Malaysia Hancurkan Singapura 6-0, Gavin Lee Merasa Malu dan Sebut Ada yang Tak Biasa

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 02 Oktober 2026 | Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, menjadi saksi salah satu hasil paling mengejutkan dalam gelaran FIFA ASEAN Cup 2026. Timnas Malaysia tampil menggila dan menghancurkan Singapura dengan skor telak 6-0 pada laga terakhir Grup A, Kamis (1/10/2026) malam WIB. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi The Lions, sekaligus menorehkan catatan sejarah kelam bagi sepak bola Singapura.

Dominasi Malaysia Sejak Babak Pertama

Sejak peluit kick-off dibunyikan, Harimau Malaya langsung mengambil inisiatif serangan. Penguasaan bola yang dominan membuat pertahanan Singapura terus ditekan. Keunggulan Malaysia akhirnya terbuka melalui titik penalti yang dieksekusi oleh striker naturalisasi, Bergson da Silva. Tidak lama berselang, Stuart Wilkin menggandakan keunggulan menjadi 2-0, dan skor tersebut bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, tekanan Malaysia bukannya mengendur. Justru sebaliknya, pasukan asuhan pelatih Malaysia itu semakin ganas. Bergson melengkapi hattrick-nya di laga ini, sementara Paulo Josue dan Syahir Bashah turut mencatatkan nama di papan skor. Singapura yang mencoba mengandalkan serangan balik melalui Ikhsan Fandi dan kolega sama sekali tidak mampu memaksimalkan peluang, dan harus rela gawangnya dibobol enam kali tanpa balas.

Rekor Buruk Singapura dan Reaksi Gavin Lee

Kekalahan 0-6 ini menjadi yang terburuk bagi Singapura sejak Merdeka Tournament 1978, ketika mereka juga digasak Malaysia dengan jumlah gol yang sama. Pelatih Singapura, Gavin Lee, tidak menutupi rasa kecewanya. Ia mengakui bahwa penampilan anak asuhnya jauh dari standar yang dibutuhkan untuk melaju lebih jauh di turnamen ini.

“Kami tentu kecewa dengan hasil ini. Meski jalannya pertandingan terasa tidak sepenuhnya mencerminkan skor akhir, kami harus mengakui bahwa penampilan tim belum cukup untuk membawa kami lolos. Hasil ini menjadi sesuatu yang memalukan bagi kami,” ujar Gavin Lee.

Pelatih berusia 36 tahun itu juga menyoroti ada sesuatu yang tidak biasa dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, Malaysia tetap tampil begitu termotivasi untuk mencetak lebih banyak gol meski sudah unggul 3-0. “Melihat tim yang begitu termotivasi untuk mencetak lebih banyak gol setelah unggul 3-0 adalah sesuatu yang tidak biasa,” katanya.

Kekecewaan di Kubu Malaysia

Di sisi lain, kemenangan besar Malaysia ternyata belum cukup untuk mengantar mereka ke partai final. Malaysia harus tersingkir karena kalah selisih gol dari Indonesia. Bek Timnas Malaysia, Daniel Ting, mengaku senang dengan performa timnya namun kecewa dengan hasil akhirnya.

“Ya, saya rasa ini penampilan yang kuat dari kami. Tentu saja, ini pertandingan yang bagus untuk kami menangkan. Skor sangat besar melawan rival besar. Tapi tentu saja sangat mengecewakan saat tahu pada akhirnya kami tidak bisa berhasil lolos,” ucap Daniel Ting.

Netizen Serbu Instagram Singapura

Kekalahan mengejutkan ini memicu reaksi keras dari warganet, terutama dari Indonesia. Akun Instagram Asosiasi Sepak Bola Singapura (FAS) dibanjiri komentar pedas. Banyak yang menilai hasil 0-6 ini janggal, mengingat Singapura dikenal memiliki pertahanan yang solid dan sering merepotkan tim-tim kuat Asia Tenggara.

  • “Kekalahan 6-0 yang mencurigakan tapi King Indo tetap ke final,” tulis seorang netizen.
  • “Terlalu kelihatan mass,” komentar lain yang mendapat banyak like.
  • “Kalian tahu kenapa Indonesia tidak percaya kalian bisa kebobolan 6-0? Itu karena Indonesia mengakui kualitas pemain kalian,” ujar warganet lainnya.

Meski demikian, Gavin Lee menegaskan bahwa kekalahan ini harus menjadi bahan evaluasi bagi timnya. Ia menekankan pentingnya memahami standar permainan yang ingin dicapai dan terus berbenah untuk kompetisi mendatang.

Kekalahan telak Malaysia vs Singapura ini menjadi pengingat keras bahwa dalam sepak bola, kejutan bisa terjadi kapan saja. Bagi Singapura, ini adalah pukulan yang memalukan sekaligus momentum untuk introspeksi. Sementara bagi Malaysia, kemenangan besar ini tetap tidak cukup untuk melaju ke final, meninggalkan rasa kecewa meski telah tampil dominan. Turnamen pun berlanjut tanpa kehadiran kedua tim di partai puncak, sementara Indonesia melenggang ke final dengan keunggulan selisih gol.

Sumber Berita: JPNN.com, detikcom, CNN Indonesia, Bola.com

Penulis: Redaksi Olahraga

Editor: Tim Editor