Gayatri Putri News – 18 September 2026 | Era baru Timnas Belanda resmi dimulai di bawah komando pelatih anyar Xavi Hernandez. Namun, langkah awal legenda Barcelona tersebut langsung memberikan kejutan besar bagi para penggemar sepak bola, terutama dengan dicoretnya nama Memphis Depay dari skuad Oranje untuk laga Nations League mendatang. Keputusan ini menjadi sorotan tajam, mengingat Depay menyandang status sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa bagi negaranya dengan koleksi 55 gol.
Situasi Sulit Memphis Depay di Corinthians
Pencoretan Depay dari tim nasional terjadi di tengah periode sulit yang dialami sang pemain bersama klubnya, Corinthians. Penyerang berusia 32 tahun itu baru saja menjadi sasaran kritik publik setelah gagal mengeksekusi penalti krusial dalam kekalahan Corinthians dari Estudiantes de La Plata di ajang Copa Libertadores. Kegagalan tersebut terasa lebih menyakitkan karena tendangan Depay melambung jauh ke tribun penonton, memupus harapan timnya untuk menyamakan kedudukan.
Insiden penalti tersebut menambah beban ekspektasi yang dipikul Depay. Sejak kepindahannya ke Brasil pada September 2024, nilai kontraknya yang mencapai USD 27,7 juta atau setara dengan Rp492,38 miliar terus menjadi bahan perbincangan. Meskipun ia telah mencatatkan 20 gol dan 16 assist dari 85 penampilan serta mempersembahkan tiga trofi bagi Corinthians, performanya dalam beberapa pertandingan terakhir, termasuk kebuntuannya saat melawan klub-klub Argentina, dinilai belum memenuhi standar tinggi yang diharapkan.
Wajah Baru dalam Skuad Oranje
Di sisi lain, Xavi Hernandez tampaknya ingin melakukan peremajaan dalam skuad Belanda. Dalam daftar 26 pemain yang dipanggil untuk menghadapi laga melawan Jerman, Serbia, dan Yunani, Xavi memberikan kesempatan kepada talenta muda untuk menunjukkan tajinya. Dua nama yang mencuri perhatian adalah debutan Ruben van Bommel dan Gjivai Zechiel.
Ruben van Bommel, putra dari mantan gelandang Belanda Mark van Bommel, dipanggil setelah tampil impresif bersama PSV Eindhoven. Ia berhasil bangkit setelah sempat absen panjang akibat cedera lutut. Sementara itu, Gjivai Zechiel mendapatkan panggilan pertamanya setelah tampil sangat produktif di lini tengah Feyenoord dengan torehan lima gol dalam enam pertandingan Eredivisie musim ini. Berikut adalah beberapa poin kunci dari perombakan skuad Belanda:
- Keputusan Xavi untuk tidak memanggil nama-nama senior seperti Memphis Depay guna melakukan evaluasi mendalam.
- Fokus pada pemain muda berbakat yang mampu menjalankan filosofi permainan dominan dengan penguasaan bola.
- Pemberian kepercayaan kepada wajah baru untuk membangun fondasi tim yang lebih segar pasca-era Ronald Koeman.
Persaingan di Liga Brasil
Sementara Depay berjuang memperbaiki performanya di Corinthians, dinamika sepak bola Brasil juga terus bergulir. Santos, yang baru saja meraih kemenangan atas Corinthians dalam laga liga, kini tengah berupaya memperbaiki posisi mereka di klasemen untuk menembus zona Copa Sudamericana. Di tengah ketatnya persaingan domestik, Depay dituntut untuk segera bangkit dari keterpurukan mental pasca-kegagalan penalti, jika ia masih ingin menjaga asa kembali dipanggil ke Timnas Belanda di masa depan.
Keputusan Xavi Hernandez mencoret Memphis Depay menjadi sinyal bahwa tidak ada pemain yang mendapatkan tempat istimewa di skuad Belanda. Bagi Depay, ini adalah ujian karakter yang sesungguhnya. Apakah ia mampu mengembalikan ketajamannya di Corinthians dan membuktikan bahwa dirinya masih layak menjadi ujung tombak Oranje, atau justru ini menjadi awal dari penurunan karier internasionalnya? Waktu akan menjawab di lapangan hijau.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






