Elliot Anderson Jadi Bos di Anfield, Man City Hajar Liverpool 3-0 di Tengah Badai Sanksi

Avatar Rizky

by

Published

Last update

4 menit

Read Time

Elliot Anderson Jadi Bos di Anfield, Man City Hajar Liverpool 3-0 di Tengah Badai Sanksi

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 13 Oktober 2026 | Elliot Anderson menjadi bintang utama saat Manchester City mencukur Liverpool 3-0 di Anfield pada laga lanjutan Premier League, Minggu (11/10/2026) malam WIB. Gelandang berusia 23 tahun itu tampil dominan dan membungkam seluruh penonton tuan rumah dengan performa yang disebut-sebut sebagai salah satu penampilan terbaik seorang gelandang di musim ini.

Dominasi Elliot Anderson di Lini Tengah

Bermain sebagai poros ganda bersama Enzo Fernandez, Anderson menunjukkan kelasnya sebagai gelandang termahal yang diboyong Manchester City dari Nottingham Forest dengan nilai transfer 135 juta euro. Statistik yang ia catatkan di Anfield benar-benar luar biasa dan mencerminkan kendali penuh atas pertandingan.

  • Sentuhan bola terbanyak di pertandingan: 100 kali
  • Umpan terbanyak: 71 umpan sukses dari 81 percobaan
  • Duel terbanyak yang dimenangkan: 11 hingga 12 duel
  • Paling sering dilanggar lawan: 8 kali
  • Jarak tempuh tertinggi: 11,5 kilometer
  • Bola direbut kembali: 6 kali

Menariknya, catatan delapan kali dilanggar dalam satu pertandingan disebut belum pernah terjadi di Premier League selama sepuluh musim terakhir. Kemampuan Anderson melindungi bola dan memancing pelanggaran membantu Manchester City mengendalikan ritme permainan, bahkan ketika Liverpool menekan di awal laga.

Momen Krusial dan Asis untuk Doku

Pertandingan berjalan seimbang hingga Ryan Gravenberch mendapat kartu merah pada menit ke-62. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan City dengan baik. Erling Haaland membuka skor pada menit ke-65, disusul gol Jeremy Doku tiga menit berselang, dan Rayan Cherki menutup pesta gol pada menit ke-78.

Kontribusi terbesar Anderson terlihat pada gol kedua City. Ia melepaskan umpan silang diagonal sejauh 35 meter yang menemukan Doku di sisi kanan. Winger asal Belgia itu melewati Victor Munoz dan menuntaskan peluang dengan sepakan ke sudut jauh yang tak mampu dijangkau Alisson Becker. Sepanjang laga, Anderson mencatat 14 umpan yang membelah lini pertahanan dan 16 operan di sepertiga akhir lapangan lawan.

Ofensif Wirtz vs Ketangguhan Anderson

Laga ini juga menjadi panggung perbandingan antara dua gelandang mahal. Florian Wirtz, rekrutan Liverpool senilai 116 juta poundsterling, tampil lesu dan nyaris tak terlihat. Pemain asal Jerman itu hanya mencatat 46 sentuhan bola, 20 umpan sukses, dan tujuh umpan di sepertiga akhir. Ia ditarik keluar tak lama setelah Haaland mencetak gol, menandakan turunnya kepercayaan pelatih Andoni Iraola.

Gary Neville, legenda Manchester United yang kini menjadi komentator, memberikan penilaian singkat namun tajam: “Dia menguasai pertandingan-pertandingan besar.” Jamie Carragher, ikon Liverpool, bahkan menyebut nilai transfer Anderson sebagai harga yang murah mengingat kualitas yang ia tunjukkan. “Meski uang yang mereka bayarkan untuk Anderson sangat besar, ini tetap sebuah bargains,” ujarnya.

Menghadapi Cemoohan Suporter Liverpool

Sepanjang pertandingan, suporter Liverpool meneriakkan julukan cheaters atau para cheater kepada Manchester City yang tengah tersangkut kasus pelanggaran financial fair play. Anderson mengaku justru semakin terpacu dengan tekanan tersebut.

“Saya menikmatinya. Saya menikmati kerumunan dan kebisingannya, saya malah makin bersemangat dan saat itulah saya merasa lebih hidup. Itu memberi saya kepercayaan diri,” kata Anderson kepada Sky Sports usai laga.

Dalam wawancara terpisah, ia menekankan pentingnya kekompakan tim. “Kami sangat kompak, lebih kompak dari sebelumnya. Kami harus meniupkan semangat yang sama. Itu menjaga tim tetap bersatu dan memberi Anda tekad untuk datang ke tempat seperti ini, di mana semua orang melawan Anda,” tuturnya.

Badai Sanksi yang Mengancam Manchester City

Kemenangan ini datang di tengah situasi pelik bagi Manchester City. Premier League sebelumnya mengumumkan bahwa klub tersebut terbukti melanggar hingga 114 aturan keuangan, dengan keuntungan tidak sah yang disebut mencapai lebih dari 900 juta euro. Laporan menyebut pemilik asal Abu Dhabi memindahkan dana melalui pihak ketiga dan mencatatnya secara keliru sebagai pendapatan sponsor.

Manchester City telah mengajukan banding pada awal Oktober 2026 dan bersikeras tidak melakukan kesalahan apa pun. Sidang hukuman juga berjalan paralel, sehingga sanksi bisa diketahui sebelum putusan banding keluar pada Januari mendatang. Opsi terberat mencakup pencabutan gelar dan pengeluaran klub dari Premier League.

Mantan kiper Manchester United, Peter Schmeichel, mengusulkan empat bentuk hukuman tanpa degradasi. Ia menyarankan City tetap berlaga di Premier League namun memulai lima musim berikutnya dengan pengurangan 25 poin, larangan transfer selama lima tahun, denda besar, serta pemilik dipaksa menjual klub. “Saya tidak menganggap mereka layak menjalankan klub ini, dan tidak layak menjalankan klub di Inggris,” tegasnya.

Rekan senegaranya, Jaap Stam, setuju dengan sebagian usulan namun menilai gelar juara tetap harus dicabut. “Mereka harus dilucuti gelarnya karena mereka curang untuk mendapatkannya. Premier League perlu memberi contoh agar hal ini tidak pernah terjadi lagi,” ucapnya.

Kesimpulan

Penampilan Elliot Anderson di Anfield menjadi bukti nyata bahwa Manchester City memiliki pemain yang mampu tampil dingin di tengah tekanan sebesar apa pun. Di sisi lain, badai sanksi yang membayangi klub belum menemui titik terang, dan putusan banding pada Januari akan menjadi momen penentu masa depan The Citizens. Satu hal yang pasti, Anderson telah mengirim pesan tegas bahwa dirinya layak disebut sebagai salah satu gelandang terbaik Premier League saat ini.

Penulis: Muhammad Nur

Editor: Rizky Zulianda

Sumber Berita: Mirror, detikSport, Trivela, Valioliiga, Bongdaplus