Indonesia Dukung Seruan Notifikasi Sebelum Uji Coba Rudal Balistik

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Indonesia Dukung Seruan Notifikasi Sebelum Uji Coba Rudal Balistik

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 15 Agustus 2026 | Indonesia menyatakan dukungannya terhadap seruan Konferensi Perlucutan Senjata (Conference on Disarmament) agar negara-negara dengan senjata nuklir mematuhi prinsip untuk menyampaikan pemberitahuan sebelum melakukan uji coba rudal balistik dan senjata sejenisnya.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Vahd Nabyl A. Mulachela di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Nabyl menyatakan bahwa Indonesia mendukung adanya inisiatif yang mendesak notifikasi awal, karena hal itu mendorong transparansi dan upaya building kepercayaan.

Indonesia menilai penyampaian notifikasi sebelum uji coba rudal balistik dapat mengurangi risiko salah persepsi dan miskalkulasi, terlebih karena uji coba tersebut melibatkan senjata-senjata berukuran besar yang mematikan.

Lebih lanjut, Indonesia berharap agar upaya meningkatkan transparansi uji coba senjata tersebut menjadi bagian dari tujuan bersama untuk menghentikan perlombaan senjata nuklir.

Negara-negara pemilik senjata nuklir juga diharapkan untuk memenuhi komitmen dan kewajiban mereka dalam melakukan pelucutan senjata.

Sebanyak 41 negara telah menyerukan kepada negara-negara bersenjata nuklir untuk mematuhi protokol pemberitahuan terlebih dahulu sebelum uji coba rudal balistik jarak jauh.

Pernyataan bersama tersebut disampaikan dalam Konferensi Perlucutan Senjata di Geneva, Swiss, dan dirilis oleh Misi AS untuk Organisasi Internasional pada Selasa (11/8/2026).

Mereka secara khusus mendesak negara-negara pemilik senjata nuklir yang meluncurkan rudal balistik antarbenua, rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam (SLBM), dan kendaraan peluncuran antariksa (SLV) untuk mengeluarkan pemberitahuan setidaknya 24 jam sebelumnya.

Mereka juga memperingatkan bahwa uji coba tanpa pemberitahuan yang memadai sangat mengancam stabilitas dan keamanan maritim global.

Pernyataan ini muncul setelah China bulan lalu mengeklaim berhasil melakukan uji peluncuran rudal strategis dari kapal selam nuklir.

Uji coba itu dilakukan hanya beberapa jam setelah China memberi tahu sejumlah negara Pasifik tentang rencana tersebut.

Ini menandai uji coba rudal strategis kedua China sejak menembakkan rudal balistik antarbenua (ICBM) ke Samudra Pasifik pada September 2024, uji coba pertama sejak 1980.

Indonesia berharap agar upaya meningkatkan transparansi uji coba senjata tersebut menjadi bagian dari tujuan bersama untuk menghentikan perlombaan senjata nuklir.

Negara-negara pemilik senjata nuklir juga diharapkan untuk memenuhi komitmen dan kewajiban mereka dalam melakukan pelucutan senjata.