RHB Pangkas Target IHSG 2026 Jadi 7.000 di Tengah Tekanan Pasar

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

RHB Pangkas Target IHSG 2026 Jadi 7.000 di Tengah Tekanan Pasar

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 13 Oktober 2026 | Tekanan jual yang masih membayangi pasar modal Indonesia memaksa sejumlah analis menyesuaikan proyeksi mereka terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). RHB Sekuritas menjadi salah satu institusi yang kembali merevisi target indeks untuk tahun 2026, dengan memangkas angka sebelumnya dari 7.300 menjadi 7.000.

Langkah ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek pasar saham domestik yang dinilai masih menghadapi tantangan besar hingga akhir periode 2026. Faktor utama yang menekan sentimen adalah krisis kepercayaan investor yang membuat kondisi pasar melemah secara bertahap.

Krisis Kepercayaan Investor Jadi Pendorong Utama

RHB Sekuritas menilai bahwa melemahnya keyakinan pelaku pasar menjadi penghambat utama bagi penguatan indeks dalam waktu dekat. Ketidakpastian global dan gejolak ekonomi domestik turut memperkuat keraguan investor untuk menempatkan dana dalam jumlah besar di pasar saham.

Meski demikian, RHB Sekuritas masih melihat adanya peluang pemulihan secara fundamental pada saham-saham domestik. Sejumlah emiten dinilai memiliki kinerja yang cukup solid, namun hal tersebut belum cukup untuk mendorong penguatan indeks secara signifikan selama kepercayaan pasar belum pulih sepenuhnya.

Rincian Penyesuaian Target IHSG

Berikut perbandingan target IHSG yang dirilis RHB Sekuritas sebelum dan sesudah revisi:

Keterangan Target Sebelumnya Target Revisi
Target IHSG 2026 7.300 7.000
Selisih Penurunan 300 poin

Penurunan target sebesar 300 poin ini menunjukkan bahwa RHB Sekuritas memperkirakan ruang penguatan indeks akan lebih terbatas dibandingkan asumsi awal. Revisi tersebut juga menjadi sinyal bahwa pelaku pasar perlu lebih berhati-hati dalam menyusun strategi investasi jangka menengah.

Faktor yang Perlu Dicermati Investor

Beberapa hal yang dinilai masih membebani prospek IHSG hingga 2026 antara lain:

  • Krisis kepercayaan investor yang belum sepenuhnya pulih.
  • Sentimen pasar yang melemah akibat tekanan jual berkelanjutan.
  • Ketidakpastian kondisi ekonomi global yang memengaruhi arus modal.
  • Kebutuhan waktu bagi saham domestik untuk kembali menarik minat investor besar.

Meski prospek jangka pendek masih menantang, RHB Sekuritas tetap menekankan bahwa pemulihan fundamental saham domestik dapat menjadi katalis positif apabila kepercayaan pasar kembali menguat. Investor disarankan mencermati perkembangan sentimen dan kebijakan ekonomi yang dapat memengaruhi arah indeks ke depan.

Artikel ini disusun berdasarkan laporan pasar dari Suara mengenai revisi target IHSG 2026 oleh RHB Sekuritas. Editor: Rizky Zulianda. Penulis: Hermansyah T.