Jannik Sinner Mundur dari US Open 2026: Badai Cedera dan Kontroversi Doping yang Mengguncang Tenis Dunia

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Jannik Sinner Mundur dari US Open 2026: Badai Cedera dan Kontroversi Doping yang Mengguncang Tenis Dunia

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 24 Agustus 2026 | Dunia tenis profesional dikejutkan oleh kabar mundurnya Jannik Sinner dari ajang US Open 2026. Petenis peringkat atas tersebut terpaksa menarik diri dari Grand Slam penutup tahun ini akibat cedera lutut kanan yang dialaminya. Keputusan ini menjadi pukulan telak bagi para penggemar, mengingat Sinner sebelumnya digadang-gadang sebagai favorit utama untuk menjuarai turnamen di Flushing Meadows tersebut.

Keputusan Sinner untuk memprioritaskan pemulihan kesehatan mendapat dukungan penuh dari berbagai kalangan. Corrado Barazzutti, mantan kapten tim Piala Davis Italia, menegaskan bahwa langkah tersebut adalah keputusan yang paling bijak. Ia merujuk pada pengalaman masa lalu, seperti kasus Fabio Fognini pada 2023 yang memaksakan diri bertanding dalam kondisi cedera, yang justru berujung pada cedera yang lebih parah dan absen panjang.

Statistik Cedera yang Mengkhawatirkan

Absennya Sinner menambah daftar panjang pemain elite yang harus menepi dari lapangan. Fenomena ini memicu perdebatan mengenai jadwal pertandingan yang dianggap terlalu padat. Professional Tennis Players Association (PTPA) telah merilis data statistik yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam kasus cedera pemain papan atas:

  • Cedera tubuh bagian atas meningkat sebesar 42 persen.
  • Kasus cedera lengan naik tajam sebesar 112 persen.
  • Cedera yang menyebabkan pertandingan berhenti meningkat 53 persen.
  • Tingkat cedera berulang naik sebesar 55 persen.

Mantan pelatih Serena Williams, Patrick Mouratoglou, menyoroti bahwa angka-angka tersebut sangat mengkhawatirkan. Meskipun banyak pihak menuding kalender turnamen sebagai penyebab utama, Mouratoglou menilai ada faktor lain yang lebih kompleks di balik lonjakan cedera ini. Situasi ini pun menciptakan ketidakpastian di peta persaingan tenis dunia, di mana pemain seperti Carlos Alcaraz juga sempat berjuang keras melawan cedera pergelangan tangan sebelum kembali berkompetisi.

Di Balik Polemik Doping

Di tengah pemulihan cederanya, nama Jannik Sinner juga sempat terseret dalam pusaran kontroversi doping yang memanas. Andy Roddick, mantan petenis nomor satu dunia, secara terbuka mengkritik Nick Kyrgios yang terus melontarkan serangan verbal terhadap Sinner terkait isu doping. Roddick menyebut perilaku Kyrgios sebagai tindakan munafik, terutama mengingat petenis Australia tersebut kini juga tengah menghadapi sanksi akibat positif menggunakan zat terlarang.

Roddick menekankan bahwa hukuman yang diterima Sinner, seperti pengurangan poin peringkat dan hadiah uang, adalah bagian dari protokol resmi organisasi tenis. Ia menilai serangan yang dilakukan Kyrgios bukan lagi sekadar kritik, melainkan sebuah vendetta pribadi yang tidak berdasar pada fakta hukum yang ada.

Sementara para pemain top berguguran, ajang tenis dunia terus bergulir. Di Cincinnati Open, nama-nama seperti Frances Tiafoe dan Arthur Fils muncul sebagai penantang baru yang patut diwaspadai. Dengan absennya Sinner di US Open, panggung kini terbuka lebar bagi para petenis lain untuk menunjukkan taji dan mengejar ambisi meraih gelar Grand Slam. Sinner sendiri kini fokus pada proses pemulihan agar bisa kembali tampil bugar di turnamen besar seperti Shanghai Masters dan Paris Masters, di mana ia berstatus sebagai juara bertahan.

Kepergian sementara Jannik Sinner dari sirkuit ATP menjadi pengingat keras bagi komunitas tenis tentang pentingnya menjaga kesehatan fisik di tengah tuntutan kompetisi yang ekstrem. Fokus utama Sinner saat ini adalah kembali dengan kondisi prima, sementara dunia tenis terus mengevaluasi bagaimana cara terbaik untuk melindungi para atletnya dari ancaman cedera yang semakin sering terjadi.