Gayatri Putri News – 12 Agustus 2026 | Persib Bandung akhirnya bisa bernapas lega setelah sanksi larangan pendaftaran pemain atau FIFA Registration Ban yang sempat membayangi klub resmi dicabut secara permanen. Kepastian ini tertuang dalam surat resmi FIFA tertanggal 11 Agustus 2026 dengan nomor referensi FDD-28859. Dengan dicabutnya sanksi tersebut, Maung Bandung kini dapat fokus sepenuhnya pada persiapan tim menghadapi musim kompetisi 2026/2027 serta partisipasi mereka di ajang Asia.
Kronologi Sengketa dengan Robert Rene Alberts
Persoalan hukum ini berakar dari sengketa kontraktual yang melibatkan mantan pelatih Persib, Robert Rene Alberts, yang terjadi pada tahun 2022. Meski sempat memicu perhatian publik, manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) menegaskan bahwa kasus ini bukanlah masalah baru, melainkan penyelesaian kewajiban dari periode masa lalu yang belum tuntas sepenuhnya.
Robert Alberts sendiri sempat buka suara terkait duduk perkara ini. Ia menjelaskan bahwa dirinya telah melakukan upaya komunikasi intensif dengan manajemen baru Persib pada Januari 2025. Dalam pertemuan tersebut, pihak klub diwakili oleh Adhitia Putra Herawan, di mana kedua belah pihak sepakat mengenai skema pembayaran bertahap yang dijadwalkan dari Maret hingga Desember 2025. Robert juga menegaskan bahwa dirinya telah memberikan kompromi dengan menerima jumlah pembayaran yang lebih rendah dari nilai kontrak awal demi tercapainya solusi kekeluargaan.
Langkah Taktis Manajemen Persib
Manajemen Persib Bandung merespons munculnya kembali nama klub dalam daftar sanksi FIFA dengan sikap kooperatif dan terukur. Segera setelah menerima pemberitahuan, klub melakukan kajian mendalam terhadap posisi hukum mereka. Alih-alih merespons secara emosional, klub memilih untuk menempuh jalur administratif sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh federasi sepak bola dunia tersebut.
Langkah-langkah yang diambil manajemen meliputi:
- Melakukan penelaahan menyeluruh terhadap sengketa kontraktual tahun 2022.
- Menyelesaikan kewajiban pembayaran kepada pihak terkait sesuai kesepakatan.
- Melakukan koordinasi intensif dengan FIFA untuk memastikan validasi pembayaran.
- Memastikan seluruh pemain baru telah diproses administrasinya agar dapat didaftarkan untuk musim kompetisi mendatang.
Kecepatan penanganan masalah ini diapresiasi oleh berbagai pihak, termasuk para pendukung, karena mampu menjaga stabilitas internal tim di tengah persiapan kompetisi yang padat. Persib menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan federasi adalah fondasi utama dalam membangun tata kelola klub profesional yang berkelanjutan dan tepercaya di masa depan.
Kini, setelah status pendaftaran klub dipulihkan oleh FIFA dan PSSI, seluruh elemen tim dapat kembali fokus pada target prestasi. Persib Bandung dipastikan tidak lagi memiliki kendala administratif dalam bursa transfer, sehingga komposisi skuad untuk menghadapi musim 2026/2027, termasuk para pemain baru, dipastikan aman dan siap untuk berlaga di level domestik maupun kompetisi Asia.
Penyelesaian sengketa ini menjadi pelajaran berharga bagi klub dalam mengelola aspek legalitas kontrak kerja. Dengan ditutupnya perkara ini secara permanen, Persib Bandung kini menatap masa depan dengan lembaran baru, berkomitmen untuk menjaga profesionalisme dan standar tata kelola yang lebih baik dalam setiap aspek manajemen klub.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






