Api Dekati Banjarmasin, Polresta dan Polres Batola Kolaborasi Padamkan Karhutla di Handil Bakti

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Api Dekati Banjarmasin, Polresta dan Polres Batola Kolaborasi Padamkan Karhutla di Handil Bakti

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 23 September 2026 | Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali melanda kawasan Handil Bakti, sebuah wilayah yang berada di perbatasan antara Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri karena titik api kian mendekati permukiman warga di Kota Banjarmasin. Menyikapi kondisi tersebut, Polresta Banjarmasin bersama Polres Batola bergerak cepat melakukan kolaborasi pemadaman pada Selasa sore.

Pengerahan personel dilakukan sebagai wujud sinergi lintas kepolisian resor atau rayonisasi di tengah status Siaga Darurat Karhutla Kalimantan Selatan. Anggota dari kedua kesatuan bahu-membahu di lapangan, bergantian memegang selang pemadam dengan suplai air yang dialirkan dari mobil Water Canon milik Polresta Banjarmasin. Upaya ini menjadi salah satu langkah taktis untuk mencegah api menjalar lebih jauh ke arah kota.

Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin memimpin langsung pengerahan puluhan personel ke lokasi kejadian. Ia menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial, terutama karena lokasi kebakaran berada dekat dengan batas Kota Banjarmasin. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi darurat seperti ini.

Dalam operasi pemadaman tersebut, personel Polresta Banjarmasin dan Polres Batola tidak bekerja sendiri. Mereka bergabung dengan tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta sejumlah relawan yang sudah lebih dulu berada di titik lokasi. Kombinasi kekuatan antarinstansi ini mempercepat proses pemadaman dan meminimalkan risiko perluasan area terbakar.

Sinergi Lintas Instansi Jadi Kunci Pemadaman

Sinergi antara dua pimpinan Polres ditegaskan sebagai bentuk komitmen bersama untuk menjaga dan melindungi masyarakat dari dampak Karhutla. Api yang sempat membesar akhirnya berhasil dipadamkan berkat kerja sama antar-Polres serta kolaborasi dengan berbagai pihak terkait. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa penanganan bencana asap membutuhkan koordinasi lintas sektor yang solid.

Adapun rangkaian upaya yang dilakukan dalam operasi pemadaman kali ini meliputi:

  • Pengerahan personel gabungan dari Polresta Banjarmasin dan Polres Batola.
  • Penggunaan mobil Water Canon sebagai sumber suplai air utama.
  • Pembagian tugas pemadaman secara bergantian agar personel tidak kelelahan.
  • Koordinasi dengan BPBD dan relawan di titik lokasi kebakaran.
  • Pemantauan area guna memastikan tidak ada titik api yang tersisa.

Status Siaga Darurat Karhutla Kalimantan Selatan menjadi dasar penting bagi percepatan penanganan di lapangan. Dengan status tersebut, setiap instansi memiliki kewenangan dan kewajiban untuk bergerak cepat, termasuk melakukan rayonisasi atau penguatan wilayah antar-Polres. Langkah ini dinilai efektif untuk menekan dampak kabut asap yang kerap mengganggu aktivitas masyarakat.

Kawasan Handil Bakti sendiri dikenal sebagai wilayah yang cukup rawan terhadap kejadian Karhutla, terutama pada musim kemarau. Lokasinya yang berada di perbatasan dua daerah administratif membuat penanganannya memerlukan koordinasi khusus. Kehadiran personel gabungan di lokasi menjadi bukti bahwa batas wilayah tidak menjadi penghalang dalam upaya penyelamatan lingkungan dan masyarakat.

Keberhasilan pemadaman di Handil Bakti diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain yang menghadapi persoalan serupa. Kolaborasi antara kepolisian, BPBD, dan relawan menjadi fondasi penting dalam menjaga kualitas udara serta mencegah bencana asap yang lebih luas. Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada dan tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat risiko Karhutla yang masih tinggi.