Guruh Soekarnoputra Tutup Usia, PDIP Kibarkan Bendera Setengah Tiang Selama 7 Hari

Avatar Rizky

by

Published

Last update

1 menit

Read Time

Guruh Soekarnoputra Tutup Usia, PDIP Kibarkan Bendera Setengah Tiang Selama 7 Hari

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 26 September 2026 | Kabar duka menyelimuti keluarga besar PDI Perjuangan. Guruh Soekarnoputra, putra Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno, meninggal dunia pada Sabtu, 26 September 2026, pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta. Sebelumnya, almarhum sempat menjalani perawatan intensif karena kondisi kesehatannya yang menurun.

Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. Dalam keterangannya, Hasto menyatakan bahwa keluarga besar partai merasa kehilangan sosok Guruh yang dikenal sebagai seniman besar, tokoh Marhaenis, sekaligus pejuang partai.

Bendera Partai Dikibarkan Setengah Tiang

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Hasto meminta seluruh jajaran PDI Perjuangan dari tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Pimpinan Anak Cabang (PAC), Ranting, hingga Anak Ranting untuk mengibarkan bendera partai setengah tiang selama tujuh hari.

“Berkaitan dengan hal tersebut, kepada seluruh jajaran DPP, DPD, DPC, PAC, Ranting, hingga Anak Ranting agar mengibarkan Bendera PDI Perjuangan setengah tiang selama tujuh hari,” ujar Hasto dalam keterangan resminya, Sabtu (26/9/2026).

Disemayamkan di Rumah Duka

Jenazah Guruh Soekarnoputra saat ini disemayamkan di rumah duka yang berlokasi di Jalan Sriwijaya Raya, Jakarta. Sejumlah tokoh dan kerabat tampak hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.

Hasto juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan almarhum semasa hidup. Ia meminta masyarakat luas untuk membukakan pintu maaf serta mendoakan agar Guruh mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Protokol Partai sebagai Penghormatan

“Selanjutnya mohon doa, semoga almarhum husnul khotimah serta Allah SWT menerima semua amal ibadahnya, diampuni dan dihapuskan segala dosa-dosa dan menempatkannya di tempat yang terbaik di sisinya,” tutup Hasto.

Kepergian Guruh Soekarnoputra meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan seluruh kader partai. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.