Gayatri Putri News – 01 Oktober 2026 | SEVILLA — Juara dunia Spanyol melanjutkan performa impresif mereka dengan kemenangan meyakinkan 4-1 atas Kroasia pada laga kedua Grup A3 UEFA Nations League di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Sevilla. Lamine Yamal menjadi bintang utama dengan dua gol dan satu assist, membawa La Roja memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi 40 pertandingan sekaligus menjaga kesempurnaan awal mereka di kompetisi ini.
Laga ini menjadi momen spesial bagi Spanyol karena merupakan pertandingan kandang pertama sejak mengangkat trofi Piala Dunia Juli lalu. Rodri, yang baru saja menyabet gelar pemain terbaik, memamerkan trofi tersebut kepada publik Sevilla sebelum kick-off, dan perayaan berlanjut hanya dalam dua menit setelah pertandingan dimulai.
Gol Kilat Yamal Buka Pesta Gol
Yamal membuka keunggulan Spanyol pada menit kedua, persis seperti yang ia lakukan saat melawan Inggris di Wembley akhir pekan lalu. Umpan Alex Baena ke dalam kotak penalti dengan cerdik dilewatkan oleh Fermin Lopez, memungkinkan Yamal menyambut bola dengan sepakan kaki kiri melengkung rendah ke sudut jauh gawang yang dijaga Dominik Livakovic.
Spanyol tampak siap menjauh, namun Kroasia menunjukkan semangat juangnya. Pada menit ke-28, Dion Beljo memanfaatkan umpan silang Ivan Perisic untuk menyundul bola melewati kiper Spanyol, menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol itu membuktikan bahwa kelemahan Spanyol dalam duel udara masih bisa dieksploitasi.
Namun, ketenangan Spanyol patut diacungi jempol. Hanya tiga menit berselang, mereka kembali unggul. Yamal mengirim umpan silang ke kotak enam meter dan Marc Pubill menyambutnya dengan sundulan keras yang tak mampu dijangkau Livakovic. Gol itu menjadi gol pertama Pubill untuk timnas sekaligus keterlibatan kedua Yamal di laga ini.
Pedri Masuk, Yamal Menutup Laga
Memasuki babak kedua, Kroasia berusaha menekan lebih agresif. Pelatih Spanyol Luis de la Fuente merespons dengan memasukkan Pedri pada menit ke-57. Dampaknya langsung terasa. Enam menit kemudian, Pedri mengirim umpan vertikal dari tengah, dan Yamal menerimanya di sisi kanan kotak penalti sebelum melepaskan tembakan kaki kiri ke sudut dekat gawang. Skor berubah 3-1, dan Yamal menorehkan tiga gol dalam dua pertandingan Nations League.
Pemain pengganti Nico Williams melengkapi pesta gol pada menit ke-89. Setelah menerima bola di dalam kotak penalti, ia melewati bek Kroasia dan melepaskan tembakan kaki kiri keras yang menggetarkan jala gawang. Kemenangan 4-1 pun memastikan Spanyol meraih dua kemenangan dari dua laga Grup A3.
Dominasi Spanyol dan Tantangan Regenerasi Kroasia
Sepanjang pertandingan, Spanyol benar-benar mengendalikan permainan. Penguasaan bola yang rapi membuat Kroasia harus bekerja keras mengejar bayangan. Luka Modric, yang kini berusia di atas 40 tahun, tetap menunjukkan kelasnya dengan distribusi bola dan kerja keras yang luar biasa. Namun, ia tidak mampu membawa Kroasia mengendalikan jalannya pertandingan.
Fakta bahwa Modric, Perisic, dan Kovacic masih menjadi tulang punggung timnas menunjukkan bahwa regenerasi Kroasia tidak berjalan mudah. Meski memiliki pemain muda berkualitas seperti Josko Gvardiol, Kroasia masih bergantung pada generasi emasnya untuk bersaing di level tertinggi.
Kemenangan ini juga menegaskan bahwa Spanyol bukan sekadar tim yang bergantung pada satu pemain. Yamal memang sedang dalam performa terbaik, tetapi tim juara dunia ini memiliki struktur permainan yang jelas. Setiap pemain menjalankan perannya dengan disiplin, sehingga ketika satu pemain kehilangan performa, pemain lain siap mengambil alih tanggung jawab.
Keberanian De la Fuente menyimpan Pedri di bangku cadangan hingga menit ke-57 justru menunjukkan kedalaman skuad Spanyol. Ketika Pedri masuk, ia langsung memberikan dampak nyata dengan assist untuk gol ketiga Yamal. Fleksibilitas dan kualitas individu yang dimiliki Spanyol membuat mereka tetap berbahaya dalam situasi apa pun.
Hasil Laga Lain
Sementara itu, di Praha, Inggris meraih kemenangan 2-0 atas Republik Ceko yang bermain dengan sepuluh orang. Pavel Sulc diusir keluar lapangan pada menit ke-23 karena pelanggaran terhadap Elliot Anderson. Meski unggul jumlah pemain, Inggris kesulitan menciptakan peluang sebelum Anthony Gordon memecah kebuntuan dua menit setelah babak kedua dimulai melalui sundulan memanfaatkan umpan silang Trent Alexander-Arnold. Harry Kane menggandakan keunggulan pada menit ke-69.
Di Grup B1, Swiss meraih kemenangan kedua mereka dengan mengalahkan Skotlandia 3-0. Skotlandia harus bermain dengan sepuluh orang setelah Jack Hendry diusir keluar pada menit ke-11. Ricardo Rodriguez mencetak gol dari tendangan bebas hasil pelanggaran tersebut, sebelum Nico Elvedi dan Zeki Amdouni menambah gol di babak kedua. Slovenia juga meraih kemenangan 2-0 atas Makedonia Utara.
Kesimpulan
Kemenangan 4-1 atas Kroasia menegaskan posisi Spanyol sebagai kekuatan dominan sepak bola dunia saat ini. Dengan rekor tak terkalahkan mencapai 40 pertandingan dan penampilan gemilang Lamine Yamal, La Roja tampak siap mempertahankan gelar juara Nations League sekaligus membangun fondasi menuju turnamen-turnamen besar berikutnya. Bagi Kroasia, laga ini menjadi cerminan tantangan regenerasi yang harus segera mereka atasi agar tetap bersaing di level elit Eropa.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan





