Gayatri Putri News – 29 September 2026 | JAKARTA – Pemerintah memastikan penyaluran bantuan sosial berupa beras untuk periode Juli hingga September 2026 tengah memasuki tahap akhir. Bantuan yang menjadi salah satu program andalan dalam menjaga daya beli masyarakat ini menyasar lebih dari 33 juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia, dengan total beras yang disalurkan mencapai hampir satu juta ton.
Kebijakan perpanjangan bantuan pangan beras ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, usai Rapat Koordinasi Pembahasan Harga Komoditas Pangan di Kantor Pangan, Jakarta. Menurutnya, bantuan ini bertujuan menjaga stabilitas daya beli masyarakat di tengah potensi kenaikan harga pangan, sekaligus menyesuaikan dengan musim paceklik yang kerap terjadi pada pertengahan tahun.
Desil 1 hingga 4 Jadi Sasaran Utama
Penerima bantuan pangan beras difokuskan bagi keluarga yang berada pada kelompok desil 1 sampai desil 4 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Kelompok ini mencakup 40 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah dalam pemeringkatan nasional. Basis data yang digunakan mengacu pada pembaruan yang dirilis Badan Pusat Statistik per 10 Juli 2026 dan telah melalui proses penyaringan oleh Kementerian Sosial.
Adapun kriteria penerima bansos beras 30 kg 2026 adalah sebagai berikut:
- Terdata dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
- Masuk dalam kelompok desil 1 sampai desil 4 sebagai sasaran bantuan pangan.
- Tercatat dalam data Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang ditetapkan pemerintah.
- Data telah melalui proses pemutakhiran dan penyaringan sesuai ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, berada di desil 1 hingga 4 tidak otomatis membuat sebuah keluarga menerima bantuan. Penyaluran tetap mengacu pada data PBP yang ditetapkan pemerintah untuk periode berjalan, sehingga masyarakat tetap perlu memastikan status kepesertaannya.
Skema 30 Kg Sekaligus untuk Tiga Bulan
Pada penyaluran tahap ini, setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan beras sebanyak 30 kilogram sekaligus. Jumlah tersebut merupakan akumulasi alokasi selama tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2026, dengan rincian 10 kilogram per bulan. Pemerintah meminta Perum Bulog menyalurkan bantuan secara sekaligus agar distribusi tidak dilakukan bertahap setiap bulan, sehingga seluruh kebutuhan tiga bulan langsung dikirim kepada penerima.
Dari sisi realisasi, penyaluran bantuan pangan tahap pertama yang merupakan alokasi Februari dan Maret 2026 tercatat berhasil menyasar 33,14 juta penerima atau 99,7 persen dari target 33,24 juta PBP. Total beras yang tersalurkan pada tahap tersebut sebanyak 664,88 ribu ton, ditambah minyak goreng sebanyak 132,97 ribu kilo liter. Untuk tahap berikutnya, pemerintah menyiapkan total 997,2 ribu ton beras bagi 33,2 juta keluarga penerima manfaat.
Jadwal Penyaluran Berbeda di Setiap Daerah
Badan Pangan Nasional menyebut penyaluran bantuan pangan beras tahap II ditargetkan rampung pada akhir September 2026. Proses distribusi dilakukan secara bertahap mengikuti kondisi wilayah masing-masing, sehingga waktu penerimaan bisa berbeda antara satu daerah dan daerah lainnya. Masyarakat diminta bersabar dan memantau informasi resmi dari pemerintah setempat.
Selain program beras nasional, sejumlah institusi juga menyalurkan bantuan sosial dengan skema berbeda. Kepolisian Resor Pulau Taliabu, Maluku Utara, misalnya, membagikan 20 paket sembako kepada keluarga kurang mampu dalam rangka menyambut Hari Jadi Propam Polri ke-24. Kegiatan yang dipimpin Kepala Sie Propam Ipda Muhammad Syukri Fara tersebut menyasar warga lanjut usia di Desa Talo sebagai bentuk kepedulian sosial.
Cara Cek Nama Penerima Lewat HP
Masyarakat yang ingin mengetahui status kepesertaan bansos serta desilnya dapat melakukan pengecekan melalui dua cara, yakni aplikasi Cek Bansos dan situs resmi pemerintah. Berikut langkah-langkahnya:
- Unduh aplikasi Cek Bansos melalui toko aplikasi resmi di ponsel Anda.
- Lakukan registrasi dengan memasukkan data diri, nomor kartu keluarga, dan NIK.
- Pilih menu cek bansos, lalu masukkan data wilayah sesuai kartu identitas.
- Sistem akan menampilkan status kepesertaan, jenis bantuan, dan informasi desil penerima.
- Alternatif lain, kunjungi situs resmi pemerintah dan masukkan NIK serta kode verifikasi untuk melihat status yang sama.
Pemerintah mengingatkan bahwa bantuan pangan beras ini merupakan salah satu program perlindungan sosial yang kembali digulirkan pada 2026, di samping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Perpanjangan alokasi untuk Oktober, November, dan Desember 2026 juga telah disiapkan bagi penerima yang memenuhi ketentuan.
Dengan penyaluran yang menyasar puluhan juta keluarga, program bansos beras diharapkan mampu menahan laju pelemahan daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah, sekaligus menjaga stabilitas harga pangan nasional. Masyarakat diimbau segera memeriksa status kepesertaan melalui kanal resmi agar tidak melewatkan hak yang telah ditetapkan pemerintah, serta tetap waspada terhadap informasi palsu yang mengatasnamakan program bantuan sosial.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






