Gayatri Putri News – 21 September 2026 | Everton menutup jeda internasional pertama musim ini dengan catatan impresif: belum terkalahkan dalam tujuh pertandingan di semua kompetisi. Kemenangan 1-0 atas Ipswich Town di Hill Dickinson Stadium pada 19 September 2026 menjadi penutup yang manis, sekaligus bukti bahwa skuad asuhan David Moyes mampu melewati laga-laga sulit dengan cara yang berbeda dari musim-musim sebelumnya.
Bek tengah Jarrad Branthwaite, yang kembali dipanggil ke skuad Inggris untuk pertama kalinya di era Thomas Tuchel, menilai kemenangan atas Ipswich sebagai salah satu pertandingan yang paling menggambarkan perubahan tersebut. Menurutnya, laga itu berjalan tidak indah, tetapi Everton berhasil bertahan dan meraih tiga poin.
“Itu salah satu penampilan yang ugly, dan saya pikir dalam beberapa musim terakhir, itu justru jenis pertandingan di mana kami mungkin runtuh dan kebobolan. Saya rasa ini menunjukkan pergeseran mentalitas untuk bisa melewati garis akhir dan meraih kemenangan,” ujar Branthwaite.
Pemain berusia 24 tahun itu juga menyoroti awal musim yang positif. Dengan tim yang masih belum terkalahkan, ia mengaku skuad akan menerima posisi saat ini jika ditawarkan sejak awal musim. Ia menilai penilaian terhadap skuad Everton yang tersisa musim ini terlalu keras.
Tekanan di Lini Depan dan Keputusan Tak Mendatangkan Striker
Everton menghadapi situasi pelik di lini serang. Setelah melepas sejumlah pemain kreatif dan penyerang pada hari batas transfer, termasuk Iliman Ndiaye, Beto, Tim Iroegbunam, dan Nathan Patterson, serta meminjamkan Adam Aznou, skuad inti hanya menyisakan satu striker senior, satu bek kiri, dan satu bek kanan.
Rencana mendatangkan Folarin Balogun dari Monaco dengan nilai yang dilaporkan mencapai 40 juta poundsterling pun gagal karena masalah medis, dan penyerang itu memilih tidak bergabung. Pendekatan pinjaman untuk Joshua Zirkzee dan Tammy Abraham juga tidak membuah hasil.
Meski demikian, Everton dikabarkan memilih tidak merekrut striker bebas transfer sebelum Januari. Laporan Football Insider menyebut klub akan menunggu jendela musim dingin daripada menambah opsi jangka pendek. Mantan kepala pemandu bakat Manchester United, Mick Brown, mengaku akan terkejut jika Everton mendatangkan Anthony Martial, dan mempertanyakan apakah pemain berusia 30 tahun itu bisa memberi dampak berarti setelah meninggalkan Monterrey tanpa program pramusim penuh.
Keputusan ini menempatkan Thierno Barry sebagai penanggung jawab utama lini depan. Penyerang berusia 23 tahun itu telah mencetak lima gol di liga, termasuk gol kemenangan melawan Ipswich. Gol tersebut terbilang beruntung karena sepakan James Tarkowski dari jarak jauh mengenai tubuhnya dan melewati kiper Christian Walton.
Barry seharusnya mencetak gol kedua, tetapi Brennan Johnson yang berada dalam posisi offside dinilai memengaruhi kemampuan Walton melakukan penyelamatan, sehingga gol dianulir wasit Stuart Attwell. Meski keputusan itu tidak menentukan hasil akhir, Barry tetap mengungkapkan kebingungannya saat meninggalkan lapangan.
“Saya tidak mengerti kenapa gol kedua itu offside karena kiper tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegah gol,” katanya. Ia menambahkan bahwa dirinya sangat senang bisa kembali mencetak gol dan ingin terus bekerja dengan cara yang sama.
Performa yang Berubah dan Agenda Berikutnya
Musim ini menjadi kebangkitan bagi Barry. Jika musim lalu ia harus menunggu hingga Desember untuk mencetak gol pertamanya dan sempat mendapat cemoohan dari pendukung sendiri, kini ia tampil seperti penyerang yang terlahir kembali.
Everton mengakhiri jeda internasional dengan dua kemenangan dan tiga hasil imbang dari lima laga liga pertama, serta akan menghadapi Newcastle United di putaran keempat Carabao Cup. Sementara itu, tim putri Everton juga mencatat hasil positif dengan kemenangan 1-0 atas West Ham di Women’s Super League berkat gol bunuh diri pada menit ke-94, kemenangan kedua berturut-turut mereka lewat gol bunuh diri.
Di sisi lain, lanskap Premier League musim 2026/27 juga menarik untuk dicermati. Tiga tim promosi, Coventry City, Ipswich, dan Hull City, menambah persaingan di liga yang dihuni 20 tim. Laga-laga besar seperti Manchester City kontra Sunderland menjadi tontonan yang dinanti setiap pekan.
Bagi Everton, tantangan terbesar adalah mempertahankan konsistensi tanpa kedalaman skuad yang memadai. Keputusan menunggu Januari untuk mendatangkan striker menunjukkan klub memilih perhitungan matang ketimbang solusi instan. Namun risiko tetap ada: satu cedera pada Barry bisa memaksa Moyes mengubah taktik secara tidak nyaman.
Dengan mentalitas baru yang ditunjukkan Branthwaite dan rekan-rekannya, Everton setidaknya telah membuktikan satu hal: mereka tidak mudah runtuh seperti musim-musim sebelumnya. Jika ketangguhan ini bertahan hingga jendela transfer musim dingin, langkah Everton musim ini bisa menjadi kejutan yang serius bagi tim-tim besar.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






