oleh Muller. Keunggulan 3-0 yang tercipta hingga turun minum mencerminkan perbedaan kualitas kedua tim di lapangan. Bagi Aberdeen, kekalahan ini memperpanjang catatan kelam mereka yang belum pernah meraih kemenangan di kandang Celtic sejak Mei 2018.

Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan posisi Celtic di puncak klasemen dengan rekor sempurna, memenangkan semua laga liga musim ini. Sementara itu, Aberdeen kini terpuruk di posisi ke-10 setelah menelan kekalahan beruntun dari Dundee dan Rangers, menunjukkan penurunan performa yang signifikan sejak kemenangan pembuka mereka atas Hearts.

Revolusi Skuad dan Perpisahan Emosional

Di balik gemerlap performa di lapangan, Celtic tengah menjalani fase transisi skuad yang sangat aktif menjelang penutupan jendela transfer. Manajemen klub mengambil langkah berani dengan melepas beberapa pemain, termasuk Reo Hatate yang resmi bergabung dengan Burnley dalam kesepakatan senilai 6,5 juta poundsterling. Selain itu, Johnny Kenny juga dilepas ke Preston North End dengan nilai transfer mencapai 3 juta poundsterling.

Kepergian Hatate menjadi momen emosional bagi para pendukung. Dalam surat perpisahannya, gelandang asal Jepang tersebut mengungkapkan rasa terima kasih mendalam atas dukungan luar biasa selama empat setengah tahun membela panji Celtic. Ia mengakui bahwa atmosfer di Celtic Park, terutama saat lagu ‘You’ll Never Walk Alone’ dikumandangkan, adalah memori yang akan selalu tersimpan di hatinya.

Dinamika Skuad dan Harapan Masa Depan

Selain melepas pemain, Celtic juga aktif mendatangkan tenaga baru untuk memperkuat kedalaman tim. Kehadiran wajah-wajah segar di bangku cadangan, termasuk Landon Emenalo yang baru saja resmi bergabung, memberikan optimisme bagi suporter. Kembalinya kapten Callum McGregor ke dalam skuad memberikan stabilitas yang dibutuhkan di lini tengah, meskipun beberapa pemain kunci lainnya seperti Alistair Johnston, Jota, dan Hatate dipastikan absen karena berbagai alasan.

Strategi transfer Martin O’Neill yang berani ini dinilai sebagai langkah cerdas untuk menjaga daya saing klub di kompetisi domestik. Dengan mendapatkan total sekitar 10 juta poundsterling dari penjualan pemain yang tidak masuk dalam rencana jangka panjang, Celtic kini memiliki modal finansial sekaligus ruang bagi pemain muda untuk menunjukkan tajinya.

Secara keseluruhan, kemenangan meyakinkan atas Aberdeen ini menjadi sinyal kuat bahwa Celtic tetap menjadi kandidat terkuat peraih gelar juara musim ini. Meskipun harus menghadapi tantangan internal berupa perombakan skuad, kedalaman tim dan ketajaman serangan yang dimiliki Celtic terbukti mampu mengatasi rintangan di liga domestik. Bagi Aberdeen, hasil ini menjadi peringatan keras untuk segera memperbaiki lini pertahanan jika ingin kembali bersaing di papan tengah Premiership.