Gayatri Putri News – 29 September 2026 | Kemarau panjang yang melanda tahun 2026 meningkatkan risiko kebakaran, baik di kawasan hutan maupun permukiman yang banyak menggunakan material kayu. Namun, di Kota Banjarmasin, data terbaru justru menunjukkan tren penurunan jumlah kasus kebakaran dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Banjarmasin menyampaikan bahwa hingga Agustus 2026 tercatat 88 kasus kebakaran, mulai dari skala kecil hingga besar. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode Januari–Agustus 2025 yang mencapai 97 kasus. Meski demikian, ia mengakui bahwa pada fase kemarau panjang, intensitas kebakaran memang cenderung lebih tinggi.
“Kasus kebakaran mulai Januari sampai Agustus antara tahun 2025 dan 2026 mengalami penurunan. Namun fase kemarau ini kasus kebakaran memang lebih tinggi,” ujarnya.
Penyebab Utama Kebakaran
Data Perbandingan Kasus Kebakaran
| Periode | Jumlah Kasus Kebakaran |
|---|---|
| Januari–Agustus 2025 | 97 kasus |
| Januari–Agustus 2026 | 88 kasus |
Dari tabel di atas terlihat adanya penurunan sembilan kasus atau sekitar 9,3 persen dibandingkan tahun lalu. Meski secara statistik menurun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat musim kemarau masih berlangsung.
Langkah Pencegahan dan Mitigasi
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Banjarmasin mengimbau masyarakat untuk menerapkan sejumlah langkah pencegahan sederhana guna menekan risiko kebakaran:
- Hentikan kebiasaan membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar di dekat area kering.
- Periksa instalasi listrik secara berkala dan hindari penggunaan colokan listrik bertumpuk.
- Sediakan air atau Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di area rawan seperti rumah atau tempat usaha.
Selain itu, warga diminta segera melapor kepada petugas pemadam kebakaran jika melihat tanda-tanda kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan kerugian dapat diminimalkan.
Dengan penerapan langkah mitigasi yang konsisten, diharapkan tren penurunan kasus kebakaran di Banjarmasin dapat terus berlanjut hingga akhir tahun 2026.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






