Kekecewaan Patrick Vieira: Senegal Ditahan Mozambique 1-1 di Kualifikasi CAN 2027

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Kekecewaan Patrick Vieira: Senegal Ditahan Mozambique 1-1 di Kualifikasi CAN 2027

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 27 September 2026 | Debut Patrick Vieira sebagai pelatih kepala tim nasional Senegal berakhir tanpa kemenangan. Dalam laga perdana Grup J kualifikasi Piala Afrika (CAN) 2027, Lions of Teranga ditahan imbang 1-1 oleh tuan rumah Mozambique di Estadio Nacional do Zimpeto, Maputo, Jumat malam waktu setempat. Hasil ini langsung memantik gelombang kekecewaan di kalangan pengamat sepak bola Afrika.

Jalannya Pertandingan

Senegal memulai laga dengan pendekatan menyerang. Vieira menurunkan formasi 4-2-3-1 yang bergeser menjadi 4-4-2 ketika Pape Matar Sarr naik mendampingi Nicolas Jackson di lini depan. Pressing tinggi dan kecepatan Sima di sisi kiri menjadi senjata utama untuk membongkar pertahanan Mozambique sejak menit-menit awal.

Dominasi itu berbuah pada menit ke-32. Umpan silang dari Sima diselesaikan dengan apik oleh penyerang Aston Villa, Nicolas Jackson, melalui kontrol berorientasi yang dilanjutkan dengan penyelesaian cungkil ke sudut gawang. Skor 1-0 untuk keunggulan Senegal.

Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan hingga turun minum. Pada menit kedua injury time babak pertama, Geny Catamo melepaskan tembakan jarak jauh dari luar kotak penalti yang gagal diantisipasi dengan sempurna oleh kiper Yehvann Diouf. Bola bersarang di gawang dan skor berubah menjadi 1-1.

Babak Kedua Tanpa Solusi

Memasuki babak kedua, Senegal kembali menguasai penguasaan bola, tetapi kehilangan ketajaman. Vieira mencoba menyegarkan serangan dengan memasukkan Ibrahim Mbaye menggantikan Pape Matar Sarr yang tampil kurang efektif, lalu mendatangkan Idrissa Gueye dan Boulaye Dia sepuluh menit menjelang bubaran. Perubahan itu tidak menghasilkan gol tambahan.

Justru Mozambique yang tampil semakin percaya diri dan beberapa kali menciptakan peluang berbahaya. Kekecewaan terlihat jelas di barisan pemain Senegal menjelang peluit panjang dibunyikan.

Reaksi Patrick Vieira

Dalam konferensi pers usai laga, Vieira mengakui ada rasa penyesalan, terutama karena timnya gagal memaksimalkan peluang di babak pertama. Kiper Mozambique, Ernan, tampil gemilang dan menggagalkan peluang emas Pape Matar Sarr pada menit ke-39.

“Ada penyesalan. Saya pikir kami layak mendapatkan hasil lebih baik di babak pertama. Tapi sayangnya, ini membuktikan masih ada area yang perlu diperbaiki,” ujar Vieira.

Meski begitu, pelatih asal Prancis itu menolak larut dalam pesimisme. Ia menilai fondasi permainan sudah mulai terbentuk dan atmosfer tim berada di jalur yang benar.

“Kami harus terus bekerja, karena kami tahu segalanya tidak akan sempurna di laga ini. Kami sudah mengidentifikasi kekurangan dan akan memperbaikinya dengan kerja keras. Yang penting adalah meletakkan fondasi,” tambahnya.

Kritik Pedas dari Pengamat

Kekecewaan tidak hanya datang dari dalam tim. Konsultan sepak bola Radio Foot International, Rémy Ngono, menyebut hasil ini sebagai sebuah kekecewaan besar mengingat kualitas lawan yang dihadapi.

“Mozambique baru saja menjalani sembilan pertandingan dengan hanya satu kemenangan. Mereka kalah dari Oman 4-1 dan dari Indonesia 1-0. Untuk tim Senegal yang punya tradisi panjang di CAN, Anda menghadapi Mozambique, Anda harus menghancurkan mereka. Ini sebuah kekecewaan,” tegas Ngono.

Ia juga membantah alasan regenerasi skuad yang kerap diajukan untuk membela hasil buruk tersebut. Menurutnya, Senegal masih diperkuat pemain-pemain berkualitas seperti Pape Gueye, Nicolas Jackson, Ismaila Sarr, dan Iliman Ndiaye yang berlaga di klub-klub besar Eropa.

Peta Kualifikasi Grup J

Hasil imbang ini membuat Senegal dan Mozambique sama-sama mengoleksi satu poin di Grup J. Sementara itu, sejumlah tim unggulan lain berhasil memetik kemenangan pada matchday pertama:

  • Maroko menang 2-0 atas Gabon lewat gol Noussair Mazraoui dan Soufiane Rahimi.
  • Aljazair mengalahkan Zambia 3-1 berkat gol Jaouen Hadjam, Ibrahim Maza, dan Anis Hadj Moussa.
  • Nigeria juga meraih kemenangan pada laga pembuka mereka.
  • Mesir justru ditahan imbang 0-0 oleh Angola di Kairo meski diperkuat Mohamed Salah dan Omar Marmoush.

Senegal dijadwalkan menghadapi Ethiopia pada matchday kedua. Laga tersebut menjadi momen krusial bagi Vieira untuk membuktikan kemampuannya dan mengembalikan kepercayaan publik Senegal.

Kesimpulan

Hasil imbang melawan Mozambique menjadi pukulan telak bagi ambisi Senegal di awal kualifikasi CAN 2027. Meski Vieira menegaskan proses pembangunan tim masih berjalan, tekanan publik dan pengamat akan semakin besar menjelang laga berikutnya. Kualitas skuad yang dimiliki menuntut hasil nyata, bukan sekadar janji perbaikan. Pertandingan melawan Ethiopia akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kredibilitas pelatih berkebangsaan Prancis itu bersama Lions of Teranga.