Identitas Bambang Korban KM Virgo Transport 8 Terungkap, Kakak Tak Kuasa Tahan Air Mata

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Identitas Bambang Korban KM Virgo Transport 8 Terungkap, Kakak Tak Kuasa Tahan Air Mata

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 30 September 2026 | BANJARMASIN — Kabar duka menyelimuti keluarga Bambang Setya Budi, pria berusia 56 tahun yang menjadi salah satu korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8. Identitas Bambang akhirnya terungkap setelah tim penyelam gabungan menemukan jasadnya di dalam bangkai kapal yang tenggelam di perairan Laut Jawa pada Senin (28/9/2026).

Kepastian tersebut disampaikan melalui konferensi pers yang digelar tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan di RS Bhayangkara. Momen itu menjadi puncak penantian panjang bagi keluarga, khususnya Puji Dwi Astuti, kakak kandung korban.

Wanita berusia 58 tahun itu tampak berulang kali mengusap air mata ketika nama adiknya disebut sebagai korban yang berhasil diidentifikasi. Dengan mengenakan topi krem bertuliskan New York dan kaos hitam, Puji terus bertanya kepada petugas DVI Polda Kalsel untuk memastikan kabar yang diterimanya.

Penantian Panjang Keluarga Korban

Puji mengaku selama menunggu kabar tentang adiknya, dirinya bersama suami terus berharap Bambang segera ditemukan. Setelah mendapat kepastian identitas, Puji langsung menghubungi ibunya yang tinggal di Desa Wono Agung, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

“Ya ibu sering pingsan kalau ingat kabar korban KM Virgo Transport 8 ini tenggelam,” ujarnya.

Kini Puji harus menyampaikan kabar bahwa Bambang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. “Jadi tinggal menunggu pengurusan jenazah untuk dipulangkan dimakamkan ke Malang,” bebernya.

Pertemuan Terakhir Lima Bulan Lalu

Selama ini, Puji mengaku tidak memiliki firasat apa pun terhadap adiknya yang merupakan anak ketiga dari empat bersaudara tersebut. Bambang dikenal sebagai sosok yang jarang pulang dan menjadi anak kesayangan sang ibu.

“Kami sangat kaget sama Bambang ini, karena dia anak kesayangan ibu dan jarang pulang. Dan ibu di rumah sana sudah tua renta dan sering pingsan pasca tenggelamnya KM Virgo Transport 8 tersebut,” ungkap Puji.

Sopir Ekspedisi yang Menopang Keluarga

Bambang selama ini bekerja sebagai sopir ekspedisi. Ia sering bolak-balik membawa truk, mengangkut barang dari luar daerah ke Banjarmasin, kemudian membawa muatan kayu dari Kalimantan. Penghasilannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk membiayai sekolah dua orang anaknya yang masih membutuhkan biaya pendidikan.

Namun perjalanan kali ini berbeda. Bambang ikut dalam pelayaran KM Virgo Transport 8 dengan rute Banjarmasin-Surabaya. Setelah menerima berkas data korban dalam map merah, Puji kembali memperlihatkan foto adiknya melalui telepon seluler. Dalam foto tersebut, Bambang terlihat mengenakan topi berwarna abu-abu.

Proses Identifikasi Korban Terus Berjalan

Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr. Moch Sofwan dalam konferensi pers Operasi DVI Polri di RS Bhayangkara mengatakan, proses identifikasi masih terus dilakukan bersama tim dari Mabes Polri. Terutama terhadap korban yang belum memiliki data ante mortem lengkap maupun sidik jari yang sudah mengalami kerusakan.

Dalam kondisi tersebut, tim mengandalkan sejumlah properti korban serta pemeriksaan dan pencocokan data gigi jenazah dengan rekam medis kesehatan.

Berikut data terkini korban KM Virgo Transport 8:

Keterangan Jumlah
Total manifest 243 orang
Ditemukan 174 orang
Selamat 108 orang
Meninggal dunia 66 orang
Masih dalam pencarian 69 orang

Pihak Basarnas juga telah melakukan perpanjangan kedua Operasi SAR KM Virgo Transport 8 untuk melanjutkan pencarian terhadap korban yang hingga kini belum ditemukan. Tim penyelam dari Basarnas bersama TNI AL dan Jalsindo terus melakukan pencarian terhadap para korban yang masih berada di dalam bangkai kapal.

Dengan ditemukannya Bambang, keluarga kini tinggal menunggu proses penyerahan jenazah dari pihak DVI Polda Kalsel untuk kemudian dipulangkan ke Malang dan dimakamkan.