Gayatri Putri News – 17 September 2026 | Bank Kalsel kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), bank kebanggaan Kalimantan Selatan ini menyalurkan bantuan budidaya ikan lele yang terintegrasi dengan pengelolaan sampah organik di Bank Sampah Bahe’mart, Banjarmasin.
Acara penyerahan bantuan yang berlangsung di Komplek Herlina Perkasa, Banjarmasin Utara, ini dihadiri oleh Walikota Banjarmasin, Muhammad Yamin, serta Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin. Inisiatif ini dirancang untuk menciptakan ekosistem ekonomi sirkular di tingkat rumah tangga.
Integrasi Pengelolaan Sampah dan Ekonomi Mandiri
Program ini merupakan bentuk keberlanjutan dari kolaborasi sukses sebelumnya. Bank Kalsel sebelumnya telah menyediakan fasilitas tempat sampah sedekah botol plastik di berbagai titik strategis di kota tersebut. Berikut adalah ringkasan dampak dari program pengelolaan sampah yang telah berjalan:
- Total 20 unit tempat sampah sedekah telah ditempatkan di 13 lokasi strategis.
- Berhasil mengumpulkan 2.380 kilogram sampah botol plastik dalam tujuh bulan.
- Hasil penjualan sampah digunakan untuk membiayai pembuatan komposter pengurai sampah organik.
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menjelaskan bahwa integrasi antara pengolahan sampah organik menjadi kompos dan budidaya ikan lele diharapkan dapat meningkatkan kemandirian pangan warga. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada pengurus Bank Sampah Bahe’mart yang telah konsisten mengelola sampah sejak tahun 2019.
Dukungan Pemerintah Kota Banjarmasin
Walikota Banjarmasin, Muhammad Yamin, menyambut baik langkah strategis ini. Ia menekankan bahwa program CSR yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat sangat efektif dalam menekan volume sampah dari sumbernya sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi melalui budidaya ikan lele.
Pemerintah kota berharap masyarakat dapat menjaga fasilitas yang telah diberikan agar manfaatnya dirasakan dalam jangka panjang. Sinergi antara pemerintah, sektor perbankan, dan penggerak lingkungan ini diharapkan menjadi model percontohan bagi wilayah lain di Banjarmasin dalam menciptakan pemukiman yang mandiri dan berwawasan lingkungan.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






