Gayatri Putri News – 24 September 2026 | Polresta Banjarmasin menggelar pelatihan peningkatan kemampuan publikasi media sosial bagi personel di Aula Rupatama Polresta Banjarmasin pada Kamis (24/09/2026). Kegiatan ini diikuti oleh para operator media sosial dari masing-masing Satuan Fungsi (Satfung) dan Polsek jajaran.
Peserta tampak antusias mengikuti pelatihan, termasuk aktif menyampaikan berbagai pertanyaan kepada para pemateri. Pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas personel dalam mengelola informasi publik di era digital.
Media Sosial sebagai Wajah Institusi
Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin melalui Kasi Humas Ipda Adi Harry Sucahyo menyampaikan bahwa di era digital, media sosial bukan hanya menjadi sarana publikasi, tetapi juga bagian dari wajah institusi Polri di tengah masyarakat.
“Setiap postingan personel adalah representasi institusi. Satu konten positif bisa membangun kepercayaan publik, tapi satu konten yang tidak bijak bisa merusak citra yang sudah dibangun bertahun-tahun,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kehati-hatian dan tanggung jawab setiap personel dalam memproduksi dan menyebarkan konten di platform digital.
Materi Pelatihan yang Diberikan
Dalam pelatihan tersebut, personel mendapatkan sejumlah materi penting yang menunjang kemampuan publikasi media sosial, antara lain:
- Teknik pembuatan konten kreatif yang humanis
- Fotografi dan videografi jurnalistik
- Penulisan caption yang persuasif
- Etika dan batasan dalam bermedia sosial
Materi-materi tersebut dirancang agar personel mampu menyajikan informasi yang tidak hanya menarik, tetapi juga tetap menjunjung tinggi kode etik dan norma yang berlaku.
Harapan Peningkatan Profesionalisme
Melalui pelatihan ini, seluruh personel diharapkan semakin profesional, modern, dan humanis dalam mengelola informasi publik. Selain itu, mereka diharapkan mampu menjadi filter sekaligus penangkal hoaks dan narasi negatif dengan menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan terpercaya.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata Polresta Banjarmasin dalam menghadapi tantangan komunikasi publik di ruang digital yang terus berkembang pesat.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan





