Derbi Madrid Memanas: Atlético Tumbangkan Real Madrid 2-1, Mourinho Meledak, Vinicius Jr Disorot

Avatar Rizky

by

Published

Last update

5 menit

Read Time

Derbi Madrid Memanas: Atlético Tumbangkan Real Madrid 2-1, Mourinho Meledak, Vinicius Jr Disorot

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 21 September 2026 | Derbi ibu kota Spanyol kembali menyajikan drama yang tak kalah seru dari pertandingannya sendiri. Atlético Madrid berhasil menumbangkan Real Madrid dengan skor tipis 2-1 dalam laga LaLiga yang digelar di Riyadh Air Metropolitano, sebuah hasil yang membuat posisi tim tamu semakin terpuruk di papan klasifikasi dan memicu badai kontroversi di ruang ganti maupun ruang pers.

Kemenangan Atlético ini tidak datang tanpa perlawanan berarti. Sepanjang babak pertama, kedua tim saling meredam dan menutup ruang sehingga tak ada gol yang tercipta. Namun, babak kedua berubah drastis menjadi panggung dramatis bagi tuan rumah. Grimaldo membuka keunggulan lewat titik penalti, disusul gol Jonathan David yang memperlebar jarak, sebelum Rüdiger memperkecil kedudukan untuk Madrid di penghujung pertandingan. Kombinasi gol-gol inilah yang akhirnya menentukan nasib kedua tim di klasemen.

Klasemen yang Semakin Menjauh dari Puncak

Kekalahan ini membuat Real Madrid tertahan di peringkat keempat klasemen sementara, tertinggal di belakang Betis dan Atlético, serta berjarak hampir enam poin dari Barcelona yang masih kokoh di puncak dengan koleksi 21 poin. Sementara itu, Atlético yang dilatih Diego Simeone kini menempel ketat sang pemimpin dengan selisih lima poin. Situasi ini jelas menjadi pukulan telak bagi tim asuhan José Mourinho yang baru saja berusaha membangun kembali performa mereka sebelum jeda internasional.

Yang membuat kekalahan ini terasa lebih menyakitkan adalah kenyataan bahwa Madrid sempat bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-52 setelah Dean Huijsen diusir dari lapangan. Bermain dengan jumlah pemain yang tidak seimbang, Madrid kian kewalahan menghadapi gempuran Atlético. Dua gol cepat tuan rumah pada menit ke-53 dan ke-59 praktis mengunci kemenangan mereka, sekaligus mempertegas dominasi Atlético dalam derbi kali ini.

Mourinho Meledak: Dua Kartu Merah yang Tak Diberikan

Usai pertandingan, José Mourinho kembali menunjukkan sisi kontroversialnya yang sempat mereda sejak kembali menangani Madrid. Ia datang ke konferensi pers dengan membawa selembar kertas berisi foto-foto yang ia klaim sebagai bukti ketidakadilan wasit. Menurutnya, ada dua kartu merah yang seharusnya diberikan kepada pemain Atlético, yakni Cristian “Cuti” Romero dan Lee Kang-in, atas pelanggaran keras terhadap pemain Madrid.

“Kami bisa saja melewati konferensi pers ini, karena cerita pertandingan sudah ada di sini,” ujar Mourinho sambil menunjukkan foto-foto tersebut. “Melihat kesulitan yang kami hadapi bermain 11 melawan 10, bayangkan bagaimana jadinya jika kami bermain 11 melawan sembilan selama 50 menit.”

Mourinho juga menyoroti penunjukan wasit Ortiz Arias yang ia nilai tidak berpengalaman untuk memimpin derbi sebesar ini. “Ia wasit berusia 41 tahun yang tidak masuk daftar internasional. Orang malang ini datang ke sini dan tidak mampu menangani tekanan,” tegasnya. Ia bahkan menyebut bahwa pihak yang paling berbahagia selain pendukung Atlético adalah komite perwasitan, seraya menyebut serangkaian keputusan aneh yang menurutnya telah merugikan Madrid sepanjang musim ini.

