Gayatri Putri News – 26 September 2026 | AMSTERDAM — Debut Jürgen Klopp sebagai pelatih tim nasional Jerman berakhir tanpa kemenangan. Dalam laga pembuka UEFA Nations League Grup 2 Divisi A, Belanda dan Jerman harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 1-1 di Amsterdam, Jumat (25/9/2026) dini hari WIB. Namun hasil imbang ini justru menyisakan cerita lebih besar: badai cedera yang menghantam skuad Die Mannschaft.
Jalannya Pertandingan
Klopp memilih pendekatan 4-2-3-1 dengan tujuh pemain yang tampil di Piala Dunia 2026. Lini belakang diperkuat Braun, Schlotterbeck, dan Tah, sementara Kimmich, Nmecha, dan Amiri mengisi sektor tengah. Nama baru Trou dipercaya di posisi bek kanan, sedangkan Shade dan Karim Adeyemi mengisi kedua sayap. Marc-André ter Stegen kembali menjaga gawang.
Petaka datang pada menit ke-30. Kai Havertz harus meninggalkan lapangan setelah berbenturan dengan Quinten Timber dan digantikan Younes Ebnoutalib. Meski kehilangan penyerang utamanya, Jerman justru unggul terlebih dahulu melalui gol Felix Nmecha pada menit ke-32. Keunggulan itu bertahan hampir sepanjang laga, sebelum Cody Gakpo memecah kebuntuan pada menit ke-92 dan memaksa laga berakhir sama kuat.
Dua Pilar Cedera
Selain Havertz, gelandang Bayern Munich Jamal Musiala juga harus angkat kaki dari kamp Jerman. Pemain berusia 23 tahun itu mengalami robekan serat otot di paha kanannya saat sesi persiapan menjelang laga. Musiala sejatinya sudah masuk rencana starting XI, namun batal tampil dan posisinya diisi Nadiem Amiri.
Klopp mengonfirmasi bahwa kedua pemain menjalani pemeriksaan MRI. “Keduanya sedang menjalani MRI. Saya harap kami mendapat diagnosisnya malam ini. Tapi tentu ini bukan situasi yang bagus. Saya berharap tidak ada yang serius,” ujar Klopp usai laga.
- Jamal Musiala: robekan serat otot paha kanan, diperkirakan absen beberapa pekan, kembali ke Bayern Munich untuk pemulihan.
- Kai Havertz: diduga mengalami cedera otot (muscle strain), kembali ke Arsenal untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Cedera Havertz menjadi pukulan tersendiri bagi Arsenal. Musim ini ia telah tampil sebagai starter dalam enam dari delapan laga The Gunners di semua kompetisi dan mencetak tiga gol. Musim lalu, pemain 27 tahun itu hanya mencatat tujuh penampilan sebagai starter di Premier League akibat masalah lutut dan otot, serta absen tiga bulan terakhir karena robekan hamstring.
Klopp Panggil Pengganti Lebih Cepat
Untuk menutupi kekosongan, Klopp memanggil Florian Wirtz dan Jonathan Burkardt lebih cepat dari jadwal. Keduanya awalnya disiapkan untuk laga-laga berikutnya melawan Serbia dan Yunani, namun situasi cedera memaksa mereka bergabung dengan skuad senior lebih awal.
Keputusan ini tidak lepas dari pendekatan tak biasa Klopp, yang menyusun dua kelompok pemain terpisah untuk empat pertandingan Nations League sepanjang September dan Oktober. Ia harus segera menyesuaikan rencana setelah kehilangan dua pilar pentingnya.
Reaksi dan Posisi Grup
Meski gagal menang, Klopp mengaku cukup puas dengan performa anak asuhnya. “Saya sangat puas dengan sejumlah penampilan individu, dan dengan semangat yang kami tunjukkan,” katanya. Hasil imbang ini membuat Yunani memuncaki Grup 2 Divisi A sendirian setelah menaklukkan Serbia 2-1.
Di laga lain pada hari yang sama, Portugal menundukkan Wales 1-0, Norwegia menang dramatis 3-2 atas Denmark, Kosovo mengalahkan Irlandia 1-0, dan Malta menang 2-1 atas Andorra. Sejumlah pertandingan internasional lain juga menghasilkan gol, termasuk kemenangan Uni Emirat Arab 4-0 atas Yaman dan Qatar 2-0 atas Bahrain.
Kesimpulan
Debut Klopp bersama Jerman menyimpan dua wajah: semangat juang yang ia puji, sekaligus kerentanan skuad yang kembali diuji cedera. Hasil imbang di Amsterdam memang belum menentukan apa pun, tetapi kehilangan Havertz dan Musiala berpotensi mengganggu konsistensi Die Mannschaft di laga-laga berikutnya. Bagi Belanda, gol telat Gakpo menjadi penyelamat sekaligus sinyal bahwa pasukan Xavi tetap berbahaya hingga menit akhir. Perjalanan Nations League masih panjang, dan Klopp kini dituntut cepat beradaptasi tanpa dua pemain kuncinya.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






