Gayatri Putri News – 13 Oktober 2026 | Penguatan pendidikan lingkungan berbasis nilai agama menjadi fokus kolaborasi tiga kementerian melalui Gerakan Tobat Ekologis Menuju Sekolah Adiwiyata yang diluncurkan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (12/10/2026). Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong penerapan konsep ukhuwwah makhluqiyyah atau persaudaraan sesama makhluk Tuhan untuk membangun tanggung jawab kolektif dalam menjaga alam.
Gerakan tersebut melibatkan Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Kegiatan bertajuk Mengawali Langkah Bersama untuk Sekolah Berbudaya Lingkungan itu dihadiri Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Muhammad Jumhur Hidayat, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat, pejabat kementerian, pendidik, serta siswa sekolah dan madrasah.
Nasaruddin menilai, pandangan yang menempatkan alam hanya sebagai objek eksploitasi dapat mempercepat kerusakan lingkungan. Ia menekankan pentingnya memahami hubungan manusia dengan makhluk hidup lainnya sebagai landasan moral pelestarian alam.
“Agama memperkenalkan ukhuwwah makhluqiyyah, persaudaraan sebagai sesama makhluk Tuhan. Selama kita menganggap alam semesta ini benda mati untuk dieksploitasi, kiamat akan datang lebih awal,” tegas Nasaruddin Umar, Menteri Agama.
Melalui gerakan ini, ketiga kementerian berupaya mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan ke dalam pendidikan lingkungan di sekolah dan madrasah. Harapannya, tumbuh kesadaran kolektif untuk menjaga alam sebagai bagian dari tanggung jawab spiritual, bukan sekadar kewajiban administratif.
Gerakan Tobat Ekologis Menuju Sekolah Adiwiyata juga menjadi langkah awal untuk mendorong sekolah berbudaya lingkungan. Kolaborasi lintas kementerian ini menandai upaya bersama dalam membangun generasi yang peduli terhadap kelestarian alam berdasarkan nilai agama dan moral.
Penulis: Rizky Zulianda
Editor: Rizky Zulianda
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






