Gayatri Putri News – 28 Agustus 2026 | Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) tengah melakukan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah. Fokus utama pemerintah saat ini adalah memetakan potensi tekanan harga pangan yang kerap muncul menjelang perayaan Bulan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.
Langkah ini diambil menyusul adanya peningkatan aktivitas masyarakat yang memicu lonjakan permintaan terhadap komoditas kebutuhan pokok. Dalam rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Auditorium Sekretariat Daerah HST, Rabu (12/8/2026), Bupati HST Samsul Rizal menekankan pentingnya menjaga ketersediaan stok serta kelancaran distribusi barang di pasar.
Beberapa strategi yang disiapkan oleh Pemkab HST untuk menghadapi potensi kenaikan tersebut antara lain:
- Memperkuat Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk menjamin pasokan barang tetap stabil.
- Menyiapkan opsi pemberian subsidi harga dan subsidi biaya transportasi angkutan logistik.
- Melaksanakan operasi pasar murah sebagai upaya intervensi langsung bagi masyarakat.
- Meningkatkan pengawasan administrasi dan pelaporan data inflasi untuk evaluasi kinerja.
Bupati Samsul Rizal menegaskan bahwa TPID harus proaktif membaca gangguan pasokan sebelum harga melonjak di pasaran. Koordinasi lintas instansi menjadi kunci utama agar setiap potensi kelangkaan dapat diatasi lebih awal. Selain itu, aspek pendataan yang akurat juga menjadi perhatian serius agar seluruh langkah intervensi yang dilakukan pemerintah daerah dapat terukur efektivitasnya.
Dengan pemetaan kebutuhan yang matang serta kesiapan skema intervensi sejak dini, Pemkab HST optimistis dapat menekan risiko inflasi serta menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga selama momentum Hari Besar Keagamaan Nasional berlangsung.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






