Gayatri Putri News – 21 Agustus 2026 | Kualitas udara di Kota Banjarmasin mengalami penurunan drastis akibat paparan kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah tetangga. Dampak kesehatan pun mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat, di mana angka penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) melonjak tajam.
Berdasarkan data yang dihimpun dari seluruh puskesmas di Banjarmasin selama satu pekan terakhir, tercatat sebanyak 1.972 warga telah terpapar penyakit tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Yanuar Diansyah, mengonfirmasi bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan ketat serta memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat terkait risiko paparan asap.
Beberapa poin penting terkait situasi kesehatan saat ini meliputi:
- Kelompok yang paling rentan adalah orang dewasa yang memiliki mobilitas tinggi di luar ruangan, seperti pengemudi ojek daring dan pekerja lapangan.
- Pemerintah mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak ada keperluan yang mendesak.
- Penggunaan masker sangat dianjurkan bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah untuk meminimalisir risiko gangguan paru-paru.
Pihak Dinas Kesehatan menegaskan bahwa meskipun kondisi kabut asap sulit dihindari, kepatuhan masyarakat dalam menggunakan masker menjadi langkah preventif yang sangat krusial. Warga diminta untuk tidak mengabaikan penggunaan masker guna melindungi saluran pernapasan dari polusi udara yang berbahaya.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