Simeone Menyerukan Respek

Menanggapi ledakan Mourinho, pelatih Atlético Diego Simeone memilih sikap yang lebih tenang namun tegas. Ia mengingatkan bahwa dalam sepak bola, semua pihak bisa kalah, tetapi batas respek tidak boleh dilanggar. “Kita semua kadang kalah, tetapi tidak boleh melewati batas respek, terlepas dari apakah namamu Mourinho, Flick, atau Simeone,” ujarnya.

Pernyataan Simeone ini menjadi penyejuk di tengah panasnya situasi pascapertandingan, sekaligus menegaskan bahwa rivalitas Madrid dan Atlético tetap harus dijalani dengan sportivitas meski tensinya selalu tinggi.

Vinicius Jr Jadi Sorotan Analis

Di luar polemik wasit, sorotan juga mengarah kepada bintang Real Madrid, Vinicius Jr. Analis sepak bola Julio Maldonado, yang dikenal dengan nama Maldini, secara blak-blakan menilai bahwa penampilan pemain Brasil itu tidak lagi layak untuk mengisi starting line-up. Dalam analisisnya di kanal YouTube Mundo Maldini, ia menyebut bahwa masalah utama Madrid sebenarnya bukan sekadar hasil buruk, melainkan absennya seorang gelandang organisator di lini tengah.

Menurut Maldini, satu-satunya pemain yang mampu menjalankan peran tersebut dalam skema double pivot adalah Bernardo Silva, namun Mourinho tampak belum sepenuhnya mempercayainya. Akibatnya, Madrid kembali mengandalkan duet Tchouaméni dan Valverde, kombinasi yang dinilai tidak mampu mengatur ritme permainan melawan tim sekelas Atlético. Kondisi ini, kata Maldini, membuat Madrid berada di titik yang sama seperti musim lalu, tanpa solusi nyata di lini tengah.

Isu Julián Álvarez Ikut Mewarnai Rivalitas

Rivalitas Madrid dan Atlético juga diwarnai isu transfer yang melibatkan penyerang Atlético, Julián Álvarez. Bintang Barcelona, Raphinha, ikut mengomentari situasi tersebut dan mengaku sulit memahami sikap Atlético yang menolak melepas pemain Argentina itu. Menurutnya, jika seorang pemain sudah tidak nyaman di suatu klub, akan sulit baginya tampil maksimal.

“Saya tidak mengerti apa yang dilakukan Atlético, karena jika seorang pemain tidak nyaman di suatu tempat, sulit baginya untuk tampil baik. Ia sudah jelas ingin pergi,” ujar Raphinha. Ia mengakui bahwa wajar bagi klub untuk mempertahankan pemain sekaliber Álvarez, namun ia menilai situasi ini sudah melampaui batas normal. Barcelona memang sempat berupaya mendatangkan Álvarez, tetapi Atlético bersikeras tidak akan memperkuat rival langsungnya.

Jalan Panjang Madrid dan Peluang Atlético

Kekalahan di derbi ini menempatkan Madrid dalam posisi yang sulit menjelang laga-laga berat berikutnya, termasuk Clásico pertama tahun ini yang sudah menanti di kalender. Mourinho dituntut segera menemukan formula yang tepat untuk membangkitkan kembali performa tim, terutama dalam hal organisasi permainan di lini tengah yang selama ini menjadi kelemahan utama.

Di sisi lain, Atlético semakin percaya diri dengan kemenangan ini. Mereka tidak hanya meraih tiga poin berharga, tetapi juga mempertegas status sebagai salah satu penantang serius gelar juara musim ini. Dengan selisih poin yang semakin tipis dari Barcelona, Simeone dan pasukannya memiliki alasan kuat untuk terus melaju.

Derbi Madrid kali ini menjadi pengingat bahwa sepak bola tidak pernah hanya soal hasil akhir. Kontroversi wasit, kritik terhadap pemain bintang, dan dinamika bursa transfer menjadi bumbu yang membuat rivalitas dua klub sekota ini selalu menarik untuk disimak. Madrid harus segera berbenah jika tidak ingin semakin tertinggal, sementara Atlético berhak menikmati momen kemenangan yang mereka raih dengan kerja keras.