Gayatri Putri News – 24 Agustus 2026 | Pekan pembuka Serie A musim ini di Stadio Luigi Ferraris berubah menjadi arena ketegangan yang memuncak, bukan hanya karena aksi di atas lapangan, tetapi juga akibat keputusan kontroversial yang memicu kemarahan besar dari pihak tuan rumah. Napoli berhasil mencuri tiga poin melalui kemenangan 2-0 atas Genoa, namun hasil tersebut kini dibayangi oleh perdebatan sengit terkait kepemimpinan wasit Marco Di Bello.
Gol Kontroversial De Bruyne
Puncak dari kekacauan terjadi pada menit ke-82. Saat kedudukan masih imbang, Kevin De Bruyne berhasil memecah kebuntuan untuk Napoli. Namun, gol tersebut langsung menuai protes keras dari para pemain Genoa. Dalam tayangan ulang, terlihat jelas bahwa sebelum melepaskan tembakan, De Bruyne melakukan kontak fisik yang cukup keras terhadap bek Genoa, Johan Vasquez. Penggunaan lengan oleh gelandang asal Belgia tersebut dianggap sebagai pelanggaran oleh banyak pihak, namun wasit Di Bello tetap mengesahkan gol tersebut.
Situasi semakin diperburuk oleh sikap wasit VAR, Meraviglia, yang memilih untuk tidak melakukan intervensi. Mantan wasit Graziano Cesari secara terbuka mengkritik keras kinerja perangkat pertandingan tersebut. Menurutnya, kesalahan ini terlihat jelas dengan mata telanjang dan seharusnya tidak terjadi di level kompetisi tertinggi seperti Serie A.
Kekecewaan Mendalam Kubu Genoa
Manajemen Genoa tidak tinggal diam atas insiden tersebut. Chief of Football Genoa, Diego Lopez, dalam konferensi pers pasca-pertandingan, melontarkan kritik pedas terhadap integritas pertandingan. Ia menegaskan bahwa Genoa, stadion, dan para pemainnya layak mendapatkan rasa hormat yang lebih baik. Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai sesuatu yang tidak normal dan berada di luar kendali mereka.
Senada dengan Lopez, pelatih Genoa, De Rossi, mengaku sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit malam itu. Ia bahkan menyebut pengalaman tersebut sebagai salah satu momen terburuk yang pernah ia saksikan sepanjang kariernya di dunia sepak bola profesional. Menurut De Rossi, tidak ada satu pun orang yang memahami sepak bola akan menganggap intervensi De Bruyne sebagai tindakan yang sah.
Tensi di Luar Lapangan
Selain drama wasit, atmosfer di Luigi Ferraris juga dipenuhi dengan ketegangan sosial di antara para suporter. Meskipun kelompok ultras dari kedua kubu sempat mencoba melakukan rekonsiliasi dengan berjalan bersama menuju stadion, kenyataannya dukungan dari pendukung Napoli yang tersebar di hampir seluruh sektor stadion membuat pendukung tuan rumah merasa terganggu.
Ketidakpuasan suporter Genoa semakin menjadi-jadi akibat beberapa faktor eksternal, termasuk pemilihan hiburan musik sebelum pertandingan yang melibatkan penyanyi asal Napoli, Gigi D’Alessio, di stadion kebanggaan mereka. Hal ini memicu gelombang protes di media sosial dan forum penggemar, yang menganggap manajemen kurang peka terhadap identitas dan perasaan basis pendukung lokal.
Bagi Napoli, kemenangan ini menjadi awal yang positif bagi Kevin De Bruyne yang berharap dapat menjalani musim tanpa cedera setelah masa debutnya di Italia yang terganggu masalah fisik. Namun, terlepas dari performa impresif sang pemain, bayang-bayang keputusan wasit yang kontroversial dipastikan akan terus menjadi topik pembicaraan hangat di sepanjang pekan ini. Otoritas wasit Italia kini berada di bawah tekanan besar untuk memberikan klarifikasi atas insiden yang dianggap banyak pihak telah mencederai sportivitas di pekan perdana Serie A.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






