Gayatri Putri News – 19 September 2026 | Jakarta—Momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta Convention Center pada Jumat (18/9/2026) menjadi panggung refleksi mendalam mengenai hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan partai-partai pendukungnya. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo secara terbuka menyampaikan apresiasi mendalam kepada PAN yang konsisten menjadi kawan seperjuangan di saat-saat sulit.
Prabowo menekankan bahwa persahabatan sejati diuji bukan saat seseorang berada di puncak kekuasaan, melainkan saat sedang menghadapi tantangan berat. Ia mengakui bahwa PAN adalah mitra yang setia mendampinginya sejak Pemilu 2014, 2019, hingga akhirnya mencapai kemenangan pada 2024. Meskipun Prabowo memiliki latar belakang sejarah di Partai Golkar, ia menegaskan bahwa banyak sahabat karibnya justru berasal dari lingkungan PAN yang kini telah berusia 28 tahun.
Nilai Perjuangan sebagai Fondasi Utama
Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, dalam sambutannya mengenang momen krusial ketika ia menemui Prabowo di kantor Kementerian Pertahanan. Kala itu, di tengah keraguan banyak pihak akan masa depan Gerindra, Zulkifli Hasan menegaskan komitmen PAN untuk tetap berdiri tegak di samping Prabowo. Menurutnya, keputusan tersebut tidak didasarkan pada kalkulasi politik pragmatis atau sekadar upaya berbagi kekuasaan.
Zulkifli Hasan menyebut bahwa ikatan antara PAN dan Prabowo dibangun di atas kesamaan visi dalam membangun bangsa, khususnya terkait kedaulatan ekonomi. Ia secara khusus menyoroti komitmen Prabowo terhadap Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945 sebagai nilai perjuangan yang menjadi pegangan kuat bagi PAN. Bagi PAN, dukungan kepada Prabowo adalah manifestasi dari cita-cita luhur untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur.
Penguatan Akar Rumput di Sumatera Barat
Di sisi lain, Gerindra juga terus memperkuat militansi kadernya di berbagai daerah. Sebagai bagian dari konsolidasi organisasi, Partai Gerindra baru saja menyelesaikan pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi Laskar Gerindra di Sumatera Barat. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti oleh sekitar 500 peserta dari berbagai Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan kalangan muda.
Andre Rosiade, yang memimpin jalannya diklat, menekankan pentingnya disiplin, loyalitas, dan integritas bagi setiap kader. Ia menginstruksikan para kader untuk tidak hanya memahami ideologi partai, tetapi juga mampu menjadi corong yang efektif dalam menjelaskan program-program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat luas. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kapasitas kader dalam menghadapi tantangan politik ke depan.
Sinergi antara loyalitas PAN di tingkat pusat dan militansi kader Gerindra di tingkat daerah mencerminkan soliditas koalisi yang sedang dibangun. Dengan landasan nilai perjuangan yang sama, pemerintahan Prabowo Subianto kini memiliki basis dukungan yang diharapkan mampu menjaga stabilitas politik demi menuntaskan janji-janji pembangunan nasional.
Kesetiaan yang ditunjukkan oleh PAN dan penguatan kader internal Gerindra menjadi sinyal kuat bahwa koalisi ini tidak hanya berorientasi pada kemenangan elektoral, melainkan juga pada keberlanjutan visi pembangunan jangka panjang. Kesamaan ideologi mengenai kedaulatan bangsa menjadi perekat yang membuat hubungan lintas partai ini tetap harmonis di tengah dinamika politik nasional yang terus berkembang.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






