Drama Industri Game: Mengapa Sony Resmi Melepas Physint dan Hideo Kojima ke Pelukan Xbox?

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 12 September 2026 | Dunia industri video game global tengah diguncang oleh perpisahan besar antara salah satu kreator paling ikonik, Hideo Kojima, dan raksasa konsol Sony PlayStation. Proyek ambisius bertajuk Physint, yang digadang-gadang sebagai penerus spiritual dari seri legendaris Metal Gear, kini resmi berpindah tangan ke Xbox setelah Sony memutuskan untuk menghentikan pendanaan mereka.

Keputusan Sulit di Balik Perpisahan

Ketegangan antara Kojima Productions dan Sony mencapai puncaknya pada pertengahan Juni 2026, ketika pihak PlayStation secara mengejutkan memberitahukan niat mereka untuk membatalkan proyek Physint. Keputusan ini secara resmi diumumkan kepada publik pada 10 September 2026, mengakhiri kemitraan panjang yang telah terjalin selama tiga dekade.

Beberapa faktor utama menjadi pemicu keretakan hubungan ini:

  • Kekhawatiran Finansial: Sony dikabarkan tidak puas dengan performa komersial dari Death Stranding dan sekuelnya, Death Stranding 2: On the Beach. Meski memiliki basis penggemar yang besar, pendapatan yang dihasilkan dinilai tidak memenuhi ekspektasi internal perusahaan.
  • Risiko Anggaran: Physint dinilai berisiko membengkak biayanya jauh melampaui anggaran awal. Sony enggan menginvestasikan ratusan juta dolar untuk proyek yang dinilai berisiko tinggi.
  • Masalah Eksklusivitas: Sony merasa skeptis mengenai status eksklusivitas Physint di masa depan, mengingat rekam jejak Kojima yang sering merilis game-nya ke platform lain setelah masa eksklusivitas awal di PlayStation berakhir.
  • Keterlambatan Produksi: Proyek ini dilaporkan sering melewatkan tenggat waktu (deadline) yang telah disepakati, menambah kekhawatiran manajemen Sony di tengah ketatnya pengawasan biaya pasca kegagalan beberapa proyek live-service mereka.

Dampak Teknis dan Hilangnya Akses Decima

Dampak dari perpisahan ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga teknis. Sebagai konsekuensi dari pemutusan hubungan kerja sama, Kojima Productions dilaporkan telah kehilangan akses terhadap mesin pengembang (engine) Decima. Decima adalah teknologi milik Guerilla Games, studio yang berada di bawah naungan Sony, yang sebelumnya digunakan dalam pengembangan Death Stranding.

Selain itu, Kojima kini tidak lagi memiliki akses ke fasilitas canggih Sony Pictures dan Columbia Pictures yang sebelumnya digunakan untuk proses penangkapan gerak (motion capture) dan pemindaian wajah aktor. Hal ini menjadi pukulan telak bagi Physint, yang sejak awal dirancang sebagai proyek hibrida antara video game dan sinema.

Harapan Baru Bersama Xbox

Meskipun kehilangan dukungan dari Sony, Hideo Kojima tidak menyerah. Setelah menghabiskan waktu tiga bulan mencari mitra baru, Kojima Productions akhirnya menandatangani kesepakatan dengan Microsoft. Kini, Physint akan dikembangkan di bawah naungan Xbox, yang juga tengah bekerja sama dengan Kojima dalam proyek horor berjudul OD.

Langkah ini memberikan napas segar bagi tim pengembang. Dengan dukungan finansial yang lebih luas dan ekosistem Xbox yang mulai agresif dalam menarik talenta papan atas, banyak pihak meyakini bahwa visi Kojima untuk menghadirkan kembali genre action-espionage berkualitas tinggi masih tetap terjaga. Xbox sendiri telah menyatakan rasa bangganya untuk bisa bermitra dengan salah satu legenda industri game tersebut.

Perpisahan ini menandai pergeseran besar dalam strategi bisnis industri game. Sony kini terlihat jauh lebih selektif dalam mengalokasikan modal, sementara Xbox memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat portofolio eksklusif mereka dengan harapan dapat mengembalikan daya saing di pasar global. Bagi para penggemar, perpindahan Physint ke Xbox menjadi babak baru yang penuh tanda tanya, namun tetap menjanjikan inovasi yang selama ini menjadi ciri khas karya Hideo Kojima.