Timnas Irlandia Bantai Israel 3-0 dalam Laga Kontroversial, Tolak Salaman dan Kenakan Ban Lengan Hitam

Avatar Rizky

by

Published

Last update

4 menit

Read Time

Timnas Irlandia Bantai Israel 3-0 dalam Laga Kontroversial, Tolak Salaman dan Kenakan Ban Lengan Hitam

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 28 September 2026 | DEBRECEN — Republik Irlandia memenangkan pertandingan pertama dari dua laga melawan Israel dalam ajang UEFA Nations League dengan skor telak 3-0, dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Nagyerdei, Debrecen, Hungaria, pada Ahad malam waktu setempat. Pertandingan ini menjadi sorotan internasional bukan hanya karena hasil di lapangan, tetapi juga karena serangkaian aksi protes yang dilakukan para pemain Irlandia sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina di Gaza.

Kemenangan Telak dalam 12 Menit

Irlandia langsung tampil efektif sejak awal pertandingan. Troy Parrott membuka keunggulan pada menit ke-13 setelah memanfaatkan umpan tarik dari James Abankwah. Hanya tiga menit berselang, Adam Idah menggandakan keunggulan menjadi 2-0 usai menuntaskan umpan terobosan dari Jack Moylan. Moylan kemudian mencatatkan namanya sendiri di papan skor pada menit ke-25 melalui tembakan kaki kanan yang tidak mampu dihalau kiper Israel.

Alhasil, gawang Israel kebobolan tiga gol hanya dalam waktu 12 menit. Skor 3-0 bertahan hingga pertandingan berakhir. Dengan hasil ini, Irlandia berada di peringkat ketiga dengan tiga poin dari dua pertandingan, sementara Israel terpuruk di posisi buncit dengan nol poin dari dua laga yang selalu berakhir kekalahan.

Aksi Protes Berkelas di Tengah Desakan Boikot

Sejak sebelum peluit pertama dibunyikan, ketegangan antara kedua tim sudah terasa. Para pemain Irlandia memasuki area stadion dengan mengenakan ban lengan hitam sebagai bentuk penghormatan bagi semua nyawa yang hilang dalam konflik di Gaza. Kepala Eksekutif Asosiasi Sepak Bola Irlandia (FAI), David Courell, sebelumnya telah menyatakan bahwa para pemain akan mengenakan ban lengan hitam sebagai bentuk penghormatan bagi semua korban jiwa dalam konflik tersebut.

Selain itu, para pemain Irlandia juga menolak melakukan tradisi jabat tangan dengan pemain Israel sebelum kick-off. Sikap serupa kembali ditunjukkan saat lagu kebangsaan Israel dikumandangkan, di mana para pemain Irlandia kompak menundukkan kepala dengan kedua tangan diletakkan di belakang punggung. Kapten tim Irlandia, Dara O’Shea, tetap berjabat tangan dengan wasit asal Jerman, Harm Osmers, beserta para asistennya, namun tidak melakukan jabat tangan dengan kapten Israel, Manor Solomon.

Pihak Israel telah diberitahu sebelumnya oleh FAI bahwa para pemain Irlandia tidak akan melakukan jabat tangan, dan UEFA menyetujui pengaturan tersebut. O’Shea juga telah berjanji untuk menyumbangkan seluruh pendapatannya dari pertandingan tersebut guna membantu Gaza.

Kiper Utama Mundur dari Dua Laga

Sehari sebelum pertandingan, kiper utama Republik Irlandia, Gavin Bazunu, memutuskan untuk tidak memperkuat timnya dalam dua laga melawan Israel. Melalui pernyataan di media sosial pada hari Sabtu, Bazunu menyatakan bahwa ia merasa tidak tepat untuk berpartisipasi dalam pertandingan mendatang melawan Israel. Ia mengundurkan diri dari kedua leg pertandingan, termasuk laga berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Oktober di Backa Topola, Serbia.

Tekanan Boikot dan Isu Pelanggaran Statuta

Pertandingan ini tetap berlangsung meskipun FAI telah menghadapi tekanan selama berbulan-bulan untuk memboikot laga tersebut akibat genosida yang dilakukan Israel di Gaza. Kampanye boikot menyatakan bahwa Israel telah melanggar statuta UEFA dan FIFA dengan mengizinkan tim-tim bertanding di wilayah Palestina yang diduduki, sehingga status keanggotaan Israel di kedua badan sepak bola tersebut seharusnya dicabut.

Meski demikian, setelah melalui diskusi panjang dan pemungutan suara di kalangan tim, FAI memastikan partisipasi dalam pertandingan tersebut. Keputusan ini diambil sembari tetap mengirimkan pesan kemanusiaan yang kuat melalui aksi-aksi simbolis di dalam dan luar lapangan.

Stadion Sepi dan Tiket yang Dibatalkan

Pertandingan berlangsung dengan jumlah penonton yang sangat terbatas. Hanya terdapat sekelompok kecil pendukung Israel di stadion, dengan sekitar 10 orang tanpa atribut tim terlihat merayakan gol Parrott. Sejumlah pendukung Irlandia sebelumnya tidak diperkenankan hadir di stadion. Beberapa suporter yang memperoleh tiket melalui Federasi Sepak Bola Israel juga mengatakan kepada penyiar Irlandia RTE bahwa tiket mereka dibatalkan pada Sabtu malam waktu setempat.

Dampak bagi Kedua Tim

Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Irlandia dalam kompetisi UEFA Nations League B 2026. Sementara itu, Israel semakin terpuruk di dasar klasemen tanpa satu pun poin dari dua pertandingan yang telah dijalani. Laga kedua antara kedua tim dijadwalkan berlangsung pada 4 Oktober mendatang di Backa Topola, Serbia, dan dipastikan akan kembali menyita perhatian dunia internasional.

Pertandingan ini membuktikan bahwa sepak bola tidak pernah lepas dari dimensi politik dan kemanusiaan. Aksi protes yang dilakukan para pemain Irlandia menjadi simbol solidaritas yang menggema jauh melampaui lapangan hijau, mengingatkan dunia bahwa di balik kompetisi olahraga, ada nilai-nilai kemanusiaan yang tetap diperjuangkan.