Memasuki Hari Kelima, TNI AL Berhasil Deteksi Posisi KM Virgo Transport 8 di Dasar Laut Jawa

Avatar Rizky

by

Published

Last update

1 menit

Read Time

Memasuki Hari Kelima, TNI AL Berhasil Deteksi Posisi KM Virgo Transport 8 di Dasar Laut Jawa

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 18 September 2026 | Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa telah memasuki hari kelima pada Kamis (17/9/2026). Tim gabungan yang dipimpin oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin akhirnya mencatat kemajuan signifikan dengan ditemukannya titik koordinat bangkai kapal tersebut.

Identifikasi Lokasi Kapal

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, melalui SAR Mission Coordinator (SMC) I Putu Sudayana, menjelaskan bahwa keberhasilan ini dicapai berkat penggunaan teknologi sonar aktif oleh unsur TNI AL. Objek yang diduga kuat sebagai badan kapal terdeteksi berada pada koordinat 04°31,667′ S – 114°00,245′ T. Posisi ini menunjukkan adanya pergeseran sekitar 500 yard ke arah tenggara dari titik awal.

Selain temuan bawah laut, tim SAR juga berhasil menemukan life raft yang diduga milik KM Virgo Transport 8 di perairan Kuala Pembuang, yang memperkuat data pencarian di lapangan.

Data Korban dan Strategi Operasi

Hingga hari kelima, berikut adalah rekapitulasi data korban kecelakaan KM Virgo Transport 8:

Keterangan Jumlah
Total Penumpang 243 Orang
Selamat 108 Orang
Meninggal Dunia 6 Orang
Dalam Pencarian 129 Orang

Untuk memaksimalkan pencarian 129 korban yang masih hilang, tim SAR membagi operasi ke dalam dua sektor utama:

  • Sektor Udara: Melibatkan helikopter dari Basarnas, Polri, dan TNI AL dengan jangkauan area seluas 1.489 nautical mile persegi.
  • Sektor Laut: Melibatkan kapal SAR, kapal perang TNI AL, dan berbagai peralatan evakuasi dengan pembagian empat sektor yang mencakup area seluas 5.600 nautical mile persegi.

Meskipun cuaca di lapangan sering berubah secara cepat, kondisi saat ini dilaporkan cerah berawan dengan tinggi gelombang 1 hingga 1,5 meter. Hal ini memungkinkan seluruh unsur gabungan untuk terus melanjutkan misi evakuasi hingga seluruh korban ditemukan.