Derby Madrid Memanas: Atletico Taklukkan Real Madrid 2-1, Perez Murka dan Mourinho Meledak

Avatar Rizky

by

Published

Last update

4 menit

Read Time

Derby Madrid Memanas: Atletico Taklukkan Real Madrid 2-1, Perez Murka dan Mourinho Meledak

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 22 September 2026 | Derby Madrid antara Atletico Madrid dan Real Madrid berakhir dengan kemenangan tuan rumah 2-1 pada jornada ketujuh LaLiga 2026/2027 di Riyadh Air Metropolitano. Namun, di balik hasil tersebut, tensi di dalam dan luar lapangan justru meledak menjadi kontroversi besar yang melibatkan Presiden Real Madrid Florentino Perez, pelatih Jose Mourinho, hingga Komite Teknis Wasit (CTA).

Jalannya Pertandingan

Babak pertama berjalan ketat. Kedua tim kesulitan menciptakan peluang bersih, dengan Real Madrid hanya mencatat satu tembakan tepat sasaran hingga turun minum. Situasi berubah drastis pada awal babak kedua. Real Madrid harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Dean Huijsen diganjar kartu merah akibat pelanggaran terhadap Giuliano Simeone di dalam kotak penalti.

Atletico pun mendapat hadiah penalti. Alejandro Grimaldo yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik pada menit ke-53 dan membawa Atletico unggul 1-0. Enam menit berselang, Atletico menggandakan keunggulan. Jonathan David memanfaatkan umpan silang mendatar Giuliano Simeone untuk menaklukkan Thibaut Courtois dan mengubah skor menjadi 2-0.

Peran Lee Kang-in menjadi kunci dalam gol kedua tersebut. Gelandang asal Korea Selatan itu melepaskan penetrasi tajam dengan umpan terobosan yang membelah lini pertahanan Real Madrid, sebelum bola akhirnya diselesaikan David. Sepanjang 89 menit, Lee mencatatkan akurasi umpan 84 persen (49 dari 58), satu tembakan tepat sasaran, satu umpan kunci, serta empat kali merebut bola.

Tertinggal dua gol dan bermain dengan sepuluh pemain, Real Madrid terus berusaha mengejar. Antonio Rüdiger akhirnya memperkecil ketertinggalan pada menit ke-89 melalui sundulan memanfaatkan bola mati Bernardo Silva. Namun, gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan Real Madrid dari kekalahan.

Kemarahan Florentino Perez di Tribun Kehormatan

Ketegangan di tribun kehormatan Stadion Metropolitano menjadi sorotan tersendiri. Enrique Riquelme, pengusaha yang tiga bulan lalu menantang Florentino Perez dalam pemilihan presiden Real Madrid, muncul di tribun kehormatan Atletico Madrid selama pertandingan berlangsung. Kehadiran Riquelme dilaporkan memicu kemarahan besar Perez, yang tidak memahami alasan undangan diberikan kepada pesaingnya tersebut.

Riquelme merupakan satu-satunya pesaing Perez dalam pemilihan presiden klub yang berlangsung Juni lalu. Ia menjalani kampanye intensif dan melontarkan kritik tajam terhadap sejumlah keputusan Perez, bahkan sempat menjanjikan Rodri dan Erling Haaland akan bermain untuk Real Madrid jika ia terpilih. Kemunculannya di tribun Atletico beberapa bulan setelah pemilihan itu menambah luka bagi kubu Perez, terlebih karena derbi berakhir dengan kekalahan timnya.

Mourinho Meledak dalam Konferensi Pers

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, melontarkan serangan pedas terhadap tim wasit dalam konferensi pers resmi usai laga. Ia secara khusus menyoroti keputusan tidak dikeluarkannya kartu merah untuk Lee Kang-in dan Coti Romero pada babak pertama, terutama tekel keras Lee terhadap Federico Valverde. Mourinho bahkan mengangkat selembar kertas berisi gambar insiden tersebut di hadapan wartawan.

Mourinho menyindir penunjukan wasit utama Ortiz Arias yang dinilainya minim pengalaman memimpin derbi, serta mengkritik wasit VAR, Trujillo, yang disebutnya memiliki rekam jejak keputusan merugikan Real Madrid. Ia juga menyinggung skandal Negreira yang melibatkan Barcelona, seraya mempertanyakan apakah Liga Spanyol masih berjalan adil.

Reaksi Real Madrid TV, stasiun televisi resmi klub, bahkan lebih keras. Mereka menyebut keputusan wasit sebagai tingkat yang menjijikkan dan menyerukan agar klub meninggalkan LaLiga. Klub juga membatalkan sesi wawancara pemain di zona campuran sebagai bentuk protes.

Respons Kubu Atletico

Di sisi lain, kubu Atletico Madrid menanggapi kontroversi tersebut dengan tenang. Pelatih Diego Simeone memilih menghindari komentar langsung mengenai kritik Mourinho terhadap wasit. Kiper Jan Oblak hanya menegaskan bahwa keputusan pengusiran pemain merupakan wewenang wasit utama setelah berkonsultasi dengan VAR.

Analis sepak bola Josep Pedrerol dalam program El Chiringuito menilai Real Madrid tetap harus tampil lebih baik, namun ia juga menuntut Komite Teknis Wasit memberikan penjelasan resmi atas insiden yang memicu protes. Menurutnya, mengungkap kebenaran soal kesalahan wasit tidak sama dengan bermain sebagai korban.

Dampak pada Klasemen

Hasil ini membawa Atletico Madrid mengoleksi 16 poin dari tujuh pertandingan dan naik ke posisi kedua klasemen. Real Madrid mengumpulkan 15 poin di posisi keempat, sementara Barcelona masih memimpin dengan 21 poin. Kekalahan tersebut menjadi yang kedua bagi Real Madrid pada awal musim ini, sekaligus mencatatkan kemenangan ketiga beruntun bagi Atletico.

Derby Madrid kali ini bukan sekadar pertarungan tiga poin. Ia menjelma menjadi panggung konflik antara ambisi, ego, dan kontroversi yang melibatkan tokoh-tokoh besar di balik layar. Bagi Atletico, tiga poin dan performa gemilang Lee Kang-in menjadi modal berharga menuju persaingan gelar. Bagi Real Madrid, kekalahan ini menuntut refleksi mendalam, baik dari sisi permainan maupun hubungan internal klub yang kembali diuji oleh bayang-bayang rivalitas lama.