Kabar Baik untuk Garuda: Jay Idzes Kembali Berlatih Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Kabar Baik untuk Garuda: Jay Idzes Kembali Berlatih Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 15 Agustus 2026 | Kabar melegakan datang bagi Timnas Indonesia dan para pendukungnya. Kapten tim, Jay Idzes, akhirnya resmi kembali ke lapangan hijau setelah menjalani masa pemulihan cedera tumit dan otot paha yang cukup panjang. Bek berusia 26 tahun ini telah terlihat mengikuti sesi latihan bersama klubnya, Sassuolo, di Italia, yang menjadi sinyal positif di tengah persiapan skuad Garuda menghadapi ajang bergengsi FIFA ASEAN Cup 2026.

Sebelumnya, kondisi Jay Idzes sempat menjadi tanda tanya besar setelah ia harus absen dalam tujuh laga pramusim Sassuolo sejak Juli 2026. Absennya Idzes selama masa pramusim sempat menimbulkan kekhawatiran baik di internal klub maupun di jajaran pelatih Timnas Indonesia. Pelatih Sassuolo, Alberto Aquilani, sempat berada dalam situasi harap-harap cemas menanti pemulihan sang pemain, mengingat perannya yang vital di lini belakang untuk kompetisi Serie A mendatang.

Opsi Taktik John Herdman di Lini Belakang

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, kini mulai merancang strategi untuk FIFA ASEAN Cup yang akan dihelat pada 24 September hingga 6 Oktober 2026. Meskipun Idzes sudah kembali berlatih, pihak tim pelatih tetap menyiapkan rencana cadangan jika sang kapten belum memungkinkan untuk tampil penuh. Pengalaman membuktikan bahwa Indonesia mampu tampil solid tanpa Idzes, seperti yang terlihat saat meraih kemenangan atas Oman dan Mozambik pada FIFA Matchday Juni 2026 lalu.

Dalam absennya Idzes, John Herdman sempat mengandalkan trio bek sentral yang dihuni oleh Rizki Ridho, Elkan Baggott, dan Justin Hubner. Komposisi ini terbukti cukup tangguh dalam menjaga kedalaman pertahanan. Namun, pengamat sepak bola senior, Gusnul Yakin, memberikan masukan agar tim pelatih lebih fleksibel dalam meracik strategi:

  • John Herdman disarankan untuk tidak terpaku pada formasi tiga bek jika komposisi pemain tidak mendukung.
  • Variasi penggunaan empat bek dapat diterapkan untuk menghindari permainan yang monoton dan mudah dibaca lawan.
  • Perbaikan di area tengah menjadi catatan penting, terutama setelah evaluasi kekalahan tim di masa lalu.

Harapan Besar pada Kekuatan Diaspora

Pengamat sepak bola lainnya, Bung Ropan, memberikan pandangan optimis terkait peluang Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Ia mendorong John Herdman untuk memaksimalkan kehadiran para pemain diaspora yang berkarier di Eropa. Menurutnya, ajang ini adalah momentum tepat untuk menampilkan skuad dengan kualitas individu yang mampu memberikan perbedaan signifikan dalam visi permainan, presisi umpan, dan transisi taktis.

Bung Ropan menekankan bahwa sosok Jay Idzes adalah elemen yang nyaris tak tergantikan di lini pertahanan. Kehadirannya di lapangan bukan hanya soal teknis, tetapi juga memberikan efek psikologis bagi lawan. Jika Idzes dalam kondisi prima, ia diprediksi akan menjadi tembok kokoh bersama Justin Hubner dan Elkan Baggott dalam skema tiga bek yang kerap diandalkan.

Kini, publik sepak bola tanah air menanti kepastian lebih lanjut mengenai kebugaran Jay Idzes saat ia mulai terjun dalam laga kompetitif bersama Sassuolo. Kehadirannya di lapangan pertandingan dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi tolok ukur utama apakah ia akan memimpin Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026 atau memerlukan waktu tambahan untuk memastikan kondisi fisiknya benar-benar pulih total tanpa risiko cedera berulang.

Secara keseluruhan, kembalinya Jay Idzes ke sesi latihan menjadi modal berharga bagi timnas. Meskipun opsi taktis tanpa sang kapten tetap dipersiapkan, kehadiran pemain dengan kualitas seperti Idzes tentu akan memberikan kepercayaan diri lebih besar bagi Indonesia untuk bersaing di level tertinggi Asia Tenggara.