Timnas Indonesia Ditahan Malaysia 0-0 di FIFA ASEAN Cup 2026, Fokus Kini Tertuju ke Bangladesh

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Timnas Indonesia Ditahan Malaysia 0-0 di FIFA ASEAN Cup 2026, Fokus Kini Tertuju ke Bangladesh

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 30 September 2026 | Timnas Indonesia harus puas berbagi angka dengan Malaysia setelah bermain imbang 0-0 pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026) malam WIB. Hasil ini membuat Skuad Garuda mengoleksi empat poin, sama dengan Malaysia, namun berada di posisi kedua klasemen sementara karena kalah selisih gol. Laga berjalan dramatis sejak babak pertama ketika Thom Haye menerima kartu merah langsung pada menit ke-37 setelah melakukan tekel berbahaya terhadap Arif Aiman. Sejak saat itu, Indonesia harus bermain dengan sepuluh pemain selama lebih dari 60 menit menghadapi gempuran Harimau Malaya.

Perjuangan Sepuluh Pemain yang Layak Diapresiasi

Bek Timnas Indonesia sekaligus kapten tim, Kevin Diks, meminta publik menghargai perjuangan rekan-rekannya yang bertahan dengan sepuluh pemain hingga peluit panjang dibunyikan. Menurutnya, kartu merah yang diterima Haye bukan sebuah kesengajaan dan bisa terjadi kepada siapa saja, terlebih dengan adanya teknologi VAR yang membuat keputusan berlangsung cepat.

Diks juga menyoroti sikap sebagian penonton yang meneriakkan nama pelatih era sebelumnya, Shin Tae-yong, di tengah pertandingan. Ia menilai hal tersebut tidak adil bagi para pemain maupun pelatih yang sedang berjuang di lapangan. Meski gagal meraih kemenangan di hadapan lebih dari 56 ribu penonton, pemain Borussia Moenchengladbach itu tetap bangga melihat kerja keras seluruh anggota tim yang mampu menjaga kesucian gawang.

Pujian dari Kapten Malaysia dan Pengamat

Kapten Malaysia, Dion Cools, mengakui kedisiplinan dan kekuatan fisik pemain Indonesia menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus. Ia menilai kedalaman skuad Garuda, yang sebagian besar merumput di Eropa, membuat perhatian tidak bisa hanya tertuju pada satu nama saja. Intensitas pressing tinggi sejak awal laga disebutnya berhasil mematikan kreativitas serangan Malaysia sepanjang sembilan puluh menit.

Pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro, menilai Kevin Diks sebagai pemain paling menonjol dalam laga tersebut. Menurutnya, Diks menunjukkan kepemimpinan, pengalaman, dan ketenangan dalam situasi pertandingan yang sangat sulit. Ia juga memberikan apresiasi kepada kiper Maarten Paes yang mampu mempertahankan gawangnya dari kebobolan, sehingga memberikan rasa aman bagi lini pertahanan setelah Indonesia bermain dengan sepuluh orang.

Senada dengan itu, pengamat Aris Budi Sulistyo menilai satu poin yang diraih Indonesia di tengah gempuran hebat Malaysia selama lebih dari 60 menit patut disyukuri. Meski kalah dalam penguasaan bola dan tekanan ke gawang, pasukan John Herdman dinilai tetap layak mendapat apresiasi karena mampu mengamankan hasil imbang.

Peluang ke Final Masih Terbuka

Gelandang Timnas Indonesia, Justin Hubner, menegaskan bahwa perjuangan timnya menembus final FIFA ASEAN Cup 2026 belum berakhir. Ia memuji kedisiplinan lini pertahanan Garuda yang tampil solid meski bermain dengan sepuluh orang. Menurutnya, seluruh anggota tim kini mengalihkan fokus penuh untuk mengamankan poin penuh pada laga pamungkas fase grup melawan Bangladesh.

  • Posisi Indonesia: Peringkat kedua Grup A dengan empat poin.
  • Pemimpin klasemen: Malaysia, unggul selisih gol atas Indonesia.
  • Laga berikutnya: Indonesia vs Bangladesh pada laga pamungkas fase grup.
  • Syarat lolos: Indonesia wajib mengalahkan Bangladesh untuk menjaga peluang ke final.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengakui bahwa Vietnam, Malaysia, dan Thailand merupakan lawan kuat dengan kualitas masing-masing. Namun, ia menegaskan bahwa timnya harus lebih fokus pada pertandingan berikutnya dan tidak terlarut dalam hasil imbang melawan Malaysia.

Kesimpulan

Hasil imbang tanpa gol melawan Malaysia memang belum mengubah posisi Indonesia di peringkat kedua Grup A, tetapi peluang menuju partai final FIFA ASEAN Cup 2026 masih terbuka lebar. Perjuangan sepuluh pemain yang bertahan selama lebih dari satu jam menjadi modal berharga bagi Skuad Garuda. Kini, seluruh perhatian tertuju pada laga pamungkas melawan Bangladesh, di mana kemenangan menjadi harga mati untuk menjaga asa melaju ke babak pemungkas.