Diplomasi Ekonomi di Vladivostok: Ambisi Prabowo Lipat Gandakan Perdagangan dengan Rusia

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Diplomasi Ekonomi di Vladivostok: Ambisi Prabowo Lipat Gandakan Perdagangan dengan Rusia

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 04 September 2026 | Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk mempererat kerja sama ekonomi dengan Rusia dalam gelaran Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang diselenggarakan di Vladivostok, Rusia, pada Kamis (3/9/2026). Dalam pidato utamanya sebagai tamu kehormatan, Presiden menekankan bahwa perbedaan struktur kekuatan ekonomi antara kedua negara justru menjadi fondasi utama untuk membangun kemitraan yang saling melengkapi.

Presiden menyoroti bahwa Rusia memiliki keunggulan strategis dalam sektor komoditas energi, gandum, pupuk, sains, hingga rekayasa teknik tingkat lanjut. Di sisi lain, Indonesia menawarkan potensi besar melalui sektor sawit, perikanan, kopi, karet, tekstil, furnitur, serta didukung oleh bonus demografi tenaga kerja muda. Integrasi antara kebutuhan dan keunggulan masing-masing negara ini diyakini akan menciptakan perdagangan yang lebih adil dan berkelanjutan.

Target Ambisius dan Konektivitas Baru

Data menunjukkan tren positif dalam hubungan bilateral kedua negara, di mana nilai perdagangan pada tahun 2025 tercatat mendekati angka 5 miliar dolar AS. Angka ini merupakan pertumbuhan signifikan sebesar 21,7 persen dibandingkan tahun 2024 dan 33,7 persen dibandingkan tahun 2023. Meski demikian, Presiden Prabowo memandang capaian tersebut belum menyentuh potensi maksimal kedua negara. Ia secara resmi menargetkan peningkatan nilai perdagangan hingga dua kali lipat pada periode awal implementasi perjanjian perdagangan bebas Indonesia dengan Eurasian Economic Union (I-EAEU FTA).

Untuk mencapai target ambisius tersebut, Presiden mendorong penguatan konektivitas melalui dua jalur utama:

  • Pembangunan jalur pelayaran langsung antara Vladivostok dan Indonesia yang kompetitif dengan kepastian jadwal, biaya, dan asuransi.
  • Pembukaan hubungan penerbangan langsung guna memacu mobilitas pariwisata serta interaksi bisnis antarnegara.

Perjanjian I-EAEU FTA sendiri mencakup lebih dari 11.882 pos tarif atau mencakup 90 persen barang yang diperdagangkan, yang diharapkan dapat menjadi instrumen utama dalam membuka akses pasar lebih luas bagi produk nasional Indonesia ke wilayah Eurasia.

Hilirisasi dan Kesejahteraan Rakyat

Di luar perdagangan komoditas, Presiden Prabowo mengajak pelaku bisnis Rusia untuk melakukan investasi konkret melalui produksi bersama di Indonesia. Ia menekankan pentingnya hilirisasi industri untuk menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, dan penguasaan teknologi. Menurutnya, Indonesia adalah pintu masuk alami bagi pelaku usaha Eurasia untuk menembus pasar ASEAN yang dihuni oleh 680 juta penduduk.

Presiden juga menjelaskan filosofi pembangunan yang diusung pemerintahannya, yang bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan statistik. Program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis bagi anak-anak dan ibu hamil, swasembada pangan, serta ketahanan energi merupakan upaya konkret untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi benar-benar berdampak pada pengentasan kemiskinan dan peningkatan harkat hidup masyarakat luas. Pembangunan yang dilakukan harus mampu dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari petani hingga tenaga kerja industri.

Langkah-langkah strategis yang disampaikan Presiden Prabowo dalam forum internasional ini mencerminkan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang pragmatis dan berorientasi pada kepentingan ekonomi nasional. Dengan memanfaatkan posisi geografis dan potensi pasar yang besar, Indonesia berupaya menjalin kerja sama konkret dengan Rusia yang tidak hanya menguntungkan sektor korporasi, tetapi juga memperkuat ketahanan nasional melalui kemandirian pangan dan energi. Keberhasilan inisiatif ini akan sangat bergantung pada eksekusi logistik dan kesiapan infrastruktur perdagangan yang kini mulai dipersiapkan oleh delegasi bisnis kedua negara.