Kebakaran Pasar Lama Banjarmasin Hanguskan Belasan Rumah Jelang Subuh

Avatar Rizky

by

Published

Last update

1 menit

Read Time

Kebakaran Pasar Lama Banjarmasin Hanguskan Belasan Rumah Jelang Subuh

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 17 September 2026 | Sebuah peristiwa kebakaran besar melanda kawasan pemukiman padat di Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, pada Rabu (16/9/2026). Insiden ini terjadi menjelang waktu salat subuh, tepatnya sekitar pukul 04.30 WITA, saat sebagian warga masih terlelap.

Api dengan cepat membesar dan melalap bangunan yang mayoritas berbahan kayu di bantaran Sungai Martapura, tepatnya di sisi belakang Pos Polisi jembatan Pasar Lama. Material bangunan yang mudah terbakar serta kondisi pemukiman yang sangat rapat membuat api sulit dikendalikan oleh warga dan petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi.

Dampak Kerusakan dan Korban

Ketua RT 02 RW 01 Kelurahan Pasar Lama, Subki, memberikan keterangan mengenai dampak dari musibah ini:

  • Jumlah bangunan terbakar: 14 rumah dan satu mushala Ar-Rahman.
  • Jumlah warga terdampak: 21 Kepala Keluarga (KK) atau 54 jiwa.
  • Kondisi korban: Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Api diduga pertama kali muncul dari bagian samping rumah milik H. Sabri yang terletak di sisi depan jalan. Selain rumah tinggal, kawasan ini juga dikenal sebagai area usaha bagi warga setempat. Beberapa jenis usaha yang terdampak antara lain warung teh, toko beras, penjual daging, hingga toko pecah belah.

Tantangan Pemadaman

Proses pemadaman berlangsung cukup lama, memakan waktu hampir dua jam. Petugas di lapangan menghadapi berbagai kendala, di antaranya keterlambatan pemutusan aliran listrik di area kebakaran dan akses yang sulit dijangkau karena letak bangunan yang berada di bantaran sungai. Keberadaan jaringan kabel listrik yang membentang tepat di atas kobaran api juga menambah risiko bagi para relawan dan petugas pemadam kebakaran.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait total kerugian materiil yang dialami oleh para korban. Warga yang terdampak saat ini tengah mengungsi sambil menunggu bantuan lebih lanjut dari pihak terkait.