Irak vs Oman Berakhir Imbang 1-1 di Piala Teluk 27, Arnold Puji Mentalitas Pemain

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Irak vs Oman Berakhir Imbang 1-1 di Piala Teluk 27, Arnold Puji Mentalitas Pemain

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 24 September 2026 | Laga pembuka Grup A Piala Teluk 27 di Stadion Prince Abdullah Al Faisal Sports City, Jeddah, menyajikan duel sengit antara Irak dan Oman. Kedua tim harus puas berbagi satu poin setelah pertandingan berakhir dengan skor 1-1, Rabu malam waktu setempat.

Jalannya Pertandingan Irak vs Oman

Irak membuka keunggulan lebih cepat dari yang dibayangkan. Baru enam menit laga berjalan, Mohammed Qasim sudah mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari bola yang jatuh di dalam kotak penalti, Qasim melepaskan tembakan kaki kiri yang keras dan tidak mampu dijangkau kiper Oman. Gol tersebut menjadi sinyal bahwa pasukan Irak datang ke Jeddah dengan ambisi besar.

Namun Oman bukan lawan yang mudah menyerah. Setelah tertinggal, mereka perlahan bangkit dan mulai menguasai tempo pertandingan. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-67. Nasser Al-Rawahi, yang aktif menusuk dari sisi kiri, berhasil menembus pertahanan Irak dan melepaskan sepakan akurat ke sudut gawang. Skor berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Susunan Pemain Pilihan Graham Arnold

Pelatih Irak, Graham Arnold, menurunkan formasi yang cukup menyerang sejak awal. Ahmed Basil dipercaya mengawal gawang, dilindungi oleh kuartet Mustafa Saadoun, Zaid Tahseen, Akam Hashim, dan Merchas Doski. Di lini tengah, Zaid Ismail, Amir Al-Ammari, dan Zidane Iqbal ditugaskan mengatur alur bola, sementara Ibrahim Bayesh, Aymen Hussein, dan Ali Jasim menjadi trisula di lini depan.

  • Kiper: Ahmed Basil
  • Bek: Mustafa Saadoun, Zaid Tahseen, Akam Hashim, Merchas Doski
  • Gelandang: Zaid Ismail, Amir Al-Ammari, Zidane Iqbal
  • Penyerang: Ibrahim Bayesh, Aymen Hussein, Ali Jasim

Keputusan Arnold menurunkan tiga penyerang menunjukkan niatnya untuk langsung mengambil inisiatif. Meski demikian, lini belakang Irak masih menyisakan pekerjaan rumah, terutama dalam mengantisipasi serangan balik cepat Oman.

Peta Persaingan Grup A

Hasil imbang ini membuat Irak dan Oman sama-sama mengoleksi satu poin dari satu pertandingan. Grup A masih akan diwarnai pertemuan antara Arab Saudi dan Kuwait yang dijadwalkan tampil pada laga berikutnya. Dua tim teratas di grup ini berhak melaju ke babak semifinal, sehingga setiap poin sangat berharga.

Bagi Irak, kegagalan mempertahankan keunggulan menjadi catatan penting. Sebaliknya, Oman patut diapresiasi karena mampu tampil sabar dan disiplin hingga akhirnya menyamakan kedudukan. Pertandingan ini juga menjadi gambaran bahwa persaingan di Piala Teluk 27 akan berjalan ketat sejak matchday pertama.

Konteks Regional dan Sorotan Publik

Nama Irak dan Oman belakangan juga mencuat dalam pemberitaan internasional, meski bukan karena sepak bola. Sejumlah penerbangan dari Iran menuju Baghdad dan Muscat dibatalkan setelah paket sanksi baru Amerika Serikat terhadap sektor penerbangan Iran mulai berlaku. Otoritas penerbangan Iran dilaporkan tengah berupaya mengalihkan sejumlah rute, termasuk mencari alternatif ke Najaf di Irak. Isu ini menambah kompleksitas dinamika kawasan, namun tidak sampai mengganggu persiapan tim nasional kedua negara di Jeddah.

Di sisi lain, pertandingan Irak vs Oman menjadi bukti bahwa sepak bola tetap menjadi bahasa universal yang menyatukan perhatian publik Timur Tengah. Duel di atas lapangan berlangsung sportif, dengan kedua tim menunjukkan respek satu sama lain setelah peluit akhir dibunyikan.

Dengan satu poin di kantong, Irak dan Oman kini dituntut tampil lebih baik pada laga berikutnya. Kemenangan menjadi harga mati jika ingin menjaga peluang lolos ke semifinal. Bagi Oman, hasil imbang melawan Irak bisa menjadi modal kepercayaan diri yang berharga. Sementara bagi Irak, laga ini harus menjadi bahan evaluasi agar tidak kembali kehilangan keunggulan di pertandingan-pertandingan selanjutnya. Perjalanan panjang Piala Teluk 27 baru saja dimulai, dan setiap tim masih memiliki peluang yang sama untuk melangkah jauh.