Hari ke-12, 14 Korban KM Virgo Transport 8 Berhasil Dievakuasi, Tim Penyelam Gabungan Terus Berjuang

Avatar Rizky

by

Published

Last update

1 menit

Read Time

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 24 September 2026 | Banjarmasin — Memasuki hari ke-12 operasi pencarian, Tim SAR Gabungan kembali mencatatkan hasil signifikan dalam penanganan musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa. Sebanyak 14 korban berhasil dievakuasi dari dalam badan kapal oleh tim penyelam gabungan yang terdiri dari Basarnas Special Group (BSG), TNI AL, dan Potensi SAR.

Seluruh korban yang berhasil ditemukan selanjutnya dibawa menuju KN SAR Pacitan sebelum diterbangkan ke Banjarmasin. Proses evakuasi udara dilakukan dengan mengerahkan Helikopter Basarnas HR-3604 dan Helikopter Panther TNI AL yang secara bergantian melakukan penerbangan dari lokasi kapal menuju Lanud Syamsudin Noor, Banjarbaru.

Setibanya di Banjarmasin, para korban diserahkan kepada pihak berwenang untuk menjalani proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut di RS Bhayangkara, Jalan A Yani Km 3,5. Lokasi tersebut juga mendapat pengamanan dari anggota Polresta Banjarmasin guna memastikan kelancaran seluruh rangkaian proses.

Dengan tambahan penemuan 14 korban tersebut, hingga Kamis (24/9/2026), total korban yang telah ditemukan mencapai 150 orang. Rinciannya terdiri dari 108 orang dinyatakan selamat dan 42 orang meninggal dunia.

Kepala Basarnas M Syafii menegaskan bahwa Tim SAR Gabungan akan terus melakukan pencarian secara maksimal. Fokus utama operasi saat ini diarahkan pada penyelaman di dalam badan kapal untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan.

Berikut ringkasan perkembangan operasi pencarian KM Virgo Transport 8 hingga hari ke-12:

  • Korban dievakuasi hari ke-12: 14 orang
  • Total korban ditemukan: 150 orang
  • Korban selamat: 108 orang
  • Korban meninggal dunia: 42 orang
  • Tim penyelam: BSG, TNI AL, dan Potensi SAR
  • Lokasi penanganan: RS Bhayangkara, Jalan A Yani Km 3,5, Banjarmasin

Operasi pencarian dan evakuasi masih berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur gabungan. Upaya penyelaman di dalam badan kapal menjadi prioritas utama untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat.