Pemkab HST Luncurkan GELORA, Perkuat Digitalisasi Retribusi Pasar

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Pemkab HST Luncurkan GELORA, Perkuat Digitalisasi Retribusi Pasar

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 28 September 2026 | Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) terus mendorong percepatan transformasi digital di sektor pelayanan publik. Langkah terbaru diwujudkan melalui peluncuran inovasi Gerakan Layanan Online Retribusi (GELORA) yang digagas Dinas Perdagangan HST. Peluncuran ini menjadi penanda komitmen daerah dalam memperkuat digitalisasi pengelolaan retribusi pasar agar lebih cepat, transparan, dan akuntabel.

Dalam kesempatan yang sama, Pemkab HST juga menerima bantuan 10 unit Smart EDC dari Bank Kalsel. Perangkat tersebut akan digunakan untuk mendukung proses penarikan sekaligus pencatatan penerimaan retribusi secara elektronik di empat Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar yang berada di bawah naungan Dinas Perdagangan HST.

Digitalisasi Pengelolaan Retribusi Pasar Jadi Prioritas

Bupati HST Samsul Rizal menegaskan bahwa GELORA merupakan bagian penting dari upaya pemerintah daerah memperkuat digitalisasi pelayanan dan transaksi pemerintahan. Menurutnya, melalui inovasi ini pengelolaan dan pencatatan penerimaan retribusi beralih menggunakan mesin rekam data elektronik.

“Transaksi di lapangan menjadi lebih cepat, transparan, dan akuntabel,” ujar Samsul Rizal saat acara peluncuran.

Dengan sistem baru ini, setiap transaksi retribusi pasar tercatat secara otomatis dan real-time, sehingga meminimalisasi potensi kebocoran maupun selisih pencatatan. Hal ini sejalan dengan target pemerintah daerah dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar.

Dukungan Smart EDC untuk Empat UPTD Pasar

Kepala Dinas Perdagangan HST Irfan Sunarko menjelaskan bahwa 10 unit Smart EDC yang diterima akan didistribusikan ke empat UPTD Pasar. Perangkat ini diharapkan mampu membantu petugas dalam melakukan penarikan retribusi sekaligus memperbaiki sistem pencatatannya.

“Mudah-mudahan dengan adanya alat ini, pencapaian dan pencatatan target retribusi daerah dapat tercapai dengan akuntabel dan transparan,” kata Irfan Sunarko.

Smart EDC atau Electronic Data Capture merupakan perangkat transaksi elektronik yang dapat memproses pembayaran sekaligus merekam data transaksi. Perangkat ini bersifat mobile dan mendukung transaksi non-tunai, seperti pembayaran menggunakan QRIS maupun kartu, sesuai layanan yang tersedia pada perangkat.

Beberapa keunggulan Smart EDC dalam mendukung digitalisasi pengelolaan retribusi pasar antara lain:

  • Mempercepat proses transaksi retribusi di lapangan.
  • Merekam data transaksi secara elektronik dan terpusat.
  • Mendukung pembayaran non-tunai melalui QRIS dan kartu.
  • Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penerimaan daerah.
  • Memudahkan pemantauan target retribusi secara berkala.

Bank Kalsel Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Kepala Bank Kalsel Barabai Widhas Raditya menyatakan bahwa penyerahan Smart EDC merupakan bentuk komitmen Bank Kalsel sebagai bank milik daerah untuk menjadi mitra strategis Pemkab HST dalam mendorong pembangunan daerah.

“Bank Kalsel senantiasa berkomitmen untuk menjadi mitra strategis Pemerintah HST dalam mendorong pembangunan daerah, khususnya dalam akselerasi digital transaksi keuangan daerah atau ETPD, serta optimalisasi pendapatan asli daerah,” kata Widhas.

Ia menambahkan bahwa penyerahan 10 unit Smart EDC ditujukan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, memberikan kemudahan bagi masyarakat, serta mendorong optimalisasi pendapatan asli daerah.

“Semoga bantuan Smart EDC ini dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi peningkatan kualitas pelayanan publik, serta kemajuan perekonomian di Kabupaten HST,” ujarnya.

Harapan Ke Depan

Peluncuran GELORA dan pemanfaatan Smart EDC menjadi langkah nyata Pemkab HST dalam memperkuat digitalisasi pengelolaan retribusi pasar. Ke depan, sistem ini diharapkan tidak hanya meningkatkan penerimaan daerah, tetapi juga memperbaiki kualitas pelayanan publik bagi para pedagang dan masyarakat.

Dengan pencatatan yang lebih rapi dan transparan, potensi peningkatan pendapatan asli daerah dari sektor retribusi pasar dapat lebih optimal. Kolaborasi antara pemerintah daerah, bank daerah, dan pelaku pasar menjadi kunci keberhasilan digitalisasi layanan publik di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.