Gayatri Putri News – 16 Agustus 2026 | Stadion Artemio Franchi menjadi saksi bisu dominasi Fiorentina saat menjamu Benevento dalam laga babak 32 besar Coppa Italia pada 15 Agustus 2026. Pertandingan yang berakhir dengan skor telak 4-1 untuk kemenangan tuan rumah ini menandai dimulainya era baru di bawah asuhan pelatih Grosso, sekaligus menjadi panggung bagi para talenta muda yang mulai unjuk gigi di kancah profesional.
Sebelum peluit babak pertama dibunyikan, suasana di stadion sempat hening. Seluruh pemain, staf, dan penonton menundukkan kepala selama satu menit sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi legenda atletik Italia, Livio Berruti, yang wafat pada usia 87 tahun. Momen emosional ini menjadi pengingat akan kontribusi besar Berruti bagi sejarah olahraga Italia, memberikan nuansa khidmat di tengah panasnya persaingan kompetisi sepak bola nasional.
Dominasi Taktis La Viola
Begitu pertandingan dimulai, Fiorentina langsung menunjukkan taringnya. Keunggulan cepat tercipta saat Gudmundsson memanfaatkan blunder fatal dari Prisco pada menit-menit awal. Keunggulan tersebut digandakan oleh Moise Kean pada menit ke-35 melalui tendangan voli kaki kanan yang spektakuler, mengakhiri puasa golnya selama enam bulan terakhir.
Memasuki babak kedua, Fiorentina semakin tak terbendung. Ranieri memperlebar jarak melalui sundulan kepala, disusul oleh gol Ndour yang melakukan penetrasi diagonal terukur. Meski Benevento sempat mencetak gol hiburan lewat Lamesta, dominasi Fiorentina tetap tak tergoyahkan. Pertandingan ini juga menjadi catatan sejarah bagi klub, dengan debut Mastantuono dan penampilan pemain berusia 16 tahun, Croci, yang tercatat sebagai debutan termuda dalam sejarah Fiorentina.
Hasil Lengkap dan Dinamika Coppa Italia
Tidak hanya Fiorentina yang melaju, beberapa tim papan atas lainnya juga memastikan tempat di babak selanjutnya. Berikut adalah ringkasan hasil pertandingan babak 32 besar yang berlangsung di akhir pekan tersebut:
- Fiorentina 4-1 Benevento
- Monza 3-0 Avellino
- Parma 2-0 Catania
- Cagliari 1-0 Arezzo
Di tempat lain, Monza asuhan Juric tampil impresif dengan menaklukkan Avellino 3-0 berkat penampilan gemilang Varela. Sementara itu, Parma menunjukkan wajah baru di bawah pelatih Cuesta dengan skema 4-3-3 yang agresif, mengandalkan ketajaman rekrutan baru, Simone Lontani, yang mencetak dua gol. Cagliari harus bersusah payah mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Arezzo melalui eksekusi penalti Alessandro Deiola.
Secara keseluruhan, babak 32 besar Coppa Italia tahun ini menyajikan banyak kejutan dari sisi taktis dan lahirnya bintang baru. Fiorentina kini menatap babak 16 besar dengan kepercayaan diri tinggi, menunggu pemenang antara Pisa dan Empoli. Keberhasilan tim-tim unggulan untuk tidak terpeleset di fase awal ini menegaskan kesiapan mereka dalam menatap musim kompetisi yang panjang, sekaligus memberikan hiburan berkualitas bagi para pendukung di tengah libur hari besar nasional.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






