Gayatri Putri News – 12 September 2026 | Polemik mengenai batalnya penampilan grup band Juicy Luicy di festival musik XYZ Liveground, Batam, yang sedianya digelar pada Sabtu (5/9/2026), akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat bungkam dan menerima berbagai hujatan publik di media sosial, manajemen Juicy Luicy secara resmi memberikan klarifikasi mendalam. Mereka menegaskan bahwa keputusan untuk tidak berangkat ke Batam bukanlah tindakan sepihak yang mendadak, melainkan akumulasi dari ketidakprofesionalan pihak penyelenggara dalam memenuhi kewajiban operasional.
Kronologi Ketidakpastian Sejak H-7
Melalui pernyataan resmi bertajuk Yang Mungkin Perlu Orang Tahu, Juicy Luicy membeberkan bahwa masalah operasional telah terdeteksi sejak tujuh hari sebelum acara. Pihak band secara rutin menagih pelunasan honor serta kepastian akomodasi, namun respons yang diterima dari penyelenggara cenderung tidak pasti dan sering kali digantung. Ketidakjelasan ini membuat tim manajemen berada dalam posisi yang sangat sulit karena harus memastikan seluruh kebutuhan teknis terpenuhi demi kelancaran pertunjukan.
Hingga mendekati waktu keberangkatan, situasi justru semakin genting. Berikut adalah beberapa poin utama yang menjadi kendala teknis dan administratif yang belum dipenuhi oleh pihak penyelenggara:
- Pelunasan biaya penampilan baru dilakukan 18 jam sebelum jadwal keberangkatan.
- Ketiadaan bukti tiket pesawat hingga mendekati waktu keberangkatan.
- Ketidakjelasan mengenai bukti penginapan untuk dua malam.
- Belum adanya tiket kepulangan bagi rombongan band.
- Kelalaian dalam pemenuhan pre-paid extra baggage yang sudah tercantum dalam kontrak (riders).
Masalah Bagasi dan Ancaman Jalur Hukum
Terkait isu over baggage atau kelebihan bagasi yang sempat ramai dibicarakan, Juicy Luicy menjelaskan bahwa pihak penyelenggara sangat lamban dalam merespons kebutuhan tersebut. Saat dilakukan pengecekan mandiri oleh tim band di situs maskapai, biaya bagasi tambahan mencapai Rp44 juta, bahkan membengkak hingga Rp64 juta jika dibayar langsung di bandara. Menjelang tengah malam, penyelenggara sempat menawarkan pembayaran sebesar Rp26 juta sebagai langkah awal, namun hal tersebut tidak menyelesaikan seluruh kewajiban yang telah disepakati.
Manajemen Juicy Luicy menegaskan bahwa mereka memiliki semua bukti administratif terkait rangkaian persoalan tersebut. Oleh karena itu, band yang digawangi oleh Julian Kaisar ini menyatakan kesiapan penuh jika pihak penyelenggara memilih untuk membawa masalah ini ke ranah hukum. Mereka menekankan bahwa tindakan tegas yang diambil adalah upaya untuk menjaga profesionalisme kerja di tengah carut-marutnya persiapan yang dilakukan oleh pihak promotor.
Secara keseluruhan, kegagalan tampilnya Juicy Luicy di Batam merupakan imbas langsung dari minimnya koordinasi dan kegagalan pihak penyelenggara dalam menjalankan kewajiban kontrak. Keputusan untuk membatalkan penampilan diambil sebagai langkah terakhir setelah tim manajemen tidak mendapatkan kepastian hingga batas waktu yang sangat mendesak. Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi industri penyelenggaraan acara musik di tanah air agar lebih mengutamakan profesionalisme dan pemenuhan hak-hak artis demi kenyamanan bersama.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan





