Gayatri Putri News – 01 Oktober 2026 | Laga persahabatan bertajuk Australia vs Brasil di Suncorp Stadium, Brisbane, menyajikan drama lengkap yang berakhir dengan kemenangan 4-2 untuk tim tamu. Namun, sorotan tak hanya tertuju pada pesta gol Selecao. Ada momen istimewa dari Connor Metcalfe yang langsung memicu nostalgia sepak bola Amerika Selatan.
Golazo Metcalfe yang Identik dengan Juanfer Quintero
Pada menit ke-33, gelandang Australia yang merumput di St. Pauli itu melepaskan tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti. Bola melesat deras ke sudut gawang, mengecoh kiper Brasil, Otavio, tanpa sempat tersentuh. Gol tersebut begitu mirip dengan lesakan legendaris Juan Fernando Quintero untuk River Plate di final Copa Libertadores 2018 melawan Boca Juniors di Santiago Bernabeu, Madrid.
Bedanya, bola sepakan Metcalfe masuk tanpa membentur mistar gawang, dan terjadi di sisi gawang yang berbeda. Momen itu menjadi puncak perlawanan Socceroos yang sempat berbalik unggul 2-1 pada babak pertama.
Jalannya Pertandingan di Brisbane
Brasil sebenarnya memulai laga dengan sangat impresif. Baru tiga menit berjalan, Vanderson membuka keunggulan lewat kerja sama apik yang melibatkan Bruno Guimaraes, Danilo, dan Rayan. Namun, kelengahan di lini belakang membuat Australia bangkit.
- Menit 3: Vanderson membawa Brasil unggul 1-0.
- Menit 28: Alessandro Circati menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
- Menit 33: Connor Metcalfe mencetak golazo, Australia berbalik unggul 2-1.
- Menit 45: Raphinha menyamakan skor lewat penalti, 2-2.
- Menit 69: Bruno Guimaraes membawa Brasil kembali unggul 3-2.
- Menit 80: Vinicius Junior menutup kemenangan 4-2 dari titik putih.
Hasil ini menjadi pembalasan manis bagi Brasil setelah empat hari sebelumnya hanya bermain imbang 1-1 melawan Australia di Townsville. Kemenangan ini sekaligus menjadi reaksi usai eliminasi di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Ancelotti Rotasi dan Debut Pemain Muda
Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, melakukan tujuh perubahan dari pertemuan pertama. Ia memperkuat lini tengah dengan memasukkan Gabriel Bontempo, yang menjalani debut bersama timnas senior pada usia 21 tahun. Kiper muda Otavio, 20 tahun, juga mendapat kesempatan tampil sebagai starter.
Hanya empat nama yang bertahan di starting eleven: Bruno Guimaraes, Danilo, Vinicius Junior, dan Raphinha. Pada babak kedua, Ancelotti kembali memberikan menit bermain kepada pemain-pemain pelapis seperti Endrick, Estevao, Martinelli, Breno Bidon, dan Arthur Dias. Breno Bidon dan Arthur Dias bahkan mencatatkan debut resmi mereka.
Meski menang, performa Brasil masih menyisakan pertanyaan, terutama dalam membangun serangan dari belakang dan menjaga disiplin pertahanan. Dua gol Australia lahir dari kesalahan passing dan lemahnya proteksi ruang di lini belakang.
Raphinha Cedera, Brasil Tak Cari Pengganti
Kabar buruk datang dari kubu Brasil. Raphinha, yang tampil sebagai kapten dan mencetak gol penalti, harus ditarik keluar saat jeda karena mengalami ketidaknyamanan otot. Pemeriksaan medis mengungkap adanya edema ringan pada otot belakang paha kanannya.
Konfederasi Sepak Bola Brasil memutuskan melepas pemain Barcelona tersebut lebih awal. Ia akan menjalani pemulihan di Spanyol bersama klubnya. Brasil memilih tidak memanggil pemain pengganti untuk laga melawan India di Kolkata, Sabtu mendatang.
Keputusan ini menjadi pukulan tersendiri mengingat performa impresif Raphinha musim ini. Ia telah mengoleksi 15 gol dalam 10 pertandingan bersama klub dan tim nasional. Cedera ini juga membuatnya absen saat Brasil menutup jendela internasional melawan India.
Pelajaran untuk Ancelotti
Kemenangan atas Australia memberi Ancelotti banyak informasi berharga. Lini tengah yang diperkuat terbukti mampu mengontrol permainan, tetapi konsistensi pertahanan masih menjadi pekerjaan rumah. Rotasi pemain muda juga membuka peluang baru menjelang kompetisi besar berikutnya.
Bagi Australia, kekalahan ini tetap menyisakan catatan positif. Gol Metcalfe akan dikenang lama oleh para penggemar, terutama karena keindahannya yang mengingatkan pada salah satu momen terbesar dalam sejarah sepak bola Amerika Selatan. Duel Australia vs Brasil kali ini bukan sekadar laga pemanasan, melainkan panggung bagi lahirnya momen-momen tak terlupakan.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






